Apa itu Abdominoplasty?

Abdominoplasty adalah prosedur bedah kosmetik yang bersifat invasif dan bertujuan mendapatkan perut yang lebih kencang dan lembut dengan membuang lemak dan kulit, serta mengencangkan otot-otot perut. Abdominoplasty seringkali disebut tummy tuck atau pengencangan perut. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk memperkuat otot yang lemah, rusak akibat persalinan, penuaan, berat badan terus naik turun, dan faktor keturunan.

Siapa yang Perlu Menjalani Abdominoplasti dan Hasil yang Diharapkan

Kandidat yang tepat untuk prosedur abdominoplasti adalah pria dan wanita yang:

  • Memiliki banyak lemak dan kulit berlebih di area perut, dan pada kasus tertentu, di bagian punggung
  • Tidak menyukai penampilan perut mereka
  • Ingin memiliki perut yang lebih kencang, lembut, dengan bentuk yang bagus


Wanita yang pernah melahirkan lebih dari satu kali kemungkinan memiliki perut yang bergelambir. Hal ini membuat mereka menjadi kandidat yang tepat untuk prosedur ini.

Pengencangan perut juga dapat dilakukan bersamaan atau setelah prosedur bedah kandungan besar, seperti pengangkatan uterus (histerektomi) karena pembuangan lemak dan kulit berlebih dapat mempermudah dokter dalam melihat organ tubuh dan mempercepat waktu penyembuhan.

Di sisi lain, para perokok berat biasanya tidak akan dianjurkan abdominoplasty atau prosedur akan ditunda untuk sementara, karena merokok dapat menghambat pemulihan, bahkan meningkatkan resiko komplikasi. Wanita yang merencanakan kehamilan juga harus menunggu hingga selesai persalinan, karena otot-otot yang telah dikencangkan dapat mengendur lagi saat persalinan.

Pengencangan perut membantu menyingkirkan lemak dan kulit berlebih, namun tidak dianjurkan untuk orang-orang yang kelebihan berat badan atau obesitas karena dapat meningkatkan resiko komplikasi akibat zat bius.

Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan dan kepuasan abdominoplasty sangatlah tinggi. Dalam sebuah penelitian, sedikitnya 95% responden mengungkapkan bahwa penampilan perut mereka menjadi lebih baik, sedangkan 86% responden merasa sangat puas dengan hasil yang mereka dapatkan. Penelitian yang sama menunjukkan bahwa hanya 1,4% dari seluruh kasus abdminoplasty yang berujung pada perawatan akibat komplikasi.

Pengencangan perut tidak mampu menghilangkan selulit, kecuali bila selulit berada di kulit yang dibuang.

Cara Kerja Abdominoplasti

Abdominoplasty terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Lengkap – Prosedur ini melibatkan pembuatan sayatan dari pinggang ke pinggang, membentuk berbagai elemen perut, seperti otot, lemak, dan jaringan, serta mengubah posisi pusar.

  • Parsial – Prosedur ini lebih ideal untuk pria dan wanita yang memiliki lemak dan kulit berlebih di bawah pusar. Oleh karena itu, abdominoplasty parsial tidak memerlukan sayatan yang besar, perubahan posisi pusar, atau waktu bedah tambahan.

  • Sirkumferensial – Prosedur ini dilakukan jika terdapat penumpukan lemak dan kulit dalam jumlah besar di area punggung.

Sebelum menjalani abdominoplasty, pasien perlu mengikuti konsultasi intensif dengan dokter bedah, yang akan membahas beberapa hal, seperti:

  • Prosedur yang akan dilakukan selama operasi
  • Persiapan pra-bedah
  • Penanganan luka dan perawatan pasca operasi
  • Hasil yang mungkin didapat dan diharapkan
  • Komplikasi dan resiko
  • Biaya dan asuransi


Pasien juga perlu melakukan tes pencitraan, tes darah, atau terkadang konseling kejiwaan dan gizi pada beberapa dokter berbeda. Tujuannya adalah memastikan kesiapan pasien untuk menjalani prosedur bedah dan proses penyembuhan.

Prosedur dimulai dengan memberi bius total agar pasien merasa nyaman dan terhindar dari rasa sakit selama pembedahan. Lokasi sayatan akan dibuat berdasarkan dengan jenis prosedur, apakah di bawah pusar atau dari pinggang ke pinggang. Kemudian, kulit akan diangkat hingga ke area tulang rusuk agar otot perut mudah dijangkau dan dikencangkan. Kulit akan dikencangkan pada area perut, sedangkan lemak dan kulit berlebih akan dipotong dan dibuang. Jika posisi pusar perlu diubah, maka akan dibuat sayatan tambahan. Setelah semuanya selesai, seluruh sayatan akan dijahit dan area bedah akan dibalut. Selama proses operasi, tabung drainase akan menempel pada perut untuk mencegah akumulasi cairan.

Proses pengencangan perut bisa memakan waktu 1-4 jam, semuanya tergantung pada jumlah lemak dan kulit yang diangkat, kondisi kesehatan pasien, komplikasi yang timbul saat operasi, dan beberapa faktor lain.

Pemeriksaan pasca operasi yang pertama akan dijadwalkan dalam dua minggu, sedangkan waktu pemulihan biasanya bisa mencapai enam bulan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Abdominoplasti

Abdominoplasty merupakan prosedur bedah invasif, resiko yang umum terjadi meliputi:

  • Pendarahan
  • Infeksi pada area bedah
  • Bekas luka
  • Area bedah melunak
  • Nyeri
  • Pembengkakan


Kemungkinan komplikasi dan resiko lainnya adalah:

  • Cedera pada jaringan dan organ di sekitar area operasi
  • Kematian kulit dan lemak (nekrosis)
  • Seroma (akumulasi cairan pada jaringan yang mengalami operasi)
  • Kerusakan saraf yang menyebabkan mati rasa
  • Penyembuhan luka yang lambat biasanya disebabkan oleh penyakit, seperti diabetes atau kebiasaan buruk, seperti merokok
  • Embolisme, yang terjadi saat gumpalan darah keluar dari sumbernya dan memasuki paru-paru
  • Bekas luka yang nampak jelas, dapat hilang ataupun tidak


Walaupun hasil dari prosedur abdominoplasty bersifat permanen, namun kulit dan lemak tetap dapat kembali mengendur akibat berat badan yang terus berubah. Oleh karena itu, dokter bedah perlu mengingatkan pasien untuk selalu mempertahankan gaya hidup sehat dan olahraga setelah menjalani abdominoplasty. Mereka juga menekankan jika prosedur ini seharusnya bukan menjadi alternatif dari prosedur konvensional, namun prosedur yang efektif dan cara menurunkan berat badan dalam jangka waktu yang lama.

Rujukan:

  • The American Society for Aesthetic Plastic Surgery
Bagikan informasi ini: