Apa itu Pelepasan Lorong Karpal?

Pelepasan lorong kapal adalah prosedur bedah untuk mengatasi gejala sindrom lorong karpal, suatu penyakit yang ditandai dengan rasa nyeri dan lemas pada tangan akibat tekanan pada saraf median di pergelangan tangan.

Saraf median adalah saraf yang mengendalikan sebagian besar otot tangan, sehingga tangan dapat bergerak dan merasakan. Saraf ini melewati lorong karpal di pergelangan tangan, suatu saluran sempit dengan ligamen tebal di atasnya. Di sekitar saraf median terdapat synovium, jaringan ikat yang memberi pelumas dan membantu tubuh untuk melipat dan menggerakkan jari. Apabila mengalami pembengkakan, synovium akan menekan lorong karpal dan saraf median.

Prosedur ini juga dikenal sebagai dekompresi saraf median atau dekompresi lorong karpal. Perlu diingat bahwa sindrom lorong karpal tidak dapat disembuhkan, prosedur ini hanya dapat membantu menghilangkan nyeri dan sakit dalam jangka panjang.

Sindrom lorong karpal merupakan penyakit bawaan. Bila ada beberapa anggota keluarga yang mengidap penyakit ini, maka sebaiknya dilakukan pengobatan jangka panjang. Penyakit ini juga banyak ditemukan pada lansia dan mereka yang memiliki diabetes, arthritis, dan hormon tiroid yang tidak seimbang.

Siapa yang Perlu Menjalani Pelepasan Lorong Karpal dan Hasil yang Diharapkan

Pelepasan lorong karpal disarankan bagi pasien yang menderita sindrom lorong karpal. Gejalanya adalah mati rasa, nyeri, kesemutan, dan sensasi tersengat listrik di ujung jari. Apalagi jika pasien sudah mencoba pengobatan lain untuk mengatasi nyeri, seperti menggunakan belat atau kawat penyangga pada malam hari, mengonsumsi steroid, atau meminum obat pereda nyeri. Apabila nyeri tetap tidak dapat teratasi, maka pasien dapat mempertimbangkan prosedur ini untuk mengembalikan fungsi dan pergerakan tangan tanpa nyeri.

Setelah pembedahan, tangan harus tetap diangkat ke atas, sebaiknya di atas posisi jantung. Pasien juga diminta untuk sering menggerakkan jari untuk mengurangi kram dan pembengkakan. Pasien akan diberi obat pereda nyeri untuk mengatasi nyeri yang dirasakan setelah prosedur. Beberapa pasien disarankan untuk memakai belat di pergelangan tangan selama beberapa minggu. Pelepasan lorong karpal memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, dan pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa tanpa rasa nyeri atau ketidaknyamanan.

Cara Kerja Pelepasan Lorong Karpal

Pelepasan lorong karpal merupakan prosedur sederhana, seringkali dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Dokter memberikan bius lokal dan membuat sayatan di permukaan tangan. Lalu, ligamen karpal yang melintang di bagian atas lorong karpal akan dipotong dan dibagi. Tujuannya adalah mengurangi tekanan pada saraf median dan memberikan ruang untuk pergerakan otot di bawahnya. Apabila dirasa perlu, jaringan di sekitar saraf median juga akan diangkat. Lalu, sayatan akan dijahit.

Sekarang ini, beberapa dokter menggunakan metode endoskopi (teknik minim invasif) untuk prosedur ini. Teknik ini membutuhkan satu atau dua sayatan kecil pada kulit, untuk memasukkan alat bedah khusus dan kamera kecil. Fungsi dari kamera adalah memandu dokter saat membuat sayatan pendek di jaringan subkutan.

Teknik lain yang belum lama ini ditemukan adalah pelepasan lorong karpal dengan benang. Dengan jarum bedah, sehelai benang akan dimasukkan ke bawah kulit. Benang digerakkan maju-mundur untuk memotong ligamen, dengan panduan dari alat ultrasound. Jarum dikeluarkan melalui pergelangan tangan, tanpa perlu membuat sayatan di kulit.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pelepasan Lorong Karpal

Walaupun cukup sederhana dan aman, pelepasan lorong karpal masih memiliki kemungkinan komplikasi dan resiko. Di antaranya adalah:

  • Efek samping dari obat bius
  • Pendarahan di daerah bedah
  • Daerah bedah terasa nyeri dan lunak – Keduanya merupakan komplikasi umum, namun akan hilang dalam beberapa hari
  • Infeksi di daerah bedah
  • Lemas – Karena ligamen melintang karpal dipotong, pasien dapat merasa lemas dan tidak dapat mengambil atau menggenggam barang. Kondisi ini juga biasanya akan hilang dengan sendirinya, walaupun pasien mungkin perlu menjalani terapi fisik untuk mengembalikan kekuatan otot.
  • Kerusakan saraf media – Ini merupakan komplikasi langka yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi tangan dan jari.
  • Penyakit kambuh kembali – Karena sindrom lorong karpal tidak dapat disembuhkan, tetap ada kemungkinan penyakit akan timbul lagi. Bila hal ini terjadi, pasien akan membutuhkan pengobatan atau bedah tambahan.

Rujukan:

  • Ashworth NL (2014). Carpal tunnel. BMJ Clinical Evidence. http://clinicalevidence.bmj.com/x/systematic-review/1114/overview.html.

  • Scholten RJPM, et al. (2007). Surgical treatment options for carpal tunnel syndrome. Cochrane Database of Systematic Reviews (4).

Bagikan informasi ini: