Apa itu Pengangkatan Lemak Pipi?

Pengangkatan lemak pipi atau lemak bukal adalah prosedur bedah plastik untuk membersihkan kelebihan jaringan berlemak di area pipi untuk membuat wajah tampak lebih proporsional dan kontur pipi tegas. Prosedur ini dilakukan secara rawat jalan selama satu jam, dan dapat dikombinasikan dengan prosedur bedah plastik lain agar mendapat hasil yang lebih optimal.

Siapa yang Perlu Menjalani Pengangkatan Lemak Pipi dan Hasil yang Diharapkan

Pengangkatan lemak pipi adalah prosedur yang bersifat elektif dan dapat membantu pasien yang memiliki kelebihan lemak bukal yang membuat rupa wajah menjadi tidak proporsional atau tampak sangat gemuk. Untuk dapat menjalani prosedur ini, pasien harus dalam kondisi kesehatan prima, tidak merokok, dan berusia minimal 18 tahun.

Kandidat yang ideal untuk menjalani prosedur perlu melalui proses konsultasi menyeluruh, yang akan membahas rincian operasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Tujuan dari konsultasi adalah membantu pasien menyadari harapan realistis dari prosedur ini dan memahami baik dan buruk dari prosedur. Dengan semua informasi ini, diharapkan pasien dapat mengambil keputusan yang terbaik.

Setelah berhasil menjalani pengangkatan lemak pipi, banyak pasien mengungkapkan dirinya merasa lebih percaya diri dan harga diri lebih meningkat. Namun, hasil dari prosedur ini baru akan terlihat setelah beberapa bulan, karena perlu menunggu hingga pembengkakan mereda dan bekas sayatan sembuh total.

Cara Kerja Pengangkatan Lemak Pipi

Pengangkatan lemak pipi dilakukan secara rawat jalan dengan memanfaatkan bius lokal atau total, atau sedasi sadar, tergantung pada keadaan pasien dan rekomendasi dokter. Selama prosedur berlangsung, dokter membuat dua sayatan di mulut pasien; pertama di dekat gigi geraham atas kedua di belakang rongga pipi dan kedua melewati otot buccinator. Kedua sayatan ini memudahkan dokter dalam menjangkau bantalan lemak pipi.

Saat bantalan lemak terbuka, dokter akan memberi tekanan manual pada bagian luar pipi, sehingga bantalan lemak akan menonjol ke luar dan dapat dijepit dengan forcep. Kemudian, bantalan lemak akan di potong. Jumlah jaringan yang dibuang berbeda-beda, tergantung pada hasil yang diinginkan pasien. Jaringan lemak pipi yang tersisa akan dikembalikan ke posisi semula sebelum dokter menjahit sayatan.

Seluruh prosedur ini berlangsung selama satu jam. Namun, bila perlu atau bila pasien menginginkan, dokter bedah akan melakukan sedot lemak untuk membersihkan tumpukan lemak pipi, sehingga hasil operasi menjadi lebih baik.

Wajar bila pasien mengalami nyeri, bengkak, dan sulit mengunyah setelah menjalani prosedur ini. Biasanya kondisi ini berlangsung selama beberapa hari, bahkan beberapa minggu. Oleh karena itu, pasien dianjurkan untuk beristirahat dari pekerjaan selama satu minggu untuk mendukung pemulihan yang aman dan nyaman.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pengangkatan Lemak Pipi

Prosedur pengangkatan lemak pipi seringkali dikaitkan dengan beberapa kemungkinan komplikasi dan resiko, seperti:

  • Cedera saraf wajah, khususnya pada cabang bukal, yang berfungsi membantu mengatur fungsi wajah. Cedera ini dapat berujung pada paralisis parsial atau sebagian wajah mengalami mati rasa, serta kemampuan indera perasa menurun
  • Kerusakan kelenjar parotis, yang dapat membuat pasien terus mengeluarkan liur
  • Hematoma
  • Efek samping dari zat bius
  • Infeksi


Pasien yang memilih untuk mengombinasikan pengangkatan lemak pipi dan sedot lemak juga menghadapi resiko bekas luka yang lebih serius daripada yang hanya menjalani pengangkatan lemak pipi.



Rujukan:

  • Thomas MK., D’Silva JA., Borole AJ. (2012). “Facial sculpting: comprehensive approach for aesthetic correction of round face.” Indian J Plast Surg. 2012 Jan-Apr; 45(1):122-127. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3385376/

  • Surej K., Kurien N., Sakkir N. (2010). “Buccal fat pad reconstruction for oral submucous fibrosis.” Natl J Maxillofac Surg. 2010 Jul-Dec; 1(2): 164-167. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3304196/

Bagikan informasi ini: