Apa itu Dekortikasi?

Dekortikasi adalah prosedur bedah pada area toraks untuk mengambil jaringan berserat abnormal yang tumbuh di permukaan paru-paru, dinding dada atau diafragma. Tujuan operasi ini adalah mengangkat lapisan jaringan pembatas (membran pleura berserat) yang melapisi paru-paru agar organ tubuh ini dapat mengembang dan berfungsi normal.

Pada umumnya, di antara paru-paru dan dinding dada terdapat ruang kosong (rongga pleura), yang dilapisi oleh lapisan cair tipis. Karena adanya cairan ini, paru-paru dapat mengembang dan berkontraksi dengan baik ketika bernapas. Namun, rongga ini dapat mengalami kelebihan cairan akibat penyakit tertentu, seperti pneumonia, infeksi (empiema) atau pendarahan. Kelebihan cairan ini lama-kelamaan akan menjadi padat dan membentuk kapsul berserat yang membatasi dan menekan paru-paru. Akibatnya, pasien akan kesulitan bernapas.

Siapa yang Perlu Menjalani Dekortikasi dan Hasil yang Diharapkan

Dekortikasi merupakan prosedur standar untuk mengobati pasien yang menderita empiema kompleks. Empiema adalah penyakit yang biasanya memiliki gejala seperti pneumonia, yaitu demam, sesak napas, batuk kering, dan nyeri dada. Jika pasien diberi pengobatan pneumonia namun kondisinya tidak membaik, maka kemungkinan ia menderita empiema.

Dalam beberapa kasus, lapisan berserat yang membatasi paru-paru dapat hilang tanpa intervensi serius, atau dengan antibiotik. Namun, jika gejalanya tidak hilang setelah 4-6 minggu, pasien harus segera menjalani dekortikasi. Beberapa gejala empiema kompleks yang segera membutuhkan penanganan medis adalah:

  • Sesak napas
  • Pernapasan melambat
  • Demam tinggi
  • Penurunan berat badan abnormal
  • Nyeri dada (biasanya mendadak dan terasa tajam)


Timbulnya gejala-gejala ini disebabkan oleh memburuknya empiema. Apabila peradangan menjadi parah, jaringan parut dapat terbentuk. Akibatnya, rongga dada akan terbagi menjadi lubang-lubang kecil (kondisi bernama lokulasi), yang lebih sulit disembuhkan. Apabila tidak ditangani, lapisan pleura ini akan menyebabkan paru-paru tidak dapat mengembang. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa pasien. Terlebih lagi, empiema dapat menjadi komplikasi yang lebih serius. Salah satu kemungkinannya adalah sepsis, yang gejalanya berupa demam sangat tinggi, detak jantung yang cepat, menggigil, tekanan darah rendah, dan bernapas dengan sangat cepat.

Diagnosis empiema dan pemeriksaan lapisan pleura dapat dilakukan dengan rontgen, USG dan CT scan pada dada. Tes darah juga mungkin perlu dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab infeksi. Pada beberapa kasus, sampel cairan diambil dari rongga pleura menggunakan jarum yang dimasukkan melalui punggung, untuk dianalisis lebih lanjut. Prosedur ini dinamakan thoracentesis.

Cara Kerja Dekortikasi

Dekortikasi dilakukan di bawah pengaruh bius total. Dalam kasus yang parah, torakotomi total mungkin perlu dilakukan pada area sayatan dada untuk menjangkau lapisan pleura dan mengambilnya dari permukaan paru-paru. Dekortikasi melalui torakotomi total merupakan prosedur bedah besar yang sangat rumit. Dokter bedah akan membuat sayatan sepanjang lima atau enam inci pada dinding dada, untuk menjangkau lapisan pleura dan menghilangkan infeksi. Lalu, tabung drainase dipasang untuk mengeluarkan darah. Tabung ini akan dilepas setelah 4-7 hari.

Sedangkan teknik yang lebih modern, seperti thoracentesis (VATS), dapat dilakukan untuk kasus empiema yang telah terdeteksi sejak dini. Dibandingkan torakotomi total, prosedur ini lebih tidak invasif. Endoskopi digunakan untuk melihat paru-paru dan pleura. Dokter bedah akan memasukkan tabung tipis melalui mulut, lalu diarahkan ke paru-paru. Beberapa sayatan kecil dibuat di dada untuk memasukkan tabung drainase. Selama prosedur, darah akan dialirkan keluar melalui tabung ini. Alat endoskop digunakan untuk menjangkau rongga pleura, selama dokter bedah memeriksa seluruh area bedah. Setelah empiema ditemukan, dokter bedah memasukkan alat bedah dan membuat beberapa sayatan kecil untuk mengangkat lapisan pleura berserat. Setelah seluruh kapsul pleura diangkat, paru-paru akan dikembangkan dan sayatan ditutup dengan jahitan atau staple bedah. Prosedur ini berlangsung selama satu atau dua jam.

Setelah prosedur, pasien biasanya perlu menginap di rumah sakit selama beberapa hari untuk membantu pemulihan serta kembalinya fungsi normal paru-paru. Pasien juga akan diberi antibiotik dan obat pereda nyeri selama beberapa hari. Pemeriksaan lanjutan dan rontgen juga diperlukan untuk memastikan pleura telah pulih total.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Dekortikasi

Dekortikasi adalah prosedur dengan tingkat keberhasilan tinggi. Setelah prosedur, pasien biasanya mengalami peningkatan fungsi paru-paru yang signifikan. Namun, seperti prosedur bedah besar lainnya, dekortikasi juga memiliki kemungkinan komplikasi dan resiko. Di antaranya adalah:

  • Komplikasi akibat obat bius
  • Pendarahan
  • Infeksi luka
  • Infeksi rongga pleura
  • Nyeri atau mati rasa pada area sayatan
  • Radang paru-paru (pneumonia)
  • Kebocoran udara pada dinding paru-paru

    Rujukan:

  • Mandal AK, Thadepalli H, Mandal AK, Chettipalli U. Posttraumatic empyema thoracis: a 24-year experience at a major trauma center. J Trauma. 1997 Nov. 43(5):764-71.

  • Hountis P, Chounti M, Matthaios D, Romanidis K, Moraitis S. Surgical treatment for malignant pleural mesothelioma: extrapleural pneumonectomy, pleurectomy/decortication or extended pleurectomy?. J BUON. 2015 Mar-Apr. 20(2):376-80.

Bagikan informasi ini: