Apa itu Bedah Muskuloskeletal?

Pembedahan muskulosketal merujuk kepada beberapa jenis tindakan pembedahan yang bertujuan untuk menignkatkan, mengatur, dan mengatasi gangguan, penyakit, cedera, atau kondisi bawaan pada sistem muskoloskeletal. Sistem organ ini, yang terdiri dari tulang, sendi, ligamen, dan otot, berperan untuk membentuk tubuh dan menopang tubuh, dan memastikan kestabilan tubuh, dan membuat tubuh manusia dapat bergerak.

Tindakan pembedahan muskuloskeletal dilakukan oleh dokter bedah yang memiliki spesialisasi di bidang ortopedi.

Siapa yang Perlu Menjalani Pembedahan Muskoloskeletal & Hasil yang Diharapkan

Pasien yang memiliki masalah berikut ini dianggap sebagai kandidat ideal untuk menjalani pembedahan muskuloskeletal, jika dokter mereka menganggap bahwa pembedahan muskuloskeletal adalah perawatan yang paling baik setelah menilai resiko dan keuntungan dari tindakan ini:

  • Cedera. Trauma dapat diakibatkan oleh berbagai macam faktor, tetapi banyak pasien menderita cedera akibat berolahraga dan kecelakaan. Cedera dapat membuat patah dan dislokasi tulang.

  • Kelainan muskuloskeletal. Katerogi ini terdiri dari epicondylitis, sindrom saluran karpal, dan tendinitis. Kelainan sistem muskuloskeletal dapat disebabkan terlalu sering mengangkat beban berat selama jangka waktu yang lama, melakukan tugas yang berat dengan postur tubuh yang tidak tepat, atau mengikuti aktivitas olahraga. Atlit sangat rentan terhadap kelainan sistem muskuloskeletal karena mereka melakukan aktivitas yang sama lagi dan lagi melalui latihan yang mereka jalani

  • Penyakit degeneratif. Ada beberapa jenis penyakit yang dapat menyebabkan penurunan kondisi sendi, tualng, dan jaringan sekitar dan otot. Contohnya seperti :


  1. Arthritis : Penyakit ini memiliki ciri-ciri adanya peradangan sendi, dan ada dua jenis: osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Osteoarthritis disebabkan oleh kekakuan sendi, rasa sakit, dan pembengkakan tulang yang terserang, sedangkan rheumatoid arthritis disebabkan oleh kekakuan atau rasa perih pada sendi, dan dapat menyebabkan pembengkokan tulang seiring waktu
  2. Osteoporosis: penyakit ini lebih sering menyeran wanita berusia lanjut, dan menyebabkan hilangnya kepadatan tulang, yang menyebabkan patah tulang yang serius di beberapa organ vital tubuh, seperti tulang panggul, lengan, dan tangan.
  3. Herniated intervertebral disk. Dalam kondisi ini, tulang belakang pasien menjepit ujung saraf, yang menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan pergerakan tubuh yang terbatas.
  4. Kanker pada sistem muskuloskeletal. Ini adalah jenis perkembangan tumor yang agresif. Jika tidak ditangani, kanker ini dapat menyebabkan hilangnya tungkai yang diserang, atau metastasis fatal seiring waktu.
  5. Infeksi, termasuk osteomyelitis, yang terjadi saat jamur atau bakteri menyerang tulang pasien. Pasien yang berusia lebih muda akan lebih sering terkena jenis infeksi ini pada tulang yang berukuran lebih panjang, seperti pada kaki dan lengan. Sementara itu, osteomyelitis dapat menyerang pasien dewasa pada kaki dan sumsum tulang belakang. Jika tidak ditangani, infeksi dapat menyebabkan kerusakan parah pada tulang dan mempengaruhi cara bergerak pasien secara permanen.

Osteomyelitis biasanya juga menyebabkan peradangan pada daerah, kekakuan, dan rasa berat pada bagian tungkai tubuh yang diserang, begitu juga demam.

Cara Kerja Bedah Muskuloskeletal

Beberapa jenis teknik dapat digunakan untuk pembedahan muskuloskeletal. Dahulu, pembedahan muskuloskeletal menggunakan teknik pembedahan invasif, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, tindakan yang minimal invasif sudah dirancang untuk mengurangi waktu pemuluhan, resiko, dan komplikasi akibat pembedahan.

Beberapa jenis pembedahan muskuloskeletal adalah:

  • Penggantian panggul, yang dilakukan dengan cara mengangkat bagian sendi yang paling besar pada tubuh. Tulang panggul yang rusak akan digantikan dengan panggul buatan, yang bertujuan untuk meringankan rasa sakit, meningkatkan fungsi sendi, dan meningkatkan pergerakan tubuh seiring waktu. Hampir seluruh pasien yang menjalani tindakan ini berusia lebih dari enam puluh tahun, dan bahan buatan yang sering digunakan terbuat dari logam campuran dan keramik.

  • Penggantian lutut, pembedahan rutin yang sering disarankan bagi pengidap arthritis. Tindakan ini dapat mengganti seluruh atau sebagian lutut dan akan mengganti salah satu sisi sendi lutut atau lebih.

  • Rekonstruksi dari anterior cruciate ligament (ACL), yang dilakukan pada ligamen di dalam lutut. Cedera ACL sudah sangat biasa terjadi di antara atlet yang mengikuti olahraga basket, rugbi, sepakbola, tenis, dan ski. Tindakan dilakukan dengan memasangkan jaringan baru pada ligamen yang sobek.

  • Pembedahan saluran karpal, yang dapat dilakukan dengan cara endoskopi atau pembedahan terbuka. Para pasien lebih memilih tindakan dengan endoskopi karena lebih minimal invasif dan juga hanya membutuhkan sayatan kecil pada telapak tangan dan pergelangan tangan.

  • Perbaikan tendon pemutar lengan dilakukan untuk otot dan tendon yang berada di sekitar sendi bahu. Pembedahan dapat dilakukan dengan pembedahan besar melalui arthroskopi, atau dengan pembedeahan yang hanya terbuka sebagian, yang tetap menggunakan arthroskopi.

  • Lumbar spinal fusion sering disarankan bagi pasien yang terkena penyakit degeneratif. Tindakan ini dilakukan dengan menambah cangkok tulang di bagian sumsum tulang belakang yang ditentukan. Cangkok tulang juga dapat mendorong perkembangan di daerah tulang belakang yang ditentukan melalui beberapa respon biologis yang dirangsang.

  • Perbaikan patah tulang pergelangan kaki, yang dilakukan dengan cara menggabungkan kembali tulang yang sudah patah dengan plat metal dan sekrup yang cocok dengan tubuh.


Tergantung jenis pembedahannya, pembedahan dapat dilakukan di bawah pengaruh anestesi lokal atau anestesi umum.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Bedah Muskuloskeletal

Seperti jenis tindakan pembedahan lainnya, ada beberapa resiko dan kemungkinan komplikasi yang mungkin terjadi pada pembedahan muskuloskeletal, seperti:

  • Alergi atau reaksi penolakan pada anestesi
  • Infeksi (termasuk osteomyelitis, yang dapat masuk ke dalam tulang melalui daerah yang dibedah)
  • Pendarahan berlebih
  • Pembentukan gumpalan darah
  • Kerusakan saraf minor atau yang lebih parah
  • Pergerakan yang terbatas



Rujukan:

  • European Agency for Safety and Health at Work: “Musculoskeletal Disorders” American Board of Orthopaedic Surgery
Bagikan informasi ini: