Apa itu Vaskulitis?

Asupan oksigen yang tetap merupakan hal yang penting untuk fungsi dan kerja yang normal dari jaringan dan organ tubuh. Darah membawa oksigen ke bagian tubuh yang berbeda melalui jaringan pembuluh darah yang luas. Arteri mengantarkan oksigen dari jantung ke organ tubuh lainnya, yang kemudian dibawa kembali ke jantung melalui pembuluh vena dan yang lebih kecil yang disebut dengan pembuluh kapiler.

Pada orang yang sehat, aliran darah berjalan lancar dan tidak terhalangi, sehingga organ-organ tubuh dapat bekerja dengan normal. Namun, saat saluran mengalami pembengkakan, maka aliran darah akan terhambat dan akan mempengaruhi keseleruhan kerja organ tubuh secara negatif. Gangguan ini disebut dengan vaskulitis.

Pembengkakan menyebabkan perubahan struktur dalam dinding saluran darah seperti terjadinya penyempitan, penebalan, pembesaran, dan bahkan timbul luka yang pada akhirnya akan melemahkan saluran tersebut. Dalam kasus-kasus yang parah, hal ini dapat mengakibatkan sumbatan total pada arteri. Saat ini terjadi, maka diperlukan pembedahan untuk mengangkat dan membersihkan sumbatan tersebut.

Sangat penting untuk melakukan diagnosis dan merawat gangguan ini sejak dini. Jika kondisi ini tidak diperiksa atau dirawat, dapat mengakibatkan kegagalan fungsi organ tubuh, yang dapat berakibat fatal.

Terdapat berbagai macam jenis vaskulitis, seperti:

  • Penyakit Behcet’s
  • Penyakit Buerger’s
  • Vaskulitis Sistem Saraf Pusat
  • Sindrom Churg-Strauss
  • Cryoglobulinemia
  • Artritis Sel Giant
  • Henoch Schonlein purpura
  • Polyangitis Mikroskopik
  • Rematik Polymyalgia
  • Vaskulitis Rematoid
  • Artritis Takayasu
  • Wegener’s granulomatosis

Penyebab Vaskulitis

Penyebab pasti dari vaskulitis tidak diketahui. Namun, dokter percaya bahwa reaksi alergi bermain peran disini. Faktor lainnya yang juga dapat mengakibatkan kondisi ini adalah faktor genetik dari individu tersebut, atau terjadinya malfungsi atau anomali pada sistem kekebalan tubuhnya. Obat-obatan tertentu atau sel kanker dapat menyebabkan tidak berfungsinya sistem kekebalan tubuh, dan juga hepatitis serta penyakit lainnya.

Walaupun penyebab pastinya belum dapat diidentifikasi, namun perkembangan teknologi kedokteran membuat dokter mampu meningkatkan metode diagnosis dan perawatan kondisi ini.

Gejala Utama Vaskulitis

Jenis Vaskulitis yang berbeda-beda akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda pula. Dalam beberapa kasus, memberikan diagnosis yang akurat bagi vaskulitis dapat menjadi sulit karena gejala-gejalanya serupa dengan gejala penyakit lainnya. Gejala yang paling umum adalah:

Meskipun gejala-gejala ini dapat tertukar dengan gejala penyakit lainnya, namun pemeriksaan diagnostik akan mengungkapkan penyebab utama dari gejala-gejala tersebut adalah kurangnya oksigen di organ tubuh tertentu. Sehingga hal tersebut mengindikasikan asupan darah dari arteri ke bagian tubuh tertentu tersumbat. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan diagnostik lainnya untuk mengidentifikasi arteri yang tersumbat serta lokasi sumbatannya.

Dalam kebanyakan kasus, gejala-gejala orang yang mengalami gangguan vaskulitis hanya muncul pada organ tubuh yang terkena dan yang telah terkena pengaruhnya. Berikut ini adalah daftar organ tubuh yang dapat terkena serta gejala-gejala yang menyertainya.

  • Persendian – ditandai dengan sensasi yang mendampinginya adalah rasa sakit dan kebas, yang akan berakibat pada artritis.

  • Gatal pada kulit - terdapat bercak berwarna yang bervariasi yang dapat muncul sendirian maupun berkelompok.

  • Paru-paru - kesulitan bernafas dan gejala gejala seperti pneumonia.

  • Mata - gatal dan rasa terbakar, mata merah dan penglihatan menjadi kabur

  • Telinga - hidung tenggorokan dan sinus- infeksi kronis, muncul borok, dan kehilangan pendengaran

  • Otak - sakit kepala, kurang dapat berfikir, lemahnya otot dan bahkan kelumpuhan

  • Saraf - sensasi geli, melemahnya otot di bagian tubuh yang berbeda-beda, kehilangan tenaga dan kekuatan pada kedua tangan dan kaki dan mengalami rasa sakit yang parah

Munculnya gejala-gejala utama dan rekam medis yang lengkap dari pasien juga dapat membantu memberikan diagnosis yang akurat bagi penyakit ini. Contohnya, jika pasien menunjukkan gejala-gejala di atas dan memiliki riwayat penyakit autoimun, skleroderma, lupus, artritis rematoid, atau hepatitis B atau C yang kronis, maka dapat menjadi indikasi adanya vaskulitis. Inilah sebabnya mengapa Anda harus memberikan daftar penyakit yang detil yang pernah Anda derita pada dokter. Jika tidak, maka ada kemungkinan dokter akan mengalami kesulitan mendiagnosis penyakit Anda.

Siapa yang Harus Ditemui & Jenis Perawatan yang Tersedia

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut di atas, hal terbaik adalah berkonsultasi pada dokter keluarga Anda, atau dokter yang telah terbiasa dengan riwayat kesehatan Anda. Jika Anda berkonsultasi ke dokter baru, maka Ia akan cenderung melakukan pemeriksaan fisik untuk mendapatkan riwayat kesehatan Anda. Jika dokter mencurigai adanya vaskulitis, maka Anda biasanya akan dirujuk ke dokter ahli yang disebut dokter ahli rematologi.

Dokter ahli selanjutnya akan menganalisis hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan dokter Anda sebelumnya dan menyarankan untuk menjalani beberapa tes lagi untuk memastikan adanya vaskulitis dan mengidentifikasi organ yang telah terkena.

Setelah vaskulitis dipastikan ada, dan organ tubuh yang terkena juga telah dipastikan, maka dokter ahli akan memutuskan bentuk perawatan terbaik. Penting untuk diingat bahwa pilihan perawatan yang tersedia didesain untuk merawat peradangan dan mengurangi gejala-gejala untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada jaringan dan organ tubuh. Dengan mengurangi gejala, maka pasien dapat kembali menjalani hidup yang normal. Pengelolaan jenis vaskulitis yang berbeda merupakan bidang yang terus berkembang di dunia kedokteran, yang berarti bahwa mungkin saja pilihan perawatan yang saat ini tersedia dapat berkembang secara signifikan.

Vaskulitis dapat dirawat dengan obat-obatan, namun pada kasus-kasus yang parah membutuhkan dilakukannya pembedahan. Obat-obatan yang digunakan untuk merawat penyakit ini biasanya termasuk jenis kortikosteroid dan steroid. Dalam bebrapa kasus, dosis rendah obat kemoterapi juga dibutuhkan. Obat kemoterapi berperan sebagai penekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan) yang berfungsi sebagai lawan dari efek sistem kekebalan tubuh yang sangat aktif.

Jenis perawatan juga tergantung pada area organ yang terkena dan seberapa besar kerusakan yang telah ditimbulkan. Contohnya, jika yang terkena hanya pada bagian kulit, maka bentuk pengobatan sederhana telah cukup. Namun, kika yang terkena adalah otak, ginjal dan hantung, maka perawatannya akan menjadi lebih kompleks karena risiko gagal ginjal, serangan jantung, dan stroke meningkat tajam.

Kasus-kasus ini membutuhkan pengobatan di organ tubuh tertentu, tetapi juga membutuhkan pembedahan jika kerusakan organ telah parah namun masih dapat diperbaiki.

Rujukan:

  • Stone JH. Immune complex-mediated small vessel vasculitis. In: Firestein GS, Budd RC, Gabriel SE, et al, eds. Kelley's Textbook of Rheumatology. 9th ed. Philadelphia, Pa: Saunders Elsevier; 2012:chap 91.
Bagikan informasi ini: