Apa Itu Cangkok Jantung?

Cangkok jantung adalah tindakan bedah invasif yang dilakukan untuk menggantikan jantung yang sakit dengan jantung donor yang sehat untuk memperpanjang hidup pasien yang menderita gagal jantung, yang bisa disebabkan oleh penyakit jantung koroner, penyakit katup jantung, cacat jantung bawaan, dan kardiomiopati.

Sebelum bedah, calon potensial penerima cangkok jantung diminta menjalani penilaian dan evaluasi menyeluruh, untuk menentukan apakah mereka sehat secara fisik dan mental untuk menjalani cangkok bedah Faktor-faktor seperti usia dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan akan dipertimbangkan secara serius untuk menimbang baik dan buruknya tindakan ini. Kandidat yang cocok akan ditempatkan pada daftar tunggu untuk donor jantung, sementara yang tidak akan diberi pilihan pengobatan lain yang paling sesuai kondisi masing-masing.

Siapa yang Perlu Menjalani Cangkok Jantung & Hasil yang Diharapkan

Cangkok jantung biasanya akan dipertimbangan ketika semua pilihan lain telah dicoba, tapi sepenuhnya gagal untuk meningkatkan kondisi pasien. Hal ini biasanya dianjurkan bagi orang yang menderita gagal jantung, yang dapat disebabkan oleh kondisi jantung berikut:

  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit katup jantung
  • Kardiomiopati
  • Cacat jantung bawaan
  • Kegagalan cangkok jantung sebelumnya


Gagal jantung dapat memengaruhi siapa saja dari segala usia. Pada anak-anak, dua penyebab umumnya adalah cacat jantung bawaan dan kardiomiopati. Sementara itu, pasien dewasa yang pernah menjalani tindakan Fontan saat masih anak-anak, mungkin juga membutuhkan transplantasi jantung di kemudian hari. Bagi pasien seperti ini, pembuluh darah biasanya menjadi sesak, yang memengaruhi aliran darah secara serius.

Namun, tidak semua orang bisa menjalani operasi cangkok jantung. Seorang pasien dianggap tidak memenuhi syarat untuk tindakan ini jika ia:*

  • berusia 65 tahun atau lebih;
  • memiliki penyakit lain yang dapat memengaruhi kemungkinannya bertahan meski telah menjalani cangkok jantung;
  • memiliki riwayat kesehatan yang melibatkan kanker;
  • memiliki penyumbatan berisiko di arteri lengan dan kaki;
  • merokok dan mengonsumsi minuman alkohol secara teratur;
  • kekurangan gizi;
  • mengidap infeksi HIV;
  • mengidap hepatitis;
  • penderita diabetes yang bergantung pada insulin;
  • memiliki penyakit yang melibatkan saraf, paru-paru, ginjal, atau hati;
  • mengalami hipertensi pulmonal atau penebalan pembuluh darah di paru-paru;


Hasil yang diharapkan dari cangkok jantung yang sukses adalah memperpanjang hidup pasien. Sekitar 80% dari orang-orang yang menjalani tindakan ini yang masih hidup dan sehat dua tahun setelah operasi, dan sekitar 70% terus hidup setelah lima tahun. Hasil terburuk adalah jika tubuh pasien menolak jantung yang baru.

Bagaimana Prosedur Cangkok Jantung

Karena cangkok jantung adalah bedah invasif yang besar, pasien biasanya mulai dipersiapkan beberapa minggu atau bulan sebelum operasi. Setelah dokter merekomendasikan tindakan ini, pasien segera dirujuk ke pusat cangkok jantung untuk evaluasi, melihat apakah dia memenuhi syarat untuk bedah. Tindakan evaluasi ini dirancang untuk menilai apakah cangkok benar-benar pilihan pengobatan terbaik, dan apakah pasien siap secara fisik, emosional, dan mental untuk menjalani apapun yang dibutuhkan dalam operasi ini. Langkah selanjutnya untuk pasien yang dianggap cocok untuk tindakan ini adalah menunggu tersedianya donor jantung. Begitu pasien telah memenuhi syarat untuk transplantasi, ia akan ditempatkan pada daftar tunggu dan kondisinya akan terus dipantau. Pasien dapat dihapus dari daftar tunggu secara sementara jika terjadi sesuatu yang mempengaruhi kemampuannya untuk menerima transplantasi. Sambil menunggu donor, alat bantu jantung mekanis seperti ventricular assist devices (VADS) akan digunakan untuk memperkuat jantung dan menopang kehidupan pasien sementara.

Setelah donor jantung tersedia, pencocokan penerima donor akan dilakukan berdasarkan faktor-faktor berikut:

  • Golongan darah
  • Ukuran jantung donor
  • Kebutuhan medis dari penerima
  • Antibodi penerima
  • Waktu yang dihabiskan oleh penerima di daftar tunggu


Jantung donor hanya dapat digunakan untuk pencangkokan dalam waktu empat jam setelah diangkat dari pasien yang baru saja meninggal. Karena itu, jantung donor biasanya dibawa ke pusat transplantasi yang dekat dari rumah sakit asalnya. Pasien pada daftar tunggu akan diberitahu melalui ponsel atau pager yang disediakan oleh pusat cangkok.

Operasi cangkok jantung dimulai dengan mengeluarkan jantung pasien dengan membuat penampang melintang pada arteri pulmonari utama, aorta, dan vena cava superior dan inferior. Lalu, atrium kiri dibagi, dengan meninggalkan dinding belakang atrium kiri beserta pembuluh darah pulmonal yang terbuka. Setelah mengeluarkan jantung yang sakit, dokter bedah jantung akan menghubungkan jantung donor pada tubuh pasien dengan menjahit vena kava, aorta, arteri paru, dan atrium kiri.

Kemungkinan Komplikasi & Risiko Cangkok Jantung

Cangkok jantung adalah tindakan pembedahan besar dan memiliki risiko dan kemungkinan komplikasi yang sedang, termasuk orang-orang yang datang dengan menggunakan segala jenis anestesi, seperti:

  • Reaksi negatif untuk obat
  • Masalah pernapasan


Kemungkinan komplikasi dan risiko yang mungkin terjadi selama proses pembedahan dan tindakan cangkok adalah sebagai berikut:

  • Gumpalan darah
  • Infeksi luka
  • Kerusakan ginjal atau hati
  • Kanker karena penggunaan obat untuk mencegah penolakan organ
  • Serangan jantung atau stroke
  • Masalah dalam irama jantung
  • Kadar kolesterol tinggi, diabetes, dan penipisan tulang
  • Penyakit jantung koroner
  • Penolakan terhadap jantung donor
  • Pendarahan


Meskipun transplantasi jantung dilakukan untuk memperpanjang hidup seseorang, ini adalah tindakan yang berisiko. Risiko utama adalah jika tubuh menolak jantung donor, penolakan ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh dapat menganggap jantung baru sebagai benda asing yang bukan milik tubuh pasien, dan berusaha mematikannya. Untuk mencegah penolakan, pasien diminta untuk mengomsumsi obat immunosuppressant. Sekitar 25% dari pasien transplantasi jantung masih hidup dengan tanda-tanda penolakan, bahkan setelah satu tahun setelah pembedahan.

Biopsi biasanya dilakukan untuk mengamati apakah tubuh menolak jantung donor atau tidak. Tanda-tanda yang mungkin menunjukkan bahwa tubuh menolak jantung baru meliputi:

  • Sesak napas
  • Demam
  • Naiknya berat badan
  • Kelelahan
  • Masalah pada urin



Rujukan:

  • Bernstein D. Pediatric heart and heart-lung transplantation. In: Kliegman RM, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF, eds. Nelson Textbook of Pediatrics. Edisi ke-19. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:bab 437.

  • Acker MA, Jessup M. Surgical management of heart failure. In: Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, Libby P, eds. Braunwald’s Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. Edisi ke-9. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:bab 31.

  • Costanzo MR, Dipchand A, Starling R, Anderson A, Chan M, Desai S, et al. International Society of Heart and Lung Transplantation Guidelines. The International Society of Heart and Lung Transplantation Guidelines for the care of heart transplant recipients. J Heart Lung Transplant. 2010;29(8):914-956.

  • Jessup M, Abraham WT, Casey DE, Feldman AM, Francis GS, Ganiats TG, et al. 2009 focused update: ACCF/AHA Guidelines for the Diagnosis and Management of Heart Failure in Adults: a report of the American College of Cardiology Foundation/American Heart Association Task Force on Practice Guidelines: developed in collaboration with the International Society for Heart and Lung Transplantation. Circulation. 2009; 119(14):1977-2016.

Bagikan informasi ini: