Apa itu Bedah Mohs?

Bedah Mohs adalah salah satu teknik yang dianggap paling efektif untuk mengobati penyakit kanker kulit karena ketepatannya. Tindakan ini melibatkan pengangkatan lapis demi lapis jaringan kulit dengan hati-hati, sampai yang tertinggal hanyalah kulit bebas kanker.

Tujuan dari Bedah Mohs adalah untuk menghilangkan semua jejak kanker kulit dan mempertahankan sebanyak mungkin kulit yang sehat untuk meminimalkan risiko, perdarahan dan jaringan parut.

Tindakan ini berbeda dari eksisi kulit biasa. Pada eksisi kulit biasa, yang pertama dilakukan adalah membuang jaringan kanker, baru kemudian memeriksa apakah ada kanker yang tersisa. Dokter sering tidak tahu sejauh mana penyebaran kanker, karena itu dokter dapat membuang jariangan yang sehat, sementara sel kanker yang tersisa tertinggal. Dalam Bedah Mohs, pasien akan segera mengetahui penyebaran kanker karena tes laboratorium dilakukan selama tindakan berlangsung.

Tergantung pada tingkat atau keparahan kanker, diperlukan waktu beberapa jam sampai satu hari untuk menyelesaikan tindakan ini. Namun, tindakan ini menjamin bahwa pasien akan meninggalkan rumah sakit dengan kondisi bebas kanker, meski ini tidak menjamin apakah kanker kulit tidak akan kembali. Untungnya, Mohs adalah teknik yang efektif bagi mereka yang rentan terhadap kanker kulit berulang.

Di Amerika Serikat, diprediksi bahwa setidaknya 1 dalam setiap 5 orang akan mengalami kanker kulit. Meski hal ini dapat disembuhkan dalam tahap awal, namun bisa menjadi agresif dan mematikan jika pasien gagal untuk mencari pengobatan yang tepat.

Siapa yang Harus Menjalani Bedah Mohs dan Hasil yang Diharapkan

Bedah Mohs efektif pada orang-orang yang telah didiagnosis dengan sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Sel-sel basal adalah yang ditemukan di lapisan kulit yang lebih dalam. Ketika berkembang menjadi kanker, mereka mungkin muncul sebagai lesi kulit. Di sisi lain, sel skuamosa merupakan pembentuk lapisan atas atau epidermis kulit. Mereka juga ditemukan di bagian lain dari tubuh seperti mata. Ketika menjadi kanker, mereka sering terlihat seperti lesi berkerak atau tambal sulam atau nodul. Meski keduanya dapat disembuhkan, sel skuamosa memiliki kecenderungan untuk menjadi agresif dan mematikan ketika dibiarkan berkembang tanpa intervensi medis.

Tindakan ini dapat dilakukan pada kanker kulit yang muncul di leher dan kepala. Hal ini juga bisa digunakan di telinga, mata, bibir, tangan, dan kaki.

Mohs juga dapat membantu pasien dengan melanoma, yang dianggap sebagai bentuk paling berbahaya dari kanker, karena setelah itu menyebar, maka akan sangat sulit untuk mengobati. Pada titik ini juga, bedah Mohs mungkin tidak lagi menjadi pengobatan yang efektif. Melanoma terbentuk ketika sel-sel yang dikenal sebagai melanosit mengembangkan gen yang rusak, yang menyebabkan mereka berkembang biak secara tak normal dan kemudian membentuk tumor.

Tindakan ini juga dapat bekerja pada tumor berulang, asalkan tumbuh di area yang sama. Dokter menggunakannya untuk mengobati kanker kulit yang berulang, terutama mereka yang sebelumnya telah didiagnosis dengan karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.

Tindakan ini tidak dimaksudkan untuk orang-orang yang telah didiagnosis dengan gangguan darah, orang-orang dengan infeksi kulit dan alergi, dan pasien yang sakit parah dan tidak cukup kuat untuk menjalani tindakan.

Cara Kerja Bedah Mohs

Seringkali, Bedah Mohs dilakukan secara rawat jalan. Namun, karena penting bagi dokter memiliki akses langsung dan mudah ke laboratorium yang dapat mempelajari sampel jaringan secara mikroskopis, biasanya tindakan ini dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan yang komprehensif seperti klinik dermatologi besar atau rumah sakit. Karena tindakan mungkin memakan waktu lama, pasien perlu meluangkan waktu satu hari untuk menjalani tindakan ini.

Pertama, dokter menganalisa kondisi kulit dan menentukan apakah pasien memenuhi syarat untuk Bedah Mohs. Jika iya, dokter melanjutkan melanjutkan kerja dengan menandai karsinoma yang paling terlihat pada kulit, biasanya dengan menggunakan pena. Kemudian, bagian ini akan diberikan bius lokal untuk meminimalkan rasa sakit. Kadang-kadang efektivitas anestesi mereda, terutama ketika tindakan berlangsung lama. Dalam hal ini, pemberian kembali bius lokal perlu dilakukan.

Menggunakan alat bedah yang tajam seperti pisau bedah, dokter perlahan-lahan menghilangkan lapisan kulit kanker bersama dengan jaringan marjin. Jaringan ini sedikit lebih besar dari area tumor yang sebenarnya dan digunakan untuk menentukan penyebaran kanker. Luka ditutupi dengan perban, sementara sampel yang diambil dipelajari di bawah mikroskop. Diperlukan setidaknya satu jam sebelum hasil datang kembali.

Tindakan ini dianggap selesai ketika semua sel kanker telah dipindahkan. Namun, jika tidak, tindakan dilanjutkan dengan memulai dari titik yang tepat di mana sel-sel kanker telah ditemukan. Tindakan terus berlangsung sampai tidak ada lagi tanda-tanda kanker ditemukan pada sampel jaringan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Bedah Mohs

Salah satu risiko terbesar dari Bedah Mohs adalah cacat, terutama ketika sebagian besar kulit harus dihapus. Hal ini biasanya terjadi ketika sel-sel kanker telah menyebar atau menjadi agresif. Dengan demikian, langkah yang umum dilakukan setelah tindakan ini adalah membahas kemungkinan rekonstruksi wajah atau bedah kecantikan. Salah satu solusi, misalnya, adalah pencangkokan kulit, di mana lapisan kulit yang sehat dari bagian lain dari tubuh ditransplantasikan ke area luka.

Sebisa mungkin, dokter meninggalkan banyak kulit yang sehat untuk meminimalkan jaringan parut, meski jaringan parut adalah efek samping yang khas dalam bedah Mohs. Meski beberapa luka ini kurang terlihat atau mudah disembunyikan, kadang-kadang berubah menjadi keloid.

Perdarahan juga dapat terjadi selama dan setelah tindakan, dan ini termasuk hematoma, yang mungkin tampak seperti memar. Pasien juga akan mengalami rasa nyeri, sakit, dan luka mudah muncul di daerah pembedahan. Oleh karena itu, dokter juga dapat memberikan obat untuk mengontrol risiko ini.

Infeksi adalah masalah lain, terutama karena luka membuat pintu bagi patogen untuk masuk. Selain penghilang rasa sakit, dokter juga sering memberikan antibiotik.

Meski sangat jarang terjadi, tindakan ini dapat menyebabkan kerusakan saraf.

Rujukan:

  • National Cancer Institute: PDQ Skin Cancer Treatment. Bethesda, MD: National Cancer Institute. Terakhir dimodifikasi 20 Juli 2012. Tersedia di: http://cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/skin/HealthProfessional. Diakses 19 Augustus 2013.

  • Upjohn E, Taylor RS.Mohs surgery. Rigel: Cancer of the Skin. Edisi ke-2. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2011:bab 47.

Bagikan informasi ini: