Apa itu Sirkumsisi?

Sirkumsisi atau yang lebih dikenal dengan istilah sunat di indonesia, adalah prosedur bedah untuk membuang atau memotong kulit (kulup) yang menutupi penis, yang terdiri dari jaringan otot dan pembuluh darah. Ketika kulup dibuang, pembukaan uretra (mulut uretra luar atau lubang kencing) dan glans penis (kepala penis) akan tersingkap.

Saat baru lahir, kulup menempel pada kepala penis, yang tampak seperti tumpukan lapisan kulit karena berlipat. Di tengah kepala penis terdapat tabung yang memiliki lubang kencing dan merupakan jalan keluar air seni dan mani. Walaupun hanya sedikit bukti yang juga tidak meyakinkan, namun banyak orang meyakini bahwa kulup berperan melindungi dan menjaga kelembaban kepala penis, serta meningkatkan gairah seksual karena jaringan saraf tidak terputus.

Sunat bukan prosedur yang wajib untuk dilakukan. Namun kenyataanya, beberapa tahun terakhir ini, persentasi sunat di Amerika Serikat mengalami penurunan, dari 82% di tahun 1960 hingga 77% di tahun 2010. Di sisi lain, penelitian terbaru menyatakan bahwa sunat memiliki banyak manfaat.

Laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa kulup cenderung meningkatkan risiko infeksi HIV, karena kulup dapat mendorong peningkatan cairan yang berpotensi sebagai jalan masuk patogen seperti HIV. Lebih lanjut lagi, dalam uji coba klinis, virus yang menyebabkan kanker, seperti [kanker serviks] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/kanker-serviks), dubur, kanker penis dan vulva seringkali dihubungkan dengan pria yang tidak disunat. Semantara itu, penelitian kanker penis di Amerika Serikat di tahun 1954 dan 1997, mengungkapkan sedikitnya 95% pasien tidak disunat. Sunat juga dipercaya mengurangi risiko infeksi saluran kemih.

Siapa yang Perlu Menjalani Sirkumsisi dan Hasil yang Diharapkan

Salah satu alasan utama yang melatarbelakangi sunat adalah agama. Prosedur sunat wajib hukumnya pada agama Yahudi, begitu pula di agama Kristen dan Islam. Menurut kepercayaan Yahudi, Tuhan telah memerintahkan umatnya melalui Ibrahim agar seluruh kaum pria melakukan sunat. Kitab Injil juga menyebutkan bahwa Yesus, yang dipercaya sebagai Putra Tuhan, dipersembahkan rumah kudus khusus untuk prosesi sunatnya.

Di berbagai negara, sunat memiliki kombinasi antara dasar kebudayaan dan keagamaan. Contohnya, prosedur sunat dianggap sebagai tanda seorang anak lelaki memasuki masa pubertas. Hal ini seakan menjadi penjelasan mengapa di belahan negara lain, sunat dilakukan pada anak lelaki berusia 10 hingga 12 tahun.

Terlepas dari kepercayaan tersebut, kulup perlu diangkat karena rentan terhadap gangguan kesehatan tertentu. Kondisi ini meliputi kulup yang tidak mampu untuk menarik kembali karena terlalu ketat (fimosis) dan parafimosis, yang terjadi ketika kulup ditarik ke belakang untuk membuka seluruh bagian kepala penis, namun tidak dapat menutup kembali. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dan peradangan. Sunat pada pria sangat dibutuhkan, khususnya bila kulup meradang atau pasien terdiagnosis menderita kanker penis.

Orangtua dapat menentukan prosedur sunat untuk anak. Prosedur ini umumnya dilakukan saat anak lelaki masih dalam usia bayi, diutamakan antara usia 2 hingga 8 hari (8 hari adalah usia sunat terbaik menurut kepercayaan Yahudi). Namun, prosedur ini akan ditunda apabila anak menderita gangguan kesehatan tertentu, atau bertentangan dengan anjuran dokter. Pakar kesehatan cenderung setuju dengan prinsip yang menyatakan prosedur sunat lebih baik segera dilakukan setelah anak lahir, karena komplikasi dan risiko akan lebih kecil.

Cara Kerja Sirkumsisi

Sunat pria umumnya dilaksanakan oleh dokter spesialis anak atau spesialis saluran kemih. Sebelum prosedur dimulai, dokter akan memeriksa kelayakan kesehatan anak. Apabila anak berusia agak dewasa, sunat akan dilaksanakan saat musim panas sehingga anak akan memiliki banyak waktu untuk proses pemulihan.

Prosedur ini dapat dilakukan di klinik atau rumah sakit. Jika pasien adalah bayi yang baru lahir, maka akan bertempat di ruang pengobatan anak. Selama proses bedah, anak akan terbaring di meja operasi dengan penis yang tersingkap. Dokter akan member obat penahan rasa sakit, yang berupa krim, obat perangsang, atau suntikan, di atas atau sekitar penis. Dokter akan memberikan kombinasi penahan rasa sakit, sesuai dengan usia dan kondisi anak.

Dokter dapat menggunakan metode lain untuk mengangkat kulup penis. Metode ini berupa penggunaan alat yang berbentuk lonceng, yang dimasukkan pada sekitar kepala penis, tepat dibawah lapisan kulup yang akan ditarik. Sebuah penjepit akan digunakan untuk mengencangkan alat tersebut dan memberhentikan aliran darah ke kulup sebelum kulup dipotong.

Cara lain yang umum dipakai dalam prosedur sunat adalah metode Plastibell, yang mirip dengan teknik pertama, bedanya metode ini menggunakan jahitan untuk menahan alat berbentuk lonceng. Kulup yang berlebih akan akan dipotong, sedangkan alat dan jahitan akan menahannya sampai kulit jatuh karena tidak lagi menerima aliran darah.

Kemudian, darah akan dibersihkan dan luka ditutup dengan kain kasa. Dokter akan memberi arahan dalam menangani luka dengan baik pada anak maupun orangtua.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Sirkumsisi

Risiko dan komplikasi yang terkait dengan prosedur sunat sangat sedikit. Jika ada, maka bukanlah masalah besar dan hanya berupa pendarahan dan infeksi yang disebabkan oleh penanganan bekas luka yang kurang baik. Di negara yang kurang berkembang, risiko menjadi tinggi, khususnya jika praktisi medis yang melaksanakan prosedur tidak memiliki izin praktik.

Rujukan:

  • American Academy of Pediatrics Task Force on Circumcision. Circumcision policy statement. Pediatrics. 2012 Sep;130(3): 585-6.
Bagikan informasi ini: