Apa itu Perbaikan Defek Septum Atrium?

Perbaikan defek septum atrium adalah prosedur yang dilaksanakan untuk menutup lubang yang berada di dinding jantung, di antara atrium kanan dan kiri. Ini merupakan kondisi bawaan, di mana kebanyakan penderitanya perlu menjalani prosedur perbaikan sebelum mencapai usia 25 tahun.

Pada pola aliran normal, darah masuk melalui sisi kanan jantung dan dipompa ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen. Lalu, darah mengalir kembali ke jantung melalui atrium kiri dan dipompa keluar untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Dua sisi jantung, kanan dan kiri, dipisahkan oleh septum. Sebuah dinding yang membagi atrium kanan dan kiri disebut sebagai septum interatrial, sementara ventrikel atau bilik jantung dibagi oleh septum ventrikular. Saat janin tengah berkembang, ada pembukaan di antara atrium dan biasanya menutup sebelum janin dilahirkan. Defek septum atrium terjadi, jika pembukaan tersebut gagal menutup. Sehingga darah yang telah mendapatkan oksigen kembali lagi ke atrium kanan dan paru-paru bukannya dialirkan ke seluruh tubuh. Ada beberapa tipe utama defek septum atrium, yang digolongkan berdasarkan lokasinya. Sekundum adalah defek yang terletak di septum interatrial, sementara primum terletak di bagian yang lebih ke bawah. Sedangkan, sinus venosus, ditemukan di bagian atas septum dekat dengan vena cava superior yang berukuran besar. Dalam sebagian kasus, defek ini sembuh dengan sendirinya saat bayi bertumbuh dewasa. Jika begitu, maka intervensi medis tidak diperlukan.

Siapa yang Perlu Menjalani Perbaikan Defek Atrium Septum dan Hasil yang Diharapkan

Bayi yang didiagnosa dengan defek septum atrium tidak otomatis memerlukan prosedur perbaikan. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, seperti ukuran dan lokasi defek, kemunculan hipertensi arteri pulmonal, dan dampak defek tersebut terhadap fungsi kardiovaskular secara keseluruhan.

Kebanyakan pasien akan dipantau dalam kurun waktu tertentu untuk melihat apakah defek sembuh dengan sendirinya, terutama lubang septum yang berukuran kecil. Namun, ada pengecualian jika bayi atau balita yang memiliki defek juga beresiko besar mengembangkan gagal jantung kongestif, apabila perbaikan tidak segera dilakukan. Selain itu, jika defek tidak juga sembuh dengan sendirinya, jantung dan paru-paru akan terkena dampak yang signifikan. Perbaikan defek septum atrium direkomendasikan pada pasien yang menunjukkan gejala dispnea atau kesulitan bernapas, palpitasi, napas pendek saat menjalankan aktivitas, dan infeksi paru-paru yang terus muncul terutama pada pasien anak. Dan jika defek pada pasien anak tidak diperbaiki, maka juga akan menyebabkan napsu makan yang rendah dan melambatnya pertumbuhan.

Prosedur ini memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi dan morbiditas yang rendah, terutama pada pasien muda. Malah, kebanyakan dari pasien bertahan hingga masa dewasa dengan sedikit atau bahkan tanpa komplikasi, dan tidak perlu membatasi aktivitas tertentu. Namun, mereka tetap perlu menjalani pemeriksaan umum dengan dokternya untuk memastikan baiknya kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Cara Kerja Perbaikan Defek Atrium Septum

Perbaikan defek atrium septum dapat dilakukan dengan teknik bedah dada terbuka atau transkateter perkutan tertutup.

Pada teknik bedah dada terbuka, dokter perlu membuat sayatan di bagian dada dan memisahkan sternum di bagian tengah selama prosedur berlangsung. Lalu, bypass kardiopulmonal dilaksanakan dengan mesin jantung-paru untuk memastikan jantung tetap berdetak selama prosedur, setelah itu dokter melanjutkan dengan membuka organ. Kemudian, akses ke atrium kanan akan dibuka untuk menemukan lubang. Untuk defek sekundum, jahitan kontinyu dapat dilakukan untuk menutup lubang. Sementara, jika dokter mengobati defek primum dan sinus venosus, prosedurnya cenderung lebih kompleks. Defek primum dapat diperbaiki dengan menempatkan plester khusus pada lubang septum dengan hati-hati agar tidak melukai katup mitral terdekat. Plester biasanya terbuat dari polister polimer sintesis. Jika memperbaiki defek sinus venosus, dokter harus mengubah aliran darah dari vena pulmonal ke atrium kiri, bukannya ke kanan. Plester khusus juga digunakan untuk memperbaiki defek jenis ini.

Sebelum melepaskan mesin jantung-paru, dokter bedah akan memastikan tidak ada udara yang terperangkap di atrium atau bilik jantung terdekat. Alat pacu jantung juga akan ditempatkan sementara, sebelum dokter bedah menutup sayatan.

Sementara, pada teknik transkateter perkutan tertutup, dokter akan memasukkan kateter ke vena femoral di area lipatan paha. Menggunakan teknologi pencitraan, dokter akan memadu kateter hingga mencapai septum. Lalu, alat kecil yang dibawa oleh kateter akan dibuka seperti payung. Kemudian, alat tersebut ditempatkan di lubang dan berfungsi sebagai sumbat untuk mencegah kebocoran darah ke atrium kanan. Setelah selesai, kateter akan ditarik. Pasien tidak membutuhkan sayatan pada teknik ini.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Perbaikan Defek Septum Atrium

Teknik bedah dada terbuka membawa resiko seperti efek negatif dari obat bius, pendarahan, dan infeksi di area yang dibedah.

Selain itu, ada juga resiko munculnya gumpalan darah, terutama pada kasus di mana jahitan diperlukan. Kebanyakan pasien diberikan resep obat jangka panjang untuk mencegahnya.

Pasien juga beresiko tinggi mengembangkan endokarditis infektif, pasca prosedur.

Rujukan

  • Warnes CA, Williams RG, Bashore TM, Child JS, Connolly HM, Dearani JA, et al. ACC/AHA 2008 Guidelines for the Management of Adults with Congenital Heart Disease: Executive Summary: a report of the American College of Cardiology/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines (writing committee to develop guidelines for the management of adults with congenital heart disease). Circulation. 2008 Dec 2. 118(23):2395-451.
Bagikan informasi ini: