Apa itu Pengencangan Paha?

Pengencangan paha adalah tindakan bedah yang dilakukan dengan menghilangkan kulit berlebih dan timbunan lemak untuk memperbaiki bentuk paha dan kaki. Tindakan ini juga dikenal sebagai thighplasty.

Kulit terdiri dari banyak lapisan. Pada lapisan kulit yang paling dalam dapat ditemukan kolagen, yaitu protein terbesar dalam tubuh yang merupakan bagian dari jaringan penghubung. Kolagen bertanggung jawab untuk "menahan" sendi, tulang, dan jaringan untuk membentuk struktur tubuh. Kolagen juga dapat membuat kulit menjadi kencang dan lentur. Namun, seiring bertambah usianya seseorang, jumlah kolagen yang dihasilkan oleh tubuhnya akan berkurang, sehingga kulit akan mengendur.

Kulit juga dapat menjadi kendur saat seseorang mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba atau cepat. Hal ini terjadi ketika seseorang tidak melakukan latihan pengencangan untuk menjaga agar otot tetap kencang, karena tubuh akan mulai menurunkan berat badan yang berlebih.

Pengencangan paha dapat bersifat medial (dalam) atau lateral (luar). Apabila bokong pasien juga harus dikencangkan, maka pengencangan paha posterior akan dilakukan. Dokter bedah dapat menentukan jenis pengencangan paha mana yang terbaik bagi Anda, tergantung pada harapan, keinginan, jumlah kulit yang kendur, dan lain-lain.

Seringkali, pengencangan paha digabungkan dengan tindakan bedah lainnya seperti pengencangan perut dan pengencangan lengan untuk memperbaiki bentuk tubuh secara keseluruhan.

Siapa yang Harus Menjalani Pengencangan Paha dan Hasil yang Diharapkan

Kandidat terbaik untuk pengencangan paha adalah mereka yang:

  • Mengkhawatirkan penampilan paha mereka – Kulit kendur yang berlebihan di sekitar bagian paha dapat menyebabkan wanita tidak dapat mengenakan pakaian renang, celana pendek, dan rok. Ke depannya, masalah kecantikan ini dapat mengurangi tingkat kepercayaan diri seseorang.
  • Ingin mendapatkan tubuh yang lebih proporsional – Kulit berlebih dengan timbunan lemak dan selulit dapat membuat paha terlihat lebih besar dan bagian bawah perut menjadi lebih berat. Wanita yang berbadan kecil dapat terlihat lebih kecil.
  • Telah mengalami kehilangan berat badan yang berlebihanOperasi penurunan berat badan dapat menghilangkan timbunan lemak berlebih namun tidak dapat membentuk tubuh. Operasi ini dapat menyisakan kulit kendur yang tidak enak dilihat. Selain itu, seseorang dapat menurunkan berat badan dengan berolahraga, namun tanpa pengencangan yang baik, kulit berlebih dapat tetap timbul.


Sementara itu, pengencangan paha tidak sesuai bagi mereka yang:

  • Merokok – Pengencangan paha seringkali menjadi operasi yang invasif, oleh karena itu membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama. Merokok dapat mengganggu proses penyembuhan dan menyebabkan luka tubuh tidak dapat sembuh.

  • Memiliki banyak timbunan lemak – Pengencangan paha disarankan bagi individu yang sehat dan memiliki kulit kendur yang berlebih. Walaupun tindakan ini dapat menghilangkan lemak, namun tindakan ini tidak dirancang untuk menurunkan berat badan. Apabila seseorang ingin menghilangkan banyak lemak, pengencangan paha dapat digabungkan dengan sedot lemak. Bahkan setelah digabungkan dengan sedot lemak, apabila indeks massa tubuh seseorang sangat tinggi, ia dapat disarankan untuk menurunkan sedikit berat badan atau menjalani operasi penurunan berat badan, apabila dibutuhkan, sebelum menjalani tindakan kecantikan lainnya.


Efek pengencangan paha dapat langsung terlihat, walaupun paha pasien mungkin masih terlihat agak besar akibat pembengkakan. Walaupun begitu, pembengkakan seharusnya menghilang setelah 1-2 minggu, dan setelah itu hasil yang diharapkan bisa dilihat. Hasil pengencangan paha dapat bertahan untuk waktu yang sangat lama. Namun, untuk menjamin hal tersebut, pasien harus sangat memerhatikan nutrisi atau pola makannya, serta melakukan olahraga rutin, terutama olahraga yang dapat membantu mengencangkan otot.

Cara Kerja Pengencangan Paha

Langkah pertama dari pengencangan paha adalah konsultasi. Saat konsultasi, dokter bedah akan menganalisa jumlah kulit yang kendur dan lemak yang dapat dihilangkan selama tindakan. Dokter juga akan memeriksa riwayat kesehatan pasien untuk memastikan ia dapat menjalani pengencangan paha. Karena tindakan ini bukanlah operasi darurat, tanggal operasi dapat diatur terlebih dahulu.

Bius umum dapat diberikan untuk mengurangi pergerakan secara signifikan. Setelah itu, bagian paha akan disterilkan sebelum disayat. Jenis sayatan yang dibuat pada pengencangan paha medial dan lateral akan berbeda.

Pada pengencangan paha medial, sayatan dibuat pada bagian dalam kaki, mulai dari selangkangan sampai pinggang. Pada pengencangan paha lateral, sayatan dibuat mulai dari lipatan selangkangan di dekat paha sampai ke punggung atau bokong. Tindakan ini sesuai bagi pasien yang telah mengalami penurunan berat badan yang signifikan dan memiliki banyak kulit berlebih yang tersisa.

Setelah sayatan dibuat, jaringan kulit yang berlebih dan sedikit lemak akan diangkat melalui operasi. Kulit yang tersisa akan dilekatkan kembali di otot. Kemudian, dokter bedah akan membuat jahitan untuk menutup sayatan dan menahan struktur kulit yang baru.

Tergantung pada seberapa invasif pengencangan paha yang dilakukan, pasien mungkin harus menginap di rumah sakit atau klinik setidaknya selama satu malam. Keesokan harinya, pasien harus diantarkan ke rumah oleh anggota keluarga atau temannya untuk membatasi aktivitas atau pergerakan yang dapat mengganggu proses penyembuhan.

Walaupun pasien sudah dapat berjalan atau menggerakkan kakinya, dokter bedah dapat menyarankan agar pasien tidak mengangkat benda yang berat atau melakukan aktivitas yang berat. Kain penekan dapat diberikan untuk mempercepat pemulihan.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Pengencangan Paha

Sebisa mungkin, sayatan akan dibuat di lipatan selangkangan sehingga bekasnya tidak terlihat. Namun, bekas luka masih dapat terlihat, terutama apabila sayatan yang dibuat panjang dan lebar serta ada banyak kulit yang diangkat.

Seperti tindakan bedah lainnya, pengencangan paha dapat menyebabkan infeksi. Untuk mengurangi infeksi, dokter bedah biasanya memberikan antibiotik yang harus diminum selama beberapa hari. Sementara itu, edema atau pembengkakan akibat penimbunan cairan dapat dicegah dengan melekatkan tabung pembuangan cairan. Tabung ini harus dilepas setidaknya seminggu setelah tindakan.

Kemungkinan risiko lainnya adalah nyeri, yang terkadang dapat susah dihilangkan, perubahan warna kulit, kaki yang tidak sejajar, reaksi alergi terhadap obat bius, dan mati rasa di bagian tubuh yang dioperasi.

Rujukan:

  • Christopher K. Livingston, MD, assistant professor of plastic surgery, University of Texas, Houston.
  • WebMD Medical Reference from “The Plastic Surgery Sourcebook.”
Bagikan informasi ini: