Apa itu Turbinoplasti?

Turbinoplasti adalah prosedur bedah untuk mengeluarkan tulang turbinat dari rongga hidung. Prosedur ini juga dikenal dengan nama turbinektomi. Biasanya dilakukan untuk meredakan gejala dan efek samping hidung tersumbat.

Tulang turbinat atau konka hidung adalah susunan tulang yang menonjol ke dalam saluran pernapasan hidung. Tulang panjang, sempit dan bergelombang ini mirip dengan kulit kerang yang panjang.

Beberapa kondisi yang menyerang hidung, termasuk alergi, menyebabkan tulang turbinat bengkak. Ketika tulang meradang, pasien akan mengalami hidung tersumbat dan kesulitan bernapas.

Penting untuk diketahui bahwa turbinoplasti bukan pengobatan utama untuk pasien yang mengalami hidung tersumbat. Prosedur hanya direkomendasi bila jenis pengobatan lain, termasuk konsumsi obat dan terapi, tidak mampu mengurangi gejala dan melancarkan pernapasan pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Turbinoplasti dan Hasil yang Diharapkan

Pasien dengan kondisi di bawah ini dapat memilih prosedur turbinoplasti apabila sudah tidak bereaksi terhadap pengobatan konservatif:

  • Turbinat terlalu besar sehingga menghalangi rongga hidung
  • Alergi yang sangat parah sehingga tulang turbinat dan jaringan membengkak dan menghambat rongga hidung
  • Penyimpangan septum— Kondisi ini bisa diperbaiki dengan memadukan turbinoplasti dan septoplasty
  • Hidung tersumbat yang terasa semakin parahsaat berbaring
  • Rhinitis vasomotor, atau hidung terus mengeluarkan cairan bening
  • Lokasi hidung tersumbat berubah berdasarkan posisi pasien berbaring
    Memperbaiki tulang turbinat melalui operasi akan meningkatkan pernapasan dan mengurangi dengkuran di malam hari.

Cara Kerja Turbinoplasti

Turbinoplasti adalah prosedur rawat jalan yang dilakukan di rumah sakit atau klinik bedah, dengan bantuan bius lokal atau total dan sedasi. Sebelum menjalani operasi, pasien akan:

  • Diminta berhenti mengonsumsi obat-obatan yang mencegah penggumpalan darah selama prosedur berlangsung, seperti naproxen (contoh, Naprosyn dan Aleve), warfarin (contoh, Coumadin), ibuprofen (contoh, Motrin and Advil), dan clopidogrel (contoh, Plavix).

  • Disarankan untuk berkonsultasi dengan spesialis anastesi anak (bagi pasien anak) untuk memastikan tidak akan terjadi efek samping penolakanterhadap obat bius, selama dan setelah operasi.

Teknik-teknik yangdapat dilakukan dalam turbinoplasti adalah:

  • Pendekatan out-fracture - Dokter bedah akan memasukkan alat bedah khusus ke hidung pasien untuk memperbaiki posisi tulang turbinat. Sebagian jaringan di dalam tulang akan dipotong perlahan untuk membuka rongga hidung.

  • Reduksi turbinat koblasi sub-mucosal – Prosedur pengangkatan jaringan di sekeliling tulang turbinat the danm emperkecil struktur yang tersisa melalui coblation (teknologi canggih yang memanfaatkan energi radio-frekuensi dan garam alami). Metode ini sangat dianjurkan bagi pasien yang menginginkan hasil yang lebih optimal tanpa rasa nyeri berlebih, dan masa pemulihan yang lama. Prosedur ini hanya berlangsung selama 10 menit dan pasien bisa segera melanjutkan aktivitas sehari-hari.

  • Reduksi turbinat extra-mural – Prosedur ini akan membuka rongga hidung untuk mengangkat separuh bagian turbinat. Prosedur biasanya dilakukan di bawah pengaruh bius total dan membutuhkan masa pemulihan selama 3 minggu.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Turbinoplasti

Resiko dan kemungkinan komplikasi dari prosedur turbinoplasti adalah:

  • Reaksi alergi terhadap obat-obatan dan zat bius
  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Terbentuk jaringan parut ataukerak di dalam hidung
  • Muncul lubang yang membagi septum di dalam jaringan
  • Penumpukan cairan dalam rongga hidung
  • Perubahan indera penciuman
  • Hidung tersumbat atau mampet terulang kembali
  • Sensasi kulit hidung yang hilang

    Rujukan

  • Ozcan KM, Gedikli Y, Ozcan I, Pasaoglu L, Dere H. Microdebrider for reduction of inferior turbinate: evaluation of effectiveness by computed tomography. J Otolaryngol Head Neck Surg. 2008 Aug. 37(4):463-8.

  • Tanna N, Im DD, Azhar H, Roostaeian J, Lesavoy MA, Bradley JP, et al. Inferior turbinoplasti during cosmetic rhinoplasty: techniques and trends. Ann Plast Surg. 2014 Jan. 72(1):5-8.

Bagikan informasi ini: