Apa itu Operasi Pembekuan Retina?

Cryopexy atau operasi pembekuan retina adalah prosedur mata untuk mengobati penyakit retina dengan menghancurkan jaringan retina dan membuat luka korioretinal menggunakan suhu yang sangat rendah. Prosedur ini sudah digunakan sejak tahun 1960-an dan dapat dilakukan pada pasien muda dan dewasa. Walaupun beresiko, namun komplikasi sangat jarang terjadi, sehingga prosedur ini menjadi pengobatan yang relatif aman dan sangat bermanfaat bagi pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Operasi Pembekuan Retina dan Hasil yang Diharapkan

Cryopexy dapat disarankan bagi pasien yang mengalami masalah retina, seperti:

  • Retina terlepas
  • Iskemia retina atau jaringan retina yang kekurangan oksigen
  • Neovaskularisasi atau pembentukan pembuluh darah baru pada retina yang abnormal
  • Penyakit Coats’ atau adanya pembuluh darah retina abnormal yang dapat mengganggu penglihatan
  • Retinoblastoma atau tumor intraokuler
  • Glaukoma stadium akhir
    Kelainan retina merupakan salah satu penyebab umum dari kebutaan atau gangguan penglihatan di negara-negara besar. Penyakit ini dapat menyerang pasien dari berbagai kategori usia. Ablasi retina biasanya ditemukan pada pasien lansia dan penyakit Coats’ pada laki-laki berusia 10 tahun ke bawah. Sedangkan retinoblastoma bisa menyerang siapa saja, termasuk anak dan remaja. Kebanyakan kasus retinoblastoma diderita oleh anak berusia 2 tahun ke bawah.

Keberhasilan cryopexy dipengaruhi oleh stadium penyakit retina yang diderita pasien. Semakin dini cryopexy dilakukan, semakin tinggi tingkat keberhasilannya.

Apabila penyakit terlambat ditangani, pasien mungkin perlu menjalani cryopexy lebih dari satu kali untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Hal ini biasanya terjadi pada pasien yang retinanya terlepas.

Cara Kerja Operasi Pembekuan Retina

Saat cryopexy, pasien akan diberi bius lokal agar pasien tetap aman dan nyaman. Setelah pasien siap, dokter bedah mata akan menekan mata denagn probe cryopexy, sebuah alat yang sangat dingin. Alat ini didinginkan dengan nitrogen oksida, yang berada di ujung probe. Setelah probe mengenai sklera dan mulai membentuk kristal air, dokter akan melelehkan kristal dengan cepat. Dengan begitu, jaringan mata akan hancur dan membentuk luka. Pada pasien yang retinanya terluka, proses ini akan menutup pinggiran retina, sehingga luka retina tertutup. Apabila retina pasien terlepas, probe akan melekatkan retina ke epitel pigmen retina, sehingga retina bersentuhan dengan jaringan di bawahnya dan kembali ke posisi semula.

Setelah prosedur selesai, pasien akan diawasi selama satu jam. Pasien biasanya diberi obat untuk meredakan nyeri. Apabila tidak ada komplikasi, pasien biasanya diperbolehkan pulang setelah dua jam. Sebelum itu, dokter perlu memberitahu cara membersihkan kelopak mata setiap harinya.

Pasien akan pulih total dalam 10-14 hari setelah cryopexy. Banyak pasien yang penglihatannya menjadi buram sesaat serta muncul bercak merah dan pembengkakan ringan di sekitar mata. Efek samping ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam dua minggu setelah pembedahan. Untuk mempercepat pemulihan, pasien sebaiknya menggunakan kompres dingin pada mata. Jika gejala tidak hilang setelah dua minggu, pasien sebaiknya menjalani konsultasi lanjutan dengan dokter mata.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Operasi Pembekuan Retina

Cryopexy dapat menyebabkan komplikasi berikut:

  • Infeksi
  • Lubang pada mata, biasanya akibat jarum untuk menyuntikkan anestesi
  • Penglihatan ganda
  • Pendarahan di dalam mata (subkonjungtiva)
  • Glaukoma

    Rujukan:

  • Mittelman D., Bakos I. “The role of retinal cryopexy in the management of experimental perforation of the eye during strabismus surgery.” Journal of Pediatric Ophthalmology and Strabismus. September/October 1984; Vol. 21

  • Bagheri A., Salim RE., Ahmadieh H., et al. “Cryopexy or laser therapy versus observation for management of accidental scleral perforation during experimental study.” Shahid Beheshti University of Medical Sciences. http://www.binajournal.org/browse.php?aid=334&sid=1&slclang=en

  • Johnson R., Irvine A., Wood I. (1987). “Endolaser, cryopexy, and retinal reattachment in the air-filled eye.” Arch Ophthalmol. 1987;105(2):231-234. http://archopht.jamanetwork.com/article.aspx?articleid=636518

Bagikan informasi ini: