Apa itu Atikotomi?

Atikotomi adalah prosedur bedah untuk mengobati kolesteatoma, pertumbuhan abnormal skuamasi epitel di bagian tengah telinga atau proses matoid. Ini juga dikenal sebagai kista kulit.

Kolesteatoma bisa jadi kondisi turunan atau diperoleh. Jika diperoleh, biasanya akibat perforasi, infeksi, atau trauma. Jaringan epitelial terisi oleh keratin yang dapat menyebarkan ke bagian telinga lainnya, bahkan ke dasar tengkorak. Jika ini terjadi, maka dapat menyebabkan kerusakan di sekitar tulang dan tulang rawan. Pertumbuhan abnormal ini juga menghasilkan enzim yang dapat mengikis tulang dan memisahkan telinga dari otak, dan bisa memicu infeksi. Kondisi ini menyerang orang dari segala usia, mulai dari balita hingga manula. Jika dibiarkan, pasien bisa kehilangan pendengarannya dan juga kerusakan struktur di sekitarnya yang tidak dapat diperbaiki.

Siapa yang Perlu Menjalani Atikotomi dan Hasil yang Diharapkan

Atikotomi direkomendasikan bagi mereka dengan kondisi:

  • Kolesteatoma Atik – Kondisi ini dikarakteristikan dengan munculnya kista epidermoid di daerah atik atau tulang di atas dan di belakang bagian atas gendang telinga.

  • Kolesteatoma Diperoleh – Pasien dengan kondisi ini biasanya mengalami beberapa gejala seperti keluarnya cairan dari telinga dan kehilangan pendengaran dengan berbagai tingkat keparahan. Sementara, gejala-gejala lainnya adalah tinnitus, nyeri, sakit kepala, hingga pendarahan dari telinga. Beberapa melaporkan saraf wajahnya melemah. Umumnya dokter memberikan obat-obatan untuk menghentikan keluarnya cairan sebelum pembedahan.

  • Otitis Media – Pasien yang didiagnosa otitis media dengan tanda-tanda kolesteatoma juga ditawarkan untuk menjalani atikotomi untuk menghindari kerusakan telinga bagian tengah.

  • Mastoiditis Terbatas – Ini merujuk pada peradangan di tulang mastoid. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini dapat menyebabkan infeksi yang menyebar ke bagian telinga lain seperti bagian tengah.


Atikotomi umumnya aman dengan tingkat kepuasan yang tinggi. Manfaat jangka panjang dari prosedur ini termasuk efektif mencegah hilangnya pendengaran jangka panjang dan menjaga bagian telinga di sekitarnya agar tidak terkena kolesteatoma.

Cara Kerja Atikotomi

Setelah bius diadminstrasikan kepada pasien, sayata kecil dibuat di dalam telinga sehingga dokter dapat menjangkau kanal telinga. Kemudian, lipatan timpanomeatal diangkat untuk menemukan kolesteatoma. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam atikotomi.

Teknik pertama, dokter perlu mencari gendang telinga untuk dapat menjangkau bagian tengah telinga. Lalu, dokter bedah akan mengebor struktur tulang yang ada untuk mendapatkan gambaran yang kantong rektrasi dengan jelas. Tergantung kebutuhan, beberapa kasus mungkin perlu mengangkat dinding kanal telinga posterior dan tulang-tulang pendengaran. Lalu, kolesteatoma akan dieksisi menggunakan curved pick. Jika bagian membran timpanik telah diangkat, cangkok tulang rawan akan ditempatkan pada sisa-sisa membran. Konstruksi rantai tulang pendengaran juga dilakukan pasca pengangkatannya. Lalu, gendang telinga dikembalikan ke posisinya. Sayatan dijahit dengan benang yang dapat diserap tubuh.

Teknik kedua adalah atikotomi yang lebih luas termasuk mengangkat lebih banyak tulang atik. Dengan begini, tulang inkus dibuka untuk menghilangkan pertumbuhan keratin abnormal yang menyebar ke bagian telinga ini.

Jika kolesteatoma telah menyebar hingga ke malleus, dokter bedah akan memperluas pembedahan dan mengangkat pertumbuhan abnormal pada telinga bagian ini. Ini merupakan atikotomi teknik ketiga. Teknik kedua dan ketiga membutuhkan rekonstruksi yang luas pada bagian telinga yang sakit untuk menghindari berkembangnya kantong rektraksi dan kembalinya pertumbuhan abnormal.

Dalam beberapa kasus, dokter bedah mungkin perlu memasukkan tabung grommet ke gendang telinga untuk meredakan tekanan.

Pasien mungkin merasakan nyeri dan pusing pada beberapa jam pertama setelah pembedahan. Aktivitas berat perlu dihindari dalam satu atau dua minggu. Pasien juga perlu mengunjungi dokter beberapa kali setelah pembedahan untuk mengevaluasi keefektifan pengobatan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Atikotomi

Pasien yang menjalani pembedahan ini mungkin mengalami hal-hal berikut:

  • Efek samping dari bius yang digunakan
  • Hilangnya pendengaran – Beberapa pasien mengalami hilangnya pendengaran secara persisten. Dalam beberapa kasus, ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun, dalam kasus lain, ini dapat menjadi kondisi permanen.
  • Kambuh – Ada kemungkinan pertumbuhan abnormal terjadi lagi pada kantong retraksi karena tekanan negatif pada telinga bagian tengah. Ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan kembali kolesteatoma, sehingga membutuhkan bedah intervensi lain.
  • Infeksi – Ada juga resiko infeksi, jika tidak ada drainase yang layak. Dalam kasus ini, pasien perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk mengeringkan cairan.
  • Kelumpuhan wajah – Walaupun langka, ini dapat terjadi jika saraf wajah cedera atau rusak saat prosedur berlangsung.
  • Vertigo – Ini kemungkinan komplikasi lain yang dibarengi dengan berdengungnya telinga atau tinnitus.



Rujukan

  • Potsic WP, Korman SB, Samadi DS, Wetmore RF. Congenital cholesteatoma: 20 years’ experience at The Children’s Hospital of Philadelphia. Otolaryngol Head Neck Surg. 2002 Apr. 126(4):409-14.

  • Drahy A, De Barros A, Lerosey Y, Choussy O, Dehesdin D, Marie JP. Acquired cholesteatoma in children: Strategies and medium-term results. Eur Ann Otorhinolaryngol Head Neck Dis. 2012 Apr 2.

Bagikan informasi ini: