Apa itu Bedah?

Bedah adalah ilmu kesehatan yang terfokus pada penggunaan teknik bedah untuk meneliti dan menyembuhkan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh penyakit atau cedera berat. Bedah dilakukan karena banyak tujuan, seperti meningkatkan fungsi tubuh, mempercantik penampilan fisik, atau memperbaiki bagian tubuh yang rusak atau hancur.

Ada berbagai jenis tindakan bedah, yang dibedakan berdasarkan seberapa mendesak pembedahan harus dilakukan, bagian tubuh yang membutuhkan pembedahan, tujuan pembedahan, jumlah sayatan yang dibutuhkan, dan alat yang digunakan. Kategori utama dari tindakan bedah antara lain adalah:

Bedah berdasarkan pemilihan waktu

  • Bedah elektif – Tindakan bedah ini dilakukan untuk menangani penyakit yang tidak membahayakan hidup pasien dan hanya dilakukan karena permintaan pasien.
  • Bedah darurat – Bedah darurat bertujuan untuk menyelamatkan hidup pasien atau bagian tubuh pasien. Bedah ini biasanya harus dilakukan setelah pasien mengalami kecelakaan atau cedera yang menyebabkan trauma.
  • Bedah semi elektif – Tindakan bedah semi elektif dilakukan untuk mencegah akibat atau efek dari suatu penyakit atau cedera, namun tidak harus segera dilakukan. Pembedahan ini dapat ditunda untuk beberapa saat.

Bedah berdasarkan tujuan

  • Bedah penyelidikan – Tindakan bedah yang tujuan utamanya adalah untuk mendukung atau memastikan suatu dugaan diagnosis.
  • Bedah terapi – Tindakan bedah yang dilakukan hanya untuk mengobati suatu penyakit yang sebelumnya telah dipastikan memang diderita pasien.

Bedah berdasarkan jenis prosedur

  • Bedah rekonstruktif – Jenis tindakan bedah ini dilakukan untuk memperbaiki bagian tubuh yang mengalami luka, cacat, atau kerusakan yang parah akibat cedera, penyakit atau tindakan bedah yang sebelumnya dijalani oleh pasien, misalnya pengangkatan payudara.
  • Reseksi – Tindakan bedah ini dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh bagian dari organ tubuh tertentu.
  • Penanaman kembali – Berlawanan dari reseksi, tindakan bedah ini dilakukan untuk melekatkan kembali bagian tubuh yang terlepas.
  • Cangkok – Cangkok merupakan tindakan bedah di mana organ atau bagian tubuh digantikan oleh organ dari sumber lain.
  • Amputasi – Pada amputasi, suatu bagian tubuh tertentu akan dipotong. Prosedur ini biasanya dilakukan supaya infeksi tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  • Bedah kecantikan – Saat ini sedang banyak diminati, bedah kecantikan bertujuan untuk mempercantik penampilan seseorang.

Bedah berdasarkan bagian tubuh – Jenis bedah yang berdasarkan bagian tubuh sangatlah banyak; beberapa di antaranya adalah:

  • Bedah jantung – Tindakan bedah yang dilakukan pada jantung
  • Bedah tulang – Tindakan bedah yang dilakukan untuk menangani kelainan pada tulang dan otot.
  • Bedah saluran pencernaan – Bedah pada saluran pencernaan dapat mengatasi kelainan tertentu pada saluran pencernaan dan berbagai organ tubuh yang berkaitan dengan saluran pencernaan.

Bedah berdasarkan jenis sayatan

  • Laparotomi – Bedah laparotomi membutuhkan sayatan yang besar.
  • Laparoskopi – Bedah yang hanya membutuhkan sayatan yang kecil dinamakan bedah laparoskopi; saat ini sebagian besar tindakan bedah yang besar memiliki padanan tindakan bedah yang menggunakan teknik laparoskopi, sehingga dapat mengurangi waktu pemulihan serta rasa sakit dan ketidaknyamanan yang dialami pasien.

Bedah berdasarkan teknologi atau peralatan yang digunakan

  • Bedah laser
  • Bedah robot
  • Bedah endoskopi
  • Bedah mikroskopi

Siapa yang Perlu Menjalani Bedah & Hasil yang Dapat Diharapkan

  • Pasien yang menderita penyakit yang menyebabkan rasa sakit atau sangat berisiko terkena penyakit seperti itu
  • Pasien yang mengalami gejala yang parah dan mengganggu fungsi tubuh mereka
  • Pasien yang diduga menderita suatu penyakit terkadang harus menjalani pembedahan, seperti biopsi, agar bisa dipastikan dugaan mengenai penyakit tersebut.
  • Pasien yang menderita penyakit yang parah biasanya harus menjalani pembedahan agar nyawa mereka bisa diselamatkan.

Tidak semua pasien yang membutuhkan pembedahan harus menjalaninya dengan segera. Pertama, pasien akan diperiksa untuk memastikan bahwa tindakan bedah manfaatnya lebih besar dari bahayanya bagi pasien. Pada beberapa kasus, kondisi pasien mungkin terlalu sensitif atau lemah, sehingga mereka tidak dapat menjalani pembedahan. Oleh karena itu, semua pasien akan diperiksa terlebih dahulu. Setelah dipastikan dapat menjalani pembedahan, pasien akan diberikan izin mengikuti pembedahan.

Cara Kerja Bedah

Prosedur bedah biasanya dinamakan operasi atau tindakan bedah, sehingga dapat dibedakan dari bedah sebagai ilmu kedokteran. Tindakan bedah merupakan metode pengobatan khusus yang menggunakan peralatan bedah dan biasanya dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari dokter bedah, asisten dokter bedah, ahli obat bius, perawat bedah, dan teknisi bedah. Seluruh prosedur bedah bisa diselesaikan dalam hitungan menit atau jam, tergantung pada jenisnya dan penyakit yang ditangani. Namun, tindakan bedah bukan tindakan rawat jalan.

Dengan adanya berbagai tindakan bedah, maka dibutuhkan juga metode persiapan dan perawatan pra-bedah yang beragam. Sebelum menjalani pembedahan, pertama pasien harus menjalani pemeriksaan kesehatan, kemudian mereka akan dinilai dengan sistem klasifikasi status fisik ASA. Apabila pasien dinilai dapat menjalani pembedahan, mereka akan diminta untuk memberikan persetujuan mereka, yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin bedah. Saat-saat sebelum pembedahan digunakan untuk melakukan persiapan bedah, seperti melakukan program donasi darah autologous beberapa minggu sebelum pembedahan yang diperkirakan akan menyebabkan pasien kehilangan banyak darah.

Setelah bedah, pasien juga akan diberi instruksi tentang cara merawat tubuh mereka sampai pulih sepenuhnya. Beberapa hari setelah pembedahan, pasien akan diawasi secara seksama; proses ini dapat dilakukan di rumah sakit, dalam kasus bedah yang besar atau membutuhkan sayatan, atau di rumah pasien. Pasien biasanya juga diberi obat-obatan untuk mempercepat proses pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi pasca bedah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Bedah

Bedah adalah tindakan yang memiliki risiko dan komplikasi, misalnya:

  • Nyeri berkelanjutan pasca bedah
  • Penggumpalan darah
  • Kelelahan atau kurang energi
  • Atrofi otot akibat kurang pergerakan dan olahraga selama pemulihan pasca bedah
  • Infeksi
  • Perdarahan/Hemoragi
  • Pengaruh obat bius yang belum hilang

Komplikasi dan risiko yang dapat terjadi akan bergantung pada jenis bedah yang dilakukan. Operasi besar seperti bedah jantung terbuka memiliki risiko terjadinya komplikasi yang lebih tinggi, namun saat ini ilmu pembedahan telah menemukan cara untuk mengurangi risiko dengan menggunakan bedah laparoskopi minim sayatan.

Rujukan:

  • http://www.upmc.com/SERVICES/GENERAL-SURGERY-TRAUMA/RESEARCH/Pages/default.aspx
  • http://www.journalofsurgicalresearch.com/
Bagikan informasi ini: