Apa itu Bedah Mikrovaskular?

Pembedahan mikrovaskular adalah bagian dari pembedahan mikro yang dilakukan dalam tindakan pembedahan pada pembuluh darah yang berukuran kecil, yang ukuran diameternya berkisar antara tiga sampai lima milimeter. Pembuluh darah yang berukuran sangat kecil ini, dapat dilakukan menggunakan mikroskop yang dirancang khusus untuk pembedahan dalam ruangan. Karena, pada dasarnya dianggap terlalu rapuh bagi teknik bedah tradisional. Dokter bedah mikrovaskular juga menggunakan alat-alat khusus, seperti jarum yang sangat kecil yang dapat digunakan untuk membuat jahitan yang sangat kecil pula.

Pembedahan mikrovaskular sering dilakukan untuk pemasangan kembali, atau pemasangan jari, lengan, tangan, dan bagian tubuh lain yang sudah terlepas sepenuhnya dari tubuh melalui pembedahan. Bagian tubuh ini sangat sulit untuk dipasangkan kembali ketika lepas, karena ada jaringan pembuluh darah yang sangat kecil yang perlu disambungkan kembali dengan tubuh. Selain untuk pemasangan kembali, pembedahan mikrovaskular juga dilakukan untuk pembedahan rekonstruksi sebagai cara untuk mengembalikan bentuk dan fungsi bagian tubuh yang terserang cedera atau penyakit, cangkok urat saraf, perbaikan saraf, dan perbaikan pembuluh darah biasa.

Siapa yang Perlu Menjalani Tindakan Bedah Mikrovaskular & Hasil yang Diharapkan

Orang-orang yang memiliki kondisi berikut ini adalah kandidat ideal untuk mendapatkan pembedahan mikrovaskular:

  • Terserang penyakit yang menyerang bagian tubuh tertentu (termasuk kanker dan penyakit lain yang menyerang jaringan, otot, dan pembuluh darah)
  • Kehilangan jarigan yang traumatik
  • Tidak adanya jaringan tertentu yang merupakan cacat bawaan
  • Memiliki bagian tubuh tertentu yang sudah terpotong seutuhnya (termasuk jari, jempol, lengan, telinga, kulit kepala, hidung, dan alat kelamin)
  • Memiliki masalah kemandulan yang diakibatkan hambatan di jalur bagian tubuh tertentu

Cara Kerja Bedah Mikrovaskular

Metode dan teknik yang digunakan dalam pembedahan ini tergantung dari masalah yang dialami pasien yang memerlukan pembedahan mikrovaskular. Jika pasien memerlukannya karena kondisi gawat darurat (termasuk cedera yang menghancurkan bagian tubuh atau amputasi), dokter bedah perlu melakukan tindakan pembedahan secepat mungkin utnuk memastikan pembedahan rekonstruksi atau pemasangan kembali masih dapat dilakukan. Pasien perlu menjalani pemindaian sinar-X untuk menentukan tingkat keparahan cederanya. Jika memerlukan amputasi, kehati-hatian sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan jaringan bagian tubuh yang diamputasi.

Pembedahan mikrovaskular untuk kondisi kronis dapat melakukan tindakan yang tidak terlalu terikat oleh waktu. Pasien akan diminta untuk menghindari kebiasaan yang dapat memperlambat pemulihan (seperti merokok dan menggunakan obat-obatan tertentu).

Untuk pembedahannya sendiri, pasien akan diberikan anestesi umum. Karena pembedahan mikrovaskular cukup rumit dan dilakukan menggunakan mikroskop, tindakan ini dapat menghabiskan waktu sampai 12 jam atau lebih. Selain melakukan pembedahan melalui mikroskop, dokter bedah akan menggunakan beberapa alat khusus yang dapat memperbaiki dan merekonstruksi pembuluh darah dan jaringan secara presisi.

Setelah tindakan dilakukan, pasien akan diberikan infus intravena selama 12 sampai 24 jam. Pasien akan menjalani diet cairan sebelum dibolehkan makan makanan padat. Beberapa pengujian dari gambar santir dan diagnostik akan dilakukan pada pasien untuk menentukan keberhasilan tindakan pembedahan. Pengujian yang akan dilakukan termasuk areriography, ultrasonik Doppler, dan pengujian detak oximetri.

Setelah pasien dibolehkan untuk pulang ke rumah, Ia akan diminta untuk menjauhi tembakau dan rokok nikotin paling tidak selama enam minggu. Pasien juga akan memerlukan rehabilitasi fisik setelah luka pembedahan sudah pulih.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Bedah Mikrovaskular

Infeksi adalah salah satu resiko terbesar dan komplikasi yang mungkin terjadi dari pembedahan mikrovaskular, tertuama dalam kasus pemasangan kembali bagian tubuh. Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalh:



Rujukan:

  • UCLA Health: “Microvascular and Reconstructive Surgery”
  • Plastic Reconstructive Surgery: “A Clinical Extension of Microvascular Techniques”
  • University of Florida Health: “Microvascular Surgery for Breast Reconstruction”
  • American Society for Reconstructive Microsurgery
Bagikan informasi ini: