Apa itu Operasi Otak?

Operasi otak merupakan operasi besar yang sangat berisiko yang membutuhkan pembentukan lubang pada tengkorak dan menghilangkan penutup tulang untuk mengakses otak untuk mengobati berbagai kondisi medis termasuk epilepsi dan kanker. Tindakan ini biasanya dipandu oleh endoskopi, MRI, atau CT scan untuk memerikan dokter ahli bedah gambar otak yang jelas dan memastikan keakuratan operasi. Operasi ini memiliki risiko, namun dokter hanya melakukan tindakan dalam kasus ketika manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Sebagian besar operasi otak dilakukan di bawah pengaruh bius total, namun perkembangan teknologi dan metode terkini telah memungkinkan dokter ahli bedah untuk melakukan operasi otak, terutama tindakan tumor otak, sementara pasien diberi obat penenang namun tetap terjaga. Langkah ini paling sering digunakan ketika daerah yang akan dioperasi terlalu dekat dengan bagian yang dapat mengontrol bahasa, penglihatan, dan gerakan tubuh, atau ketika tumor telah menyebar ke sebagian besar otak dan tidak memiliki batas yang tetap.

Siapa yang Harus Menjalani Operasi Otak dan Hasil yang Diharapkan

Operasi otak biasanya dilakukan untuk alasan berikut:

  • Untuk menghilangkan aneurisma atau bagian lemah pembuluh darah
  • Untuk mengangkat tumor
  • Mengambil sampel tumor untuk tujuan biopsi
  • Menghilangkan malformasi arteriovenosa
  • Membebaskan saraf yang terjepit
  • Mengeringkan darah dalam kasus pendarahan/perdarahan pada otak
  • Menghilangkan pembekuan darah atau hematoma pada otak
  • Menangani patah tulang tengkorak
  • Mengobati penyebab sakit wajah atau saraf serius
  • Meringankan tekanan yang disebabkan oleh stroke atau luka
  • Mengimplan perangkat elektronik untuk pengobatan penyakit otak
  • Menangani hidrosefalus

Cara Kerja Operasi Otak

Mengingat operasi otak merupakan operasi besar, beberapa langkah diperlukan sebelum seseorang dapat menjalani tindakan ini. Pertama, dokter akan memeriksa pasien untuk menentukan apakah pasien dalam kondisi baik untuk menjalani operasi. Langkah ini melibatkan sinar-X dan pemeriksaan laboratorium, sehingga sangat penting untuk memberitahu dokter Anda jika Anda:

  • Hamil
  • Mengkonsumsi obat, vitamin, suplemen, atau obat herbal
  • Meminum alkohol
  • Mengkonsumsi aspirin atau NSAID
  • Alergi terhadap obat tertentu

Pada hari menjelang operasi, pasien tidak diizinkan untuk mengkonsumsi obat yang dapat menghambat pembekuan darah. Pasien juga diminta untuk menggunakan sampo dengan jenis tertentu pada malam sebelum operasi dan untuk berpuasa makan dan minum selama sekitar 10 jam sebelum tindakan.

Sebelum operasi otak, kepala pasien disiapkan dengan mencukur rambut pada bagian kulit kepala. Kemudian, daerah ini dibersihkan sehingga dokter ahli bedah dapat membuat potongan yang tepat melalui kulit kepala. Lokasi pemotongannya berbeda berdasarkan lokasi spesifik masalah otak. Setelah dipotong, lempengan tempurung kepala akan diangkat dan dokter ahli bedah akan memulai tindakan. Keseluruhan tindakan ini juga akan bergantung pada masalah yang sedang ditangani.

Sepanjang operasi, tanda-tanda vital pasien akan diawasi secara ketat, terutama jika tindakan adalah operasi otak dengan pasien terjaga.

Setelah operasi, lempengan tempurung kepala akan diganti dan akan ditahan pada tempatnya oleh piringan logam kecil, kawat, dan jahitan. Namun, terdapat kasus di mana langkah ini dilewati, seperti ketika operasi dilakukan untuk menghilangkan infeksi atau tumor. Lempengan juga tidak ditempatkan kembali ketika masih terdapat pembengkakan pada otak.

Tim ahli perawatan kesehatan akan memantau pasien setelah operasi otak untuk memastikan bahwa otak bekerja dengan baik. Terdapat banyak langkah yang diambil untuk memeriksa kinerja otak, seperti menyinari cahaya pada mata atau meminta pasien untuk melakukan hal-hal sederhana. Pasien juga akan diberikan bantuan oksigen dan diberikan obat untuk mengurangi rasa sakit dan terapi fisik atau rehabilitasi, jika diperlukan. Kebanyakan pasien tinggal di rumah sakit hingga seminggu setelah tindakan selesai.

Kemungkinan Risiko dan Komplikasi Operasi Otak

Risiko operasi otak lebih besar dibandingkan dengan operasi jenis lainnya. Kemungkinan risiko dan komplikasinya meliputi:

  • Masalah berbicara
  • Lemah otot
  • Pembekuan darah
  • Pendarahan pada otak
  • Kejang
  • Stroke
  • Koma
  • Infeksi pada otak
  • Terinfeksi luka/sayatan
  • Infeksi pada tengkorak
  • Pembengkakan otak

Ada juga beberapa risiko yang berhubungan dengan penggunaan obat bius. Risiko ini termasuk:

  • Reaksi alergi terhadap obat bius
  • Kesulitan bernapas

Meskipun risiko ini mungkin terjadi, tingkat terjadinya cukup rendah, terutama ketika langkah-langkah yang diperlukan sebelum dan setelah operasi diikuti secara hati-hati.

Rujukan:

  • Gasco J, Mohanty A, Hanbali F, Patterson JT. Neurosurgey. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 68.
Bagikan informasi ini: