Apa itu Biopsi Hati?

Biopsi hati adalah pengambilan sampel jaringan dari hati (liver) seseorang untuk pemeriksaan kondisi kesehatan pada hati. Biopsi hati dilakukan tanpa perlu rawat inap, tindakan ini dapat pula dilakukan di saat yang bersamaan dengan proses pembedahan.

Siapa yang Memerlukan Pemeriksaan Biopsi Hati & Hasil yang Diharapkan

Biopsi hati perlu dilakukan bagi pasien yang:

  • Memiliki hasil tes fungsi hati yang abnormal
  • Mengalami penyakit kuning yang tiba-tiba dan belum jelas penyebabnya
  • Mengalami pembesaran hati yang tampak dari pemindaian saat diagnosa
  • Memiliki hasil tes sinar-X, ultrasonografi, dan CT Scan yang abnormal pada organ hati
  • Dicurigai menderita penyakit pada hati, seperti kanker hati, sirosis (pengerasan) hati, atau hepatitis
  • Diduga mempunyai tumor pada hati
  • Mempunyai tumor pada hati dan perlu menentukan apakah tumornya ganas atau jinak
  • Mempunyai jumlah enzim transaminase aspartat (AST) dan transaminase alaine (ALT) yang abnormal
  • Diduga mengalami jenis penyakit hati lainnya, seperti Penyakit Wilson atau hemokromatosis (penyakit kelebihan zat besi)
  • Sedang dalam pengobatan methotrexate (obat anti-metabolisme)
  • Sudah pernah menjalani transplantasi hati
  • Menderita demam secara berkepanjangan tanpa alasan yang jelas

Cara Kerja Biopsi Hati

Biopsi hati dilakukan dengan memasukkan sebuah jarum di antara dua tulang rusuk paling bawah di bagian kanan tubuh. Jarum yang sudah ditusuk itu kemudian akan mengambil sampel hati yang akan dianalisis.

Untuk memastikan tindakan berjalan dengan baik, pasien disarankan untuk melakukan beberapa hal guna mempersiapkan diri untuk melakukan biopsi hati. Sebelum tindakan dilakukan, pasien harus memberi tahu dokter jika,

  • Sedang mengonsumsi aspirin, NSAIDs, obat anti-pembekuan darah, dan obat pengencer darah; Di mana dokter biasanya akan meminta pasien untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan tersebut paling tidak selama satu minggu sebelum tindakan biopsi hati dilakukan
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan untuk perawatan jantung
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan herbal
  • Memiliki alergi terhadap obat tertentu
  • Memiliki alergi terhadap obat bius dan penenang
  • Sedang hamil atau mungkin hamil
  • Menderita pneumonia (radang paru-paru)


Selama tindakan berlangsung, pasien akan diminta untuk berbaring, dan alat ultrasonik akan digunakan untuk menandai lokasi organ hati dengan tepat. Pada saat ini, pasien akan diberikan obat penenang dan juga bius lokal, yang akan disuntikkan ke perut bagian atas. Sayatan kemudian akan dibuat di daerah tersebut, yang ukurannya kecil tetapi cukup untuk memberikan akses bagi jarum yang akan digunakan untuk mengambil sampel jaringan dari hati. Teknik baru sudah dikembangkan, seperti biopsi laparoskopi, di mana yang dimasukkan lewat sayatan yang dibuat adalah tabung pipih yang dipasangkan sebuah kamera kecil. Kamera akan mengirimkan gambar hati yang akan ditampilkan pada sebuah monitor, yang akan digunakan oleh dokter sebagai acuan saat sampel jaringan dari hati diambil.

Biopsi laparoskopi liver paling efektif jika jenis sampel jaringan hati yang dibutuhkan lebih dari satu titik pada hati. Teknik lain yang bisa dipilih adalah biopsi transvena, yang biasanya digunakan bagi pasien yang memiliki masalah pembekuan darah. Tindakan ini menggunakan kateter (pipa pipih) yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena dari bagian tubuh tertentu, seperti dari leher, dan dokter akan mengarahkan kateter tersebut ke arah hati. Jarum biopsi kemudian akan diarahkan ke bagian hati melalui kateter dan sampel jaringan hati dapat diperoleh.

Seluruh tindakan biopsi ini hanya menghabiskan waktu 5 menit saja, tapi pasien akan diminta untuk istirahat di rumah sakit selama 4 jam untuk pengawasan. Rasa sakit atau tidak nyaman di bagian punggung dan bahu mungkin akan dirasakan, tapi biasanya efeknya hanya sementara. Pasien dapat meminta dokter untuk memberikan obat yang dapat mengurangi rasa sakitnya jika pasien merasa sakitnya cukup perih. Pasien tidak diizinkan untuk menyetir atau mengoperasikan mesin selama 8 jam setelah tindakan dilakukan.

Hasil analisis biopsi hati biasanya akan diberikan beberapa hari setelah tindakan dilakukan.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko

Mengambil biopsi hati adalah tindakan yang relatif aman dan berisiko kecil terhadap adanya komplikasi. Kemungkinan komplikasi yang mungkin muncul setelah tindakan dilakukan adalah adanya pendarahan dalam, bocornya air empedu dari kantung empedu, atau adanya kebocoran cairan pada hati. Meskipun demikian, komplikasi semacam ini sangat jarang terjadi dan bisa dihindari dengan perencanaan dan persiapan matang sebelum biopsi hati dilakukan.

Namun, jika Anda merasakan demam, menggigil, kesulitan bernapas, rasa pusing, rasa sakit yang sangat perih di daerah pembedahan, dan sakit pada dada, perut, atau bahu selama 72 jam setelah tindakan dilakukan, segera konsultasikan dengan dokter Anda atau segeralah pergi ke unit gawat darurat.

Rujukan:

  • Lomas DJ. The liver. In: Adam A, Dixon AK, eds. Grainger & Allison's Diagnostic Radiology: A Textbook of Medical Imaging. 5th ed. New York, NY: Churchill Livingstone; 2008:chap 35.

  • Feldman M, Friedman LS, Brandt LJ, eds. Sleisenger & Fordtran's Gastrointestinal and Liver Disease. 9th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2010:section IX.

Bagikan informasi ini: