Apa itu Alat Bantu Ortopedi?

Alat bantu ortopedi adalah alat kesehatan yang dirancang untuk menangani masalah muskuloskeletal; alat ini digunakan untuk menyelaraskan, memperbaiki posisi, menyokong, menstabilkan, serta melindungi bagian-bagian tertentu dari tubuh (khususnya otot, sendi, dan tulang) saat bagian-bagian tubuh tersebut sembuh dari cedera atau trauma. Alat kesehatan ini sering diberikan kepada pasien untuk digunakan selama proses pemulihan dan rehabilitasi.

Banyak bidang kesehatan khusus yang menggunakan alat-alat bantu ortopedi, termasuk bidang kesehatan yang berhubungan dengan rehabilitasi dan pencegahan cedera, perawatan pasca operasi, perawatan osteoartritis, dan lain-lain. Seorang profesional medis yang sudah terlatih dapat menentukan jenis alat bantu ortopedi yang sesuai untuk pasien, serta ukuran, jenis dukungan, fungsi, dan tingkat kestabilan atau perlindungan.

Alat bantu ortopedi merupakan bagian dari spesialisasi ilmu kedokteran ortotik, sebuah bidang yang berkaitan dengan perancangan, pembuatan, serta pemasangan alat bantu dan alat serupa lainnya yang digunakan di bagian luar tubuh pasien untuk merubah atau meningkatkan fungsi dan struktur otot dan tulang yang mengalami gangguan.

Akan tetapi, sangatlah penting untuk diingat bahwa alat-alat bantu ortopedi tidak boleh digunakan tanpa saran atau rekomendasi dari dokter dan ahli ortotik, yang merupakan ahli klinis yang bertanggung jawab untuk pemberian, pembuatan, pengaturan, dan pengawasan alat bantu ortopedi dan alat ortotik lainnya.

Alat bantu ortopedi dapat digunakan dengan berbagai cara. Alat-alat tersebut dapat digunakan untuk menghentikan pergerakan tangan dan kaki, bagian tertentu dari tubuh, atau persendian selama waktu yang telah ditentukan. Hal ini sangatlah penting untuk membantu pemulihan dan mengembalikan posisi yang tepat selama bagian tubuh yang terganggu sedang dalam masa penyembuhan. Alat bantu ortopedi sering disarankan untuk membatasi dan membantu pergerakan normal, mengurangi beban dari sendi dan otot yang sedang dalam masa penyembuhan atau cedera, serta memperbaiki bentuk dan fungsi untuk mengurangi rasa sakit dan membantu meningkatkan pergerakan. Pasien yang mengalami retak atau patah tulang juga dapat diberikan alat bantu untuk mendukung penyembuhan muskuloskeletal.

Alat bantu ortopedi biasanya dibedakan menjadi dua kategori, tergantung pada letak pemasangannya: untuk bagian atas dan bawah tubuh. Alat bantu ortopedi untuk bagian atas tubuh dapat dipasang pada bahu, tulang selangka, lengan, siku, pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari. Sedangkan alat bantu ortopedi untuk bagian bawah tubuh dapat dipasang pada telapak kaki, pergelangan kaki, lutut, dan betis. Alat bantu ortopedi juga dapat diberikan, dirancang, dan dibuat untuk memperbaiki posisi tulang belakang pasien yang menderita skoliosis (desain yang banyak dikenal adalah Boston Brace, Milwaukee Brace, dan Charleston Bending Brace).

Siapa yang Perlu Menggunakan Alat Bantu Ortopedi dan Hasil yang Diharapkan

Pasien biasanya akan dirujuk pada ahli ortotik oleh penyedia layanan kesehatan utama atau dokter umum. Pasien yang mengalami cedera, seperti keseleo, keretakan tulang, otot yang tertarik, perubahan posisi sendi, dan patah tulang juga dapat menggunakan alat bantu ortopedi.

Perancangan alat bantu ortopedi akan sangat bergantung pada fungsi alat bagi pasien. Alat bantu untuk pergelangan kaki biasanya berfungsi untuk membatasi pergerakan sendi di pergelangan kaki dan memberikan tekanan dan panas pada tulang di pergelangan kaki. Alat ini biasanya digunakan oleh pasien yang melakukan olahraga, seperti basket, rugby, dan sepak bola. Fungsi dari alat bantu ortopedi harus dipertimbangkan karena fungsi tersebut akan menentukan bentuk dan bahan yang digunakan dalam pembuatan alat bantu.

Alat bantu ortopedi yang dirancang untuk membatasi pergerakan dan menekan otot dan sendi seringkali terbuat dari nilon dan neoprene, dan dapat dipasang dengan menggunakan tali pengikat Velcro. Dalam kasus yang lebih serius, ahli ortotik dapat menggunakan lempengan logam untuk menahan sendi dengan lebih baik.

Alat bantu pada pergelangan tangan juga merupakan salah satu jenis alat bantu ortopedi yang umum. Seperti alat bantu pergelangan kaki, alat bantu pergelangan tangan juga dirancang untuk membatasi pergerakan sendi, serta memberikan panas dan tekanan saat pergelangan tangan sedang dalam masa pemulihan. Alat bantu ini sering disarankan untuk menangani cedera non-traumatik pada pergelangan tangan, atau untuk menyangga pergelangan tangan selama masa penyembuhan. Alat ini juga sesuai bagi pasien yang mengalami keseleo dan radang pada pergelangan tangan. Alat bantu pergelangan tangan juga dapat digunakan oleh atlet yang pergelangan tangannya sering terkilir, seperti atlet angkat beban dan bodybuilder.

Sedangkan alat bantu untuk punggung atau tulang belakang dirancang untuk memperbaiki postur dan mengurangi gejala dari penyakit seperti skoliosis. Alat bantu ini juga berperan penting dalam perawatan pasca operasi setelah pasien menjalani tindakan untuk tulang belakang, struktur di sekitarnya, dan jaringan halus di tulang belakang.

Setelah menggunakan alat kesehatan ini selama waktu yang telah ditentukan oleh dokter, bagian tubuh pasien yang mengalami gangguan diharapkan dapat kembali berfungsi dan bergerak seperti biasanya.

Cara Kerja Alat Bantu Ortopedi

Proses pemasangan semua alat bantu ortopedi berawal dengan cara yang sama. Penyedia layanan kesehatan utama akan merujuk pasien pada ahli ortotik untuk mendapatkan alat bantu yang sesuai dengan rencana pengobatan pasien.

Ahli ortotik dan penyedia layanan kesehatan utama juga akan menyarankan jangka waktu penggunaan alat bantu ortopedi bagi pasien.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Alat Bantu Ortopedi

Tidak mengikuti anjuran dokter atau menggunakan alat bantu ortopedi tanpa aturan yang tepat dapat menyebabkan cedera atau risiko yang lebih parah bagi pasien.

Rujukan:

  • Canale ST, Beaty JH, eds. Campbellā€™s Operative Orthopaedics. 11th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2007.

  • Silverstein JA, Moeller JL, Hutchinson MR. Common issues in orthopedics. In: Rakel RE, ed. Textbook of Family Medicine. 8th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:chap 30.

  • Musculoskeletal disorders. In:Frontera, WR, Silver JK, Rizzo TD Jr, eds. Essentials of Physical Medicine and Rehabilitation. 2nd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2008:chap 1-88.

Bagikan informasi ini: