Apa itu Operasi Pengangkatan Alis?

Operasi pengangkatan alis atau operasi pengangkatan dahi, yang juga dikenal dengan istilah browplasty adalah prosedur bedah yang bertujuan mengangkat atau mengencangkan alis yang kendur. Bisa dilakukan karena alasan penampilan atau fungsional, karena alis kendur dapat menghalangi penglihatan.

Prosedur operasi pengangkatan alis sendiri, dibagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:

  • Pengangkatan dahi endoskopi – Seperti namanya, teknik ini menggunakan endoskop bedah, yaitu tabung lentur dan tipis, yang dimasukkan ke kulit melalui sayatan kecil di dahi. Metode ini lebih disukai oleh kebanyakan pasien karena bekas luka yang minimal. Dengan prosedur ini, dokter bedah plastik dapat menaikkan alis dan menghilangkan garis kerutan dalam. Namun, hanya mengalami sedikit pendarahan dan masa penyembuhan yang lebih cepat.

  • Pengangkatan alis langsung – Metode ini direkomendasikan bagi pasien berusia lanjut atau pasien laki-laki yang mengalami kebotakan, namun alisnya masih tebal. Segmen kulit dan otot yang berada di atas alis akan diangkat untuk menghilangkan tampilan alis yang menurun. Karena metode ini membutuhkan sayatan yang cukup besar, maka bekas lukanya bisa terlihat jelas.

  • Pengangkatan dahi koronal – Pada metode ini, dokter bedah plastik tidak membuat sayatan di wajah. Namun, dari telinga satu ke telinga lain melalui kepala bagian belakang untuk mengencangkan alis dan dahi. Karena posisi sayatan tersebut, maka lukanya tidak akan terlihat. Metode ini melibatkan mengencangkan jaringan dahi dan kulit dalam jumlah besar untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Akan tetap, metode ini lebih tinggi resikonya dibandingkan metode endoskopi.

  • Pengangkatan alis pretrichial – Sayatan dibuat pada kepala bagian depan, dekat dengan garis rambut pasien. Besar sayatan serupa dengan metode koronal.

  • Pengangkatan dahi tengah – Ini seringkali direkomendasikan bagi pasien dengan kerutan dalam pada kening, dan turunnya alis hingga ke mata sehingga menghalangi penglihatan. Maka, pengangkatan lemah dan kulit berlebih dilakukan. Jika kasusnya parah, otot juga perlu diangkat.

  • Pengangkatan alis endotine – Serupa dengan metode endoskopi karena tidak membutuhkan sayatan panjang dan jahitan, namun menggunakan alat fiksasi dahi yang ditanamkan.

Siapa yang Perlu Menjalani Operasi Pengangkatan Alis & Hasil yang Diharapkan

Pasien yang mengalami alis atau kening turun, atau kening terlihat normal namun banyak bantalan lemak di bawahnya merupakan kandidat tetap untuk menjalani operasi ini. Penurunan alis atau kening seringkali dikaitkan dengan usia lanjut. Jika pasien berusia muda dan telah mengalaminya, maka ia menderita kondisi yang melemahkan otot kening. Seperti:

  • Gangguan saraf wajah, termasuk Bell’s plasy dan neuroma akustik
  • Trauma akibat pembedahan
  • Distrofi miotonik
  • Miastenia gravis
  • Distrofi okulofaringeal
  • Blefarospasme
  • Karsinoma basal dan sel skuamosa
  • Melanoma
  • Keratoakantoma


Diharapkan, operasi ini dapat meningkatkan penglihatan dan penampilan pasien.

Cara Kerja Operasi Pengangkatan Alis

Operasi pengangkatan alis dapat dilakukan dengan teknik yang berbeda-beda. Namun, prinsip dasarnya tetap sama; dokter bedah membuat sayatan untuk mendapatkan akses ke jaringan, otot, dan bantal lemak di area dahi. Tergantung kondisi masing-masing pasien, tapi biasanya dokter akan mengangkat jaringan dan kulit berlebih atau mengencangkannya. Setelah itu, baru kulit diperhalus untuk menghilangkan kerutan. Ini merupakan prosedur rawat jalan dan dilakukan dengan bius lokal. Pasien akan mengalami pembengkakan paling sebentar selama 2 hari, namun bisa diatasi dengan sekantung es batu. Untuk penyembuhan total memakan waktu 10-14 hari.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Operasi Pengangkatan Alis

Komplikasi dan resiko operasi pengangkatan alis tergantung pada metode pembedahan yang digunakan, seperti:

  • Pada metode endoskopi, membuat garis rambut terlihat lebih tinggi. Beberapa pasien menganggapnya tidak sedap dipandang.

  • Pengangkatan alis langsung, seperti prosedur bedah terbuka lainnya dapat menyebabkan pendarahan berlebih, bekas luka yang buruk, dan infeksi.

  • Pengangkatan dahi koronal. Ini juga dapat menyebabkan pendarahan berlebih karena melibatkan sayatan panjang dari telinga ke telinga. Pasien juga perlu menjalani operasi dan masa penyembuhan yang lebih lama dibandingkan operasi pengangkatan alis dengan metode lain. Selain itu, garis rambut pasien juga mungkin naik setelahnya.
    Rujukan:

  • Codere F, Tucker N. Cosmetic blepharoplasty, and browplasty. In: Yanoff M, Duker JS, eds. Ophthalmology. 3rd ed. St. Louis, Mo: Mosby Elsevier; 2008:chap 12.16.

Bagikan informasi ini: