Apa itu Arthroscopy Pergelangan Tangan?

Arthroscopy pergelangan adalah tindakan diagnostik atau operasi; dapat dilakukan untuk mendiagnosa, mengobati, memperbaiki, dan menangani masalah apapun yang terjadi pada atau terkait dengan pergelangan tangan. Dilakukan menggunakan alat yang disebut arthroscope, tabung kecil lentur dilengkapi dengan kamera yang memberikan gambar bagian pergelangan seperti jaringan, tulang, dan sendi, secara real time. Tindakan ini biasanya dilakukan oleh spesialis ortopedi atau dokter bedah.

Cedera pada pergelangan menjadi salah satu masalah sendi utama di Amerika Serikat. Menurut Biro Tenaga Kerja dan Statistik Amerika, hanya pada tahun 2012 paling tidak ada 185.000 kasus karena kecelakaan kerja yang memengaruhi pergelangan dan tangan. Lebih dari 30,000 disebabkan oleh keseleo atau sobeknya sendi, sementara 17.000 karena patah tulang.

Biasanya dilakukan secara rawat jalan, arthroscopy pergelangan tangan tidak membutuhkan bius total. Selain itu, hanya sayatan kecil yang diperlukan, masa penyembuhan lebih cepat dan mudah, sementara komplikasi dan risikonya kecil serta jarang terjadi.

Siapa yang Harus Melakukannya & Hasil yang Dapat Diharapkan

Seseorang yang melakukan pekerjaan yang perlu menggunakan tangan, jari, dan pergelangan tangan secara terus-menerus adalah kandidat yang tepat untuk tindakan ini. Termasuk, pekerja yang menghabiskan banyak waktu mengetik dengan keyboard, sehingga rawan terkena sindrom carpal tunnel.

Pasien yang terdiagnosa dengan keseleo, sendi yang robek, dan patahan dapat disembuhkan dengan arthroscopy pergelangan tangan.

Rasa sakit atau tidak nyaman apapun yang terasa pada pergelangan tangan dapat diperiksa dengan metode ini. Ini sangat diperlukan, terutama jika rasa sakitnya berlanjut meskipun obat-obatan dan perawatan lainnya sudah dilakukan. Terkadang pemindaian dengan sinar X standar tidak dapat menunjukkan permasalahannya, sehingga cara terbaik untuk mengetahui masalahnya dengan melihat bagian dalam pergelangan tangan. Dokter juga mungkin meminta pemeriksaan, jika hasil tes sebelum inkonklusif atau jika informasi tambahan diperlukan untuk membuat diagnosis yang akurat.

Infeksi jenis tertentu pada limpa dapat memengaruhi pergelangan tangan, dan tes yang dilakukan dapat mengindikasikan seberapa luas kondisi yang dialami. Selain itu, dapat membantu dokter bedah untuk menentukan pengobatan yang paling tepat.

Kandidat lainnya untuk tindakan ini adalah orang yang mengidap kista sendi (ganglion), yaitu benjolan kecil yang berisi air. Meskipun jinak, benjolan tersebut menimbulkan rasa sakit sehingga harus diangkat.

Tindakan ini tidak memakan waktu lebih dari satu jam. Tepat setelah tindakan selesai, pergelangan tangan pasien akan diperban untuk membatasi gerakannya, namun jari-jari masih dapat bergerak dengan bebas. Tergantung pada tingkat keparahannya kondisi dan tindakan yang dilakukan, terapi atau rehabilitasi mungkin diperlukan setelah pergelangan tangan sembuh. Sementara, dokter akan menyediakan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit saat tahap penyembuhan.

Cara Kerja Arthroscopy Pergelangan Tangan

Paling tidak dua sayatan dibuat pada pergelangan tangan, di mana arthroscope akan dimasukkan secara perlahan. Sementara, kamera yang terpasang pada probe akan memberikan umpan balik langsung ke layar komputer. Lalu, dokter akan mendiskusikan kondisi berdasarkan observasi dari tes yang dilakukan pasien.

Pada masa ini, dokter memiliki pilihan untuk mengakhiri tes dan merespkan pengobatan non-bedah, saat penyebab rasa nyerinya adalah infeksi. Jika tidak, tahapan kedua akan dimulai, yaitu pembedahan.

Operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki retakan, meluruskan sendi dan tulang, mengobati sobekan pada ligamen, dan membebaskan saraf yang terjepit pada sindrom carpal tunnel. Kista juga diangkat dalam prosesnya. Jika ada jaringan yang rusak juga akan dikeluarkan. Scope, sebuah alat yang dapat melewati jaringan sehingga operasi internsif dapat dilakukan dengan alat-alat bedah berukuran kecil.

Setelah operasi selesai, sayatan dijahit, dan pergelangan ditutup dengan perban.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Arthoscopy Pergelangan Tangan

Resiko dan komplikasi karena tindakan ini jarang terjadi. Jika terjadi, biasanya hanya komplikasi minor dan akan hilang secara perlahan dalam beberapa hari setelah tindakan.

Biasanya pasien merasakan pergelangan tangannya kaku dan tidak nyaman karena perban yang membatasi pergerakan. Karena sayatan yang dibuat, pergelangan juga rentan terhadap infeksi. Pada kasus langka, arthroscopy menyebabkan kerusakkan pada saraf, tulang rawan, dan tendon.

Rujukan:

  • Osterman AL, Lincoski C. Wrist Arthroscopy. In: Skirven, TM, Osterman AL, et al, eds. Rehabilitation of the Hand and Upper Extremity. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2011:chap. 77.
  • Part SJ III. Wrist. In: Wolfe SW, Hotchkiss RN, Kozin SH, Pederson WC, eds. Green’s Operative Hand Surgery. 6th ed.Philadelphia, PA: Elsevier Churchill-Livingston; 2010:chap 14.
Bagikan informasi ini: