Apa itu Lipektomi Punggung?

Lipektomi atau pengencangan punggung adalah prosedur bedah untuk mengangkat kelebihan jaringan, terutama lemak dan kulit, dari punggung. Biasanya, area sasarannya adalah kedua sisi perut (love handle) serta punggung atas atau bawah. Prosedur ini biasanya dilakukan di kedua sisi punggung untuk memberikan hasil yang simetris.

Walaupun pengencangan punggung dapat menghilangkan kelebihan lemak, namun prosedur ini bukanlah alternatif dari diet dan olahraga. Prosedur ini dilakukan untuk memperindah bentuk tubuh pasien, terutama mereka yang berat badannya telah turun banyak dan sedang mengikuti program diet dan olahraga.

Siapa yang Perlu Menjalani Lipektomi Punggung dan Hasil yang Diharapkan

Obesitas merupakan kondisi medis serius yang saat ini semakin merajalela. Pada kasus obesitas, terdapat penumpukan lemak berlebih di tubuh yang mengganggu kesehatan seseorang. Pasien obesitas beresiko terkena beberapa penyakit, termasuk diabetes mellitus, penyakit jantung, arthritis, dan apnea tidur obstruktif. Indeks massa tubuh yang lebih tinggi dari 30kg/m2 umumnya dikategorikan sebagai obesitas, kecuali di beberapa negara Asia yang standarnya lebih rendah. Diperkirakan ada sekitar 600 juta orang dewasa yang terkena obesitas. Jumlah pasien anak yang menderita kelebihan berat badan ini juga semakin meningkat. Pada tahap awal, obesitas akan diobati dengan metode konservatif, yaitu perubahan gaya hidup dengan fokus utama pada pola makan dan olahraga. Beberapa obat juga telah disetujui untuk kondisi ini, contohnya orlistat. Namun, hingga saat ini pengobatan yang paling efektif adalah operasi. Bedah bariatrik diketahui dapat menurunkan berat badan permanen serta mengurangi resiko penyakit dan angka kematian.

Sayangnya, walaupun semua pengobatan tersebut dapat mengurangi berat badan dalam jangka panjang, ada kemungkinan pasien akan tetap memiliki kelebihan jaringan di area tertentu, misalnya di punggung. Alasan inilah yang membuat lipektomi punggung akan dibutuhkan. Pengencangan punggung dapat dilakukan untuk menghilangkan lemak berlebih yang sulit dihilangkan, walaupun dengan pengobatan konservatif agresif. Selain mengangkat timbunan lemak dan kelebihan kulit, prosedur ini juga dapat memperbaiki bentuk punggung agar menjadi lebih kencang dan berlekuk.

Cara Kerja Lipektomi Punggung

Pasien yang menjalani lipektomi punggung biasanya akan diberi bius total dan tidak perlu menginap di rumah sakit setelah pembedahan. Prosedur ini dapat dilakukan bersamaan dengan operasi kecantikan lainnya, misalnya pengencangan perut (tummy tuck), supaya tubuh terlihat lebih indah.

Sebelum pembedahan dimulai, dokter akan menandai bagian dan kulit yang akan diangkat. Lalu, area tersebut dibersihkan dan diberi anestesi. Dokter akan membuat sayatan kecil, kemudian memasukkan kanula (alat penyedot) ke bawah kulit untuk menjangkau lemak dan jaringan subkutan. Kemudian, sel lemak akan dikikis dan disedot dari tubuh.

Pada beberapa pasien, kelebihan kulit tidak perlu diangkat, karena kulit bersifat lentur dan dapat mengencang dengan sendirinya. Namun, apabila kulit sudah tidak lentur, kelebihan kulit dapat diangkat agar punggung terlihat lebih halus.

Setelah pembedahan, tabung drainase dipasang untuk mengeluarkan kelebihan cairan. Pasien sebaiknya memakai penyangga elastis, seperti korset. Walaupun pasien dapat langsung pulang, namun dianjurkan untuk menghindari aktivitas tertentu selama beberapa hari. Pasien diperkirakan akan pulih total dan dapat kembali beraktivitas biasa dalam dua minggu.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Lipektomi Punggung

Lipektomi punggung diketahui memiliki beberapa resiko, di antaranya adalah:

  • Pembengkakan dan hematoma – Kedua komplikasi yang sering terjadi namun biasanya akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa saat
  • Nyeri – Nyeri hanya bersifat sementara, dan dapat diatasi dengan obat pereda nyeri
  • Mati rasa – Biasanya pasien akan mengalami mati rasa, baik yang ringan maupun parah, dan dapat bertahan hingga beberapa minggu
  • Bekas luka – Sayatan akan menimbulkan bekas luka, namun biasanya akan menghilang selama proses penyembuhan. Ukuran bekas luka akan bergantung pada jumlah kulit yang diangkat
  • Komplikasi kulit
  • Infeksi dan pecahnya luka
  • Nekrosis kulit – Nekrosis atau kematian jaringan merupakan komplikasi yang jarang terjadi. Penanganannya dapat dengan antibiotik dan perawatan luka berkelanjutan.
  • Terbentuknya seroma – Seroma adalah akumulasi lemak cair yang terbentuk di area subkutan. Lemak akan menumpuk bila tabung drainase tersumbat dan sisa cairan tidak dapat dikeluarkan. Seroma kecil biasanya tidak perlu ditangani dan akan diserap oleh tubuh, namun yang berukuran besar membutuhkan penanganan medis, misalnya aspirasi.
  • Punggung tidak simetris – Setelah operasi, ada kemungkinan bentuk punggung menjadi tidak simetris. Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan, contohnya pengangkatan lemak yang tidak rata dan hilangnya kelenturan kulit. Proses penyembuhan juga dapat tidak merata. Pada kasus seperti ini, prosedur tambahan perlu dilakukan untuk memperbaiki penampilan punggung.


Resiko komplikasi cenderung meningkat seiring bertambahnya luas area bedah dan jumlah lemak yang diambil.



Rujukan:

  • Coleman WP III, Flynn TC, Coleman KM. Liposuction. In: Bolognia JL, Jorizzo JL, Schaffer JV, eds. Dermatology. 3rd ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 156.

  • Farrior EH, Park SS. Liposuction. In: Flint PW, Haughey BH, Lund VJ, et al., eds. Cummings Otolaryngology Head and Neck Surgery. 5th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Mosby; 2010:chap 31.

Bagikan informasi ini: