Apa itu Bedah Burr Hole untuk Aspirasi Hematoma dan Kista?

Hematoma dan kista subdural adalah kondisi yang dapat meningkatkan tekanan di dalam otak atau menyumbat aliran darah ke otak. Akibatnya, kondisi ini dapat membahayakan nyawa pasien. Untuk mengurangi resiko kematian, hematoma atau kista harus dihilangkan dari otak. Namun, tulang tengkorak sangatlah keras dan sulit ditembus. Maka dari itu, alat bedah khusus digunakan untuk membuat lubang di tengkorak, yang disebut burr hole.

Pembuatan lubang pada tengkorak hanyalah persiapan untuk tindakan yang akan dilakukan oleh dokter bedah saraf. Untuk kondisi ini, prosedur bedah melibatkan pengeluaran darah yang menumpuk di bawah dura mater (hematoma subdural) atau pengangkatan kista.

Teknik pembuatan lubang pada tengkorak bukanlah teknik baru. Bahkan, teknik ini sering digunakan dalam bedah saraf. Prosedur ini aman dan telah menyelamatkan banyak orang, khususnya mereka yang mengalami cedera atau trauma berat pada kepala.

Hematoma subdural dapat terjadi karena cedera kepala atau penyakit. Hematoma yang kecil biasanya tidak membutuhkan pembedahan. Ada kemungkinan hematoma ini dapat sembuh tanpa pembedahan.

Jika hematoma memerlukan pembedahan, salah satu prosedur yang memungkinkan adalah kraniotomi. Teknik ini bersifat invasif, sebab memerlukan pengangkatan satu bagian tengkorak.

Sementara itu, bedah burr hole adalah prosedur yang jauh lebih tidak invasif. Bahkan, prosedur ini hanya membutuhkan anestesi lokal.

Siapa yang Perlu Menjalani Bedah Burr Hole untuk Aspirasi Hematoma dan Kista & Hasil yang Diharapkan

Di dunia medis, pembedahan hampir selalu menjadi pilihan terakhir, terutama bedah otak. Prosedur bedah hanya akan dipertimbangkan ketika kondisi pasien tidak membaik dengan obat-obatan atau teknik non-invasif. Ini karena pembedahan selalu memiliki resiko dan komplikasi.

Hal ini juga berlaku pada bedah burr hole. Perlu dipahami bahwa prosedur ini dilakukan untuk membuat lubang pada tengkorak. Pada beberapa kasus, dokter mungkin membuat lebih dari satu lubang. Tengkorak adalah tulang keras yang melindungi otak, dan melubanginya beresiko menyebabkan kerusakan.

Tergantung pada ukuran dan keparahannya, hematoma dan kista dapat mengancam nyawa pasien. Jika dokter menyarankan bedah burr hole, berarti kemungkinan pasien sudah tidak dapat diobati dengan metode non-bedah.

Untungnya, saat ini bedah otak sudah sangat berkembang dan bedah burr hole menjadi prosedur yang umum. Sehingga, pasien bisa mendapatkan hasil yang lebih baik, terutama jika prosedur dilakukan oleh dokter bedah saraf yang sangat berpengalaman.

Bedah burr hole untuk aspirasi hematoma atau kista akan dianjurkan bagi pasien yang mengalami gejala berikut:

  • Nyeri kepala berat
  • Hilang kesadaran
  • Gangguan keseimbangan
  • Perubahan kepribadian
  • Mual atau muntah
  • Afasia (gangguan komunikasi yang menyebabkan pasien tidak dapat memahami atau memakai bahasa)
  • Hilang ingatan
  • Gangguan kognitif


Kemungkinan komplikasi dan resiko ini dapat ditangani atau dicegah. Jika prosedur berjalan dengan baik dan tidak terjadi komplikasi, pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah beberapa hari.

Cara Kerja Bedah Burr Hole untuk Aspirasi Hematoma dan Kista

Konsep prosedur ini cukup sederhana. Sebuah lubang dibuat di tengkorak, dura dibuka, dan hematoma atau kista akan dikeluarkan. Setelah itu, kulit yang melapisi tengkorak akan ditutup dengan jahitan atau staple bedah.

Bedah burr hole dapat dilakukan dengan jadwal atau secara darurat. Prosedur bedah burr hole darurat akan dilakukan jika pasien sudah menunjukkan gejala meningkatnya tekanan intrakranial, yang membahayakan nyawa.

Pertama, pasien akan dipersipakan di ruang operasi. Dokter akan mencukur dan mensterilkan bagian kepala yang akan dilubangi. Pasien dapat diberi bius lokal atau total.

Lalu, dokter bedah membuat sayatan pada tengkorak. Besar sayatan akan disesuaikan dengan bor yang akan melubangi tengkorak. Setelah tengkorak terbuka, dokter membuat lubang dengan bor dan mata bor khusus. Lubang ini dibuat dengan tekanan kecil, sehingga tidak akan menembus ke dura mater dan otak.

Setelah tengkorak berhasil dilubangi, dokter membuat sayatan pada dura mater dan mengeluarkan hematoma atau kista.

Setelah proses aspirasi selesai, tengkorak akan ditutup. Pasien dibawa ke ruang pemulihan untuk pengawasan.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Bedah Burr Hole untuk Aspirasi Hematoma dan Kista

Walaupun dianggap sebagai prosedur yang aman dan umum, bedah burr hole tidak terbebas dari kemungkinan komplikasi dan resiko. Di antaranya adalah:

  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Kebocoran cairan serebrospinal
  • Stroke
  • Lumpuh
  • Kematian


Salah satu resiko lainnya adalah prosedur tidak dapat mengatasi gejala yang dirasakan pasien. Jika hal ini terjadi, pembedahan mungkin harus diulangi setelah menganalisa kondisi pasien.

Rujukan:

  • Northwest Brain and Spine;”Burr Hole Drainage”; http://www.neuronwbs.com/burr-hole-drainage/ Jennifer Whitlock RN;”Burr Hole Surgery Information”; https://www.verywell.com/burr-hole-surgery-information-3157273

  • World Health Organization Essential Surgery Care Manual;”Cranial Burr Holes”; http://www.steinergraphics.com/surgical/006_17.6.html

Bagikan informasi ini: