Apa itu Pemeriksaan Biomekanik?

Pemeriksaan biomekanik adalah sebuah proses analisa fungsi tungkai bagian bawah. Ini dilakukan untuk menentukan abnormalitas dan mengenali cara tubuh mengimbangi ketidaksesuaian tubuh.

Di antara mereka yang dapat merasakan manfaat dari prosedur ini, adalah mereka yang memiliki:

  • Bentuk tubuh asimetris yang nampak jelas pada bagian kaki dan tungkai yang memengaruhi cara berjalan atau berdiri
  • Anomali fisik yang memengaruhi gerakan, seperti salah satu kaki lebih pendek dan genu varum
  • Cedera yang menetap akibat olahraga atau kecelakaan
  • Tungkai terasa tegang berkepanjangan karenamenahan beban berlebih sehingga gaya berjalan dan postur menjadi tidak teratur


Tujuan dari pemeriksaan biomekanik adalah menentukan penyebab abnormalitas tertentu dan mencari cara untuk memperbaiki atau menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh ketidaksesuaian bentuk tubuh.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Biomekanik dan Hasil yang Diharapkan

Selain yang telah disebutkan sebelumnya, pemeriksaan biomekanik dapat dianjurkan bagi:

  • Pasien yang menderita nyeri pada tungkai bawah yang memerlukan pengobatan dengan hasil jangka panjang atau permanen. Contoh dari penyakit ini termasuk nyeri tumit, nyeri telapak kaki, dan tendinitis Achilles, serta nyeri kaki, lutut, dan punggung. Pemeriksaan ini sangat berguna bagi kondisi nyeri tanpa penyebab yang jelas.

  • Atlet yang mengalami cedera akibat olahraga, di mana pemeriksaan biomekanik akan membantu menyusun program rehabilitasi yang tepat untuk mengobati masalah dan memperlancar pemulihan cedera. Pemeriksaan ini bisa dilakukan pada atlet yang hanya ingin meningkatkan keahlian, walaupun tidak mengalami cedera.

  • Orang-orang yang terlahir dengan telapak kaki rata atau tinggi. Kondisi ini seringkali menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman karena pembagian berat badan yang tidak rata dan postur tidak stabil. Orang yang memiliki telapak kaki rata pun cenderung terserang deformitas, seperti buniondan hammer toe. Anak-anak dengan kondisi ini akan diuntungkan oleh intervensi dini untuk mencegah ketidaksesuaian dan memperbaiki kekurangan postur saat ia beranjak dewasa.


Hasil dari pemeriksaan biomekanik dipengaruhi oleh beberapa faktor. termasuk usia, rentang gerak, profesi atau olahraga yang dijalani, kesejajaran postur, bahkan kecenderungan genetik. Hasil dari pemeriksaan mampu menentukan sumber nyeri atau penyebab cedera pada berbagai bagian tungkai.Pasien yang menderita nyeri kakidapat memanfaatkan hasil pemeriksaan sebagai rujukan pembuatan kaki palsu sesuai dengan kebutuhan.

Para atlet dan pelatih mereka seringkalimenggabungkan hasil pemeriksaan dengan latihan untuk mendapatkan performa yang optimal dalam kompetisi olahraga.

Cara Kerja Pemeriksaan Biomekanik

Pemeriksaan biomekanikumumnya berjalan selama 1-2 jam dan dilakukan di laboratorium khusus olehseorang ahli fisioterapi yang memantau dan merekam cara berjalan dan berlari. Pasien akan diminta menggunakan celana pendek agar gerakan kaki dapat terlihat dan mudah terekam.Sebelum pemeriksaan dimulai, pasien akan diminta keterangan mengenai riwayat kesehatan dan gejala yang pernah dialami.

Pemeriksaan biomekanik terbagi menjadi dua tahap.Pertama adalah bagian statik dimana spesialis fisioterapi akan memeriksa dan mengukur postur tungkai bawah selama pasien berdiri atau berbaring. Tahap ini pun mencakup pemeriksaan tulang kaki, pola kapalan, fungsi ibu jari, dan integritas persendian.

Tahap kedua merupakan tahap dinamis di mana pasien akan diminta untuk melakukan beberapa aktivitas dengan sebuah kamera yang akan merekam seluruh gerakan pasien. Tahap ini dapat melibatkan prosedur analisis gaya berjalan di mana cara berjalan pasien akan dievaluasi. Analisis lari dan gerak pun akan dilaksanakan. Pasien diminta berjalan dan berlari di atas treadmill, sementara komputer akan merekam dan mengambil data pasien.

Perangkat yang digunakan dalam prosedur pemeriksaan biomekanik, termasuk biometer yang menghitung kadar karbon dioksida yang dihembuskan, traktograf yang mengukur sudut saat pemeriksaan tungkai ,dan goniometer yang mengukur rentang gerak persendian.

Para atlet kemungkinan menjalani evaluasi dan pemeriksaan di tempat dimana mereka menjalani aktivitas olahraga, seperti lapangan atau lapangan dalam ruangan. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan dilaksanakan saat atlet bermain atau terlibat dalam sebuah kompetisi agar mendapat hasil yang relevan. Metode ini biasanya menggunakan sensor dan kinematik 3D.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Biomekanik

Orang yang telah menjalani pemeriksaan biomekanik kemungkinan akan merasa lelah. Diagnosis yang kurang tepat atau salah dapat berujung pada pengobatan yang tidak sesuai, serta memperburuk nyeri dan gangguan postur.

Rujukan:

  • Biomechanical assessment and treatment in lower extremity prosthetics and orthotics: a clinical perspective. Phys Med Rehabil Clin N Am. 2006 Feb ;17(1):203-43.

  • Foot orthotics in the treatment of lower limb conditions: a musculoskeletal physiotherapy perspective. Vicenzino B.Man Ther. 2004 Nov; 9(4):185-96.

Bagikan informasi ini: