Apa itu Alat Bantu Khusus?

Alat bantu dan telepon khusus adalah bentuk teknologi asistif (bantuan) yang digunakan untuk membantu orang berkebutuhan khusus (difabel) atau berkesulitan belajar, agar ia dapat lebih mandiri dan berkomunikasi dengan lebih efektif.

Berikut ini adalah jenis-jenis teknologi asistif yang disarankan oleh tim praktisi kesehatan (di antaranya patolog wicara, ahli terapi fisik, dan ahli terapi okupasi) berdasarkan kondisi dan kebutuhan pasien:

  • Perangkat masukan alternatif – Perangkat ini adalah peralatan yang dapat membantu pasien difabel untuk menggunakan komputer. Contohnya adalah keyboard (papan ketik) yang dirancang untuk dapat digunakan dengan hanya satu tangan; dan perangkat lunak text-to-speech yang mengubah tulisan menjadi suara.

  • Alat bantu gerak – Contoh alat jenis ini adalah kursi roda, walker (alat berkaki 4), skuter, kruk, dan tongkat.

  • Alat mekanis – Alat yang termasuk dalam kelompok ini di antaranya kartu bergambar dan alat bantu dengar.

Siapa yang Harus Memakai Alat Bantu Khusus dan Hasil yang Diharapkan

Alat bantu khusus dianjurkan bagi:

  • Anak dengan keterbatasan fisik atau gangguan belajar – Banyak alat bantu khusus yang dianjurkan untuk anak dengan keterbatasan fisik atau gangguan belajar; seperti autis. Banyak pula alat bantu khusus yang dirancang berdasarkan pemikiran bahwa, pendidikan adalah dasar yang paling penting untuk anak, agar mereka dapat hidup secara efisien dan mandiri. Oleh sebab itu, alat bantu khusus sangat menekankan pengembangan dan penggalian teknik dan perilaku komunikasi.

  • Orang lansia dengan keterbatasan fisik atau gangguan belajar – Saat tubuh menua, berbagai bagian tubuh pun mengalami penurunan fungsi yang dapat memengaruhi kemampuan penglihatan, pendengaran, berbicara, dan bahkan pergerakan seseorang.

  • Orang yang pernah mengalami trauma – Trauma dapat menyebabkan cedera serius yang mengakibatkan keterbatasan fisik atau gangguan belajar dalam jangka panjang atau pendek.

  • Orang yang tidak dapat berkomunikasi dengan alami akibat tindakan medis – Komplikasi operasi tertentu dapat menyebabkan pasien tidak dapat berbicara. Pada kasus ini, mereka akan diberikan alat bantu khusus untuk membantu mereka berkomunikasi.

  • Penghuni panti asuhan difabel – Meskipun para perawat siap membantu dalam 24 jam setiap hari, para difabel tetap didorong untuk mandiri sebisa mungkin. Alat atau perangkat bantu khusus dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Walaupun tidak dapat menyembuhkan keterbatasan fisik dan mental, teknologi asistif dapat sangat membantu dengan:

  • Memastikan bahwa pengguna dapat lebih mandiri, mudah bergerak, dan mengandalkan diri sendiri.
  • Memberikan kenyamanan dan hiburan pada pengguna.
  • Memberikan kemudahan untuk berkomunikasi, sehingga kepercayan diri pengguna meningkat.

Cara Kerja Alat Bantu Khusus

Pasien yang memiliki keterbatasan fisik dan mental akan dievaluasi, apakah mereka memenuhi syarat atau tidak untuk menggunakan alat bantu khusus. Dokter, psikolog, ahli terapi, dan teknisi dapat membantu dalam memilihkan alat yang paling tepat dan menyesuaikannya dengan pasien. Setelah alat bantu khusus tersedia, perawat akan mengajarkan pasien cara menggunakan alat tersebut dengan benar.

Adaptasi dengan alat bantuan khusus adalah proses yang berkelanjutan. Hal ini dikarenakan kondisi pasien yang mungkin berubah seiring waktu. Kemampuan bicara pasien mungkin meningkat atau mungkin pendengarannya memburuk. Bagaimanapun itu, alat yang sedang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi pasien, bahkan bila perlu diganti agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pasien.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Pemakaian Alat Bantu Khusus

Meskipun dapat diatur sesuai keinginan dan dirancang untuk memudahkan pengguna, alat bantu khusus masih agak sulit digunakan. Ada kemungkinan pasien membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menguasai alat tersebut, sehingga dapat membuat pasien frustasi dan tidak ingin menggunakannya. Oleh sebab itu, tim perawat harus siap mendidik pasien dan mengatur alat tersebut agar dapat digunakan semudah dan senyaman mungkin.

Karena belajar merupakan proses dua arah, penting bagi orang-orang di sekitar pasien untuk mengerti cara kerja alat bantu khusus yang digunakan pasien. Bila sebaliknya, alat tersebut hanya memperburuk jarak komunikasi antara pengguna dan orang di sekitarnya.

Rujukan:

  • Stach BA, Ramachandran V. Hearing aid amplification. In: Flint PW, Haughey BH, Lund LJ, et al, eds. Cummings Otolaryngology: Head & Neck Surgery. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2015:chap 162.

  • Edelstein JE. Canes, crutches, and walkers. In: Hsu JD, Michael JW, Fisk JR eds. AAOS Atlas of Orthoses and Assistive Devices. 4th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2008:chap 42.

Bagikan informasi ini: