Apa itu Ekokardiogram?

Ekokardiogram adalah tindakan pencitraan yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan sonogram jantung. Gambar yang dihasilkan relatif lebih rinci daripada sinar-X biasa, sehingga menjadikannya sebagai alat penting untuk diagnosis berbagai kondisi jantung yang akurat. Ekokardiogram juga berperan dalam merancang perencanaan pengobatan, pemantauan, dan pengelolaan yang efektif dan efisien bagi pasien dengan masalah jantungnya.

Sebagai tindakan diagnostik standar yang digunakan dalam bidang kardiologi, ekokardiogram memperlihatkan banyak informasi tentang jantung pasien. Hasil gambar menunjukan aspek struktural organ, termasuk bentuk dan ukurannya. Dengan alat ini, mendiagnosa kondisi pasien dengan ukuran jantung yang bentuknya berubah atau abnormal akan menjadi mudah. Kerusakan pada jaringan jantung juga dapat terlihat, termasuk lokasi kerusakan dan besarnya. Kinerja jantung juga dapat diukur dengan ekokardiogram melalui curah jantung, fraksi ejeksi darah, dan fungsi diastoliknya.

Secara tradisional, ekokardiogram 2D digunakan sebagai standar dalam tindakan ini. Dalam pemeriksaan ini, hasil gambar menampilkan irisan potongan melintang jantung yang berdetak termasuk pembuluh darah besar, bilik, dan katup jantung. Dalam 1 dekade terakhir, teknologi pencitraan 3D diperkenalkan, yang menawarkan gambar kelainan bawaan serta katup jantung yang lebih akurat dan menyeluruh, sehingga membuatnya berguna dalam mendiagnosis berbagai jenis penyakit jantung yang berbeda. Kardiomiopati, yaitu istilah yang mengacu pada berbagai kondisi yang melibatkan kerusakan terukur otot jantung, merupakan salah satu penyakit jantung yang dapat dideteksi oleh tindakan pemeriksaan ini. Dengan menunjukan struktur jantung, otot yang terserang, dan tingkat kerusakannya, berbagai kondisi jantung dapat dengan mudah dideteksi oleh tindakan ini.

Jenis Ekokardiogram

  • Ekokardiogram transtorasik, atau TTE , adalah salah satu jenis ekokardiogram yang paling umum, dan biasanya merupakan pemeriksaan standar yang dilakukan pada pasien yang mengeluh memiliki gejala yang berhubungan dengan berbagai penyakit jantung.

  • Stres Ekokardiografi. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk menentukan penyebab nyeri dada dan gejala lain yang terkait, atau untuk memastikan turunnya aliran darah ke jantung (efek dari penyakit arteri koroner). Jenis pemeriksaan ini dilakukan pada dua waktu yang berbeda: ketika pasien sedang bersantai dan setelah melakukan aktivitas seperti lari di atas treadmill sehingga dokter yang mendiagnosa dapat membuat perbandingan tentang bagaimana jantung bekerja dalam kegiatan yang berbeda.

  • Ekokardiogram transesofageal. Tindakan ini menggunakan alat pemeriksaan, yang dimasukkan ke tenggorokan bukan melalui dinding dada atau perut dari luar. Pemeriksaan diagnostik ini menghasilkan gambar jantung yang lebih jelas dan dilakukan dengan bius lokal untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

  • Ekokardiogram Doppler. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengukur aliran darah berdasarkan kecepatan dan arah darah mengalir saat melewati katup, pembuluh darah, dan bilik jantung. Ekokardiografi dilakukan oleh para ahli terlatih yang dikenal sebagai sonographer jantung. Selain itu, dokter yang terlatih melakukan tindakan pemeriksaan ini juga dapat mengoperasikan mesin kardiogram.

Siapa yang Harus Menjalani Ekokardiogram dan Hasil yang Diharapkan

Setelah mencapai usia tertentu, dokter biasanya menganjurkan tindakan pemeriksaan ini kepada pasiennya sebagai bagian dari pemeriksaan fisik tahunan untuk tindakan pencegahan atau untuk menemukan kondisi jantung apapun pada tahap awal. Tindakan ini juga dianjurkan bagi pasien yang dianggap berisiko tinggi terserang masalah jantung.

Pemeriksaan ini juga dianjurkan untuk pasien yang telah terserang penyakit jantung dan dilakukan sebagai bagian dari program pengobatan mereka. Gambar yang dihasilkan biasanya digunakan oleh dokter untuk memantau kemajuan dan keefektivitasan pengobatan dan ketika memutuskan apakah program pengobatan harus direvisi untuk mendapatkan hasil terbaik. Pasien yang memperlihatkan gejala yang berhubungan dengan penyakit jantung seperti sesak napas, tekanan atau nyeri pada dada yang tak bisa dijelaskan, serta detak jantung tidak teratur juga harus menjalani tindakan ini secepatnya.

Ekokardiogram yang normal berarti tidak ada kelainan pada struktur jantung dan kinerjanya. Namun, jika hasil pemeriksaan tidak normal, dokter yang mendiagnosa biasanya akan meminta dilakukan lebih banyak pemeriksaan untuk membuat diagnosis yang akurat.

Cara Kerja Ekokardiogram

Kebanyakan jenis ekokardiogram tidak memerlukan banyak persiapan. Stres ekokardiogram memerlukan pasien untuk makan sedikit sebelum pemeriksaan, dan mengenakan pakaian yang nyaman dan sepatu ringan. Di sisi lain, ekokardiogram transesofageal memerlukan pasien untuk berpuasa dari makan dan minum 6 jam sebelum pemeriksaan.

Tindakan diagnostik ini biasanya dilakukan di kantor dokter, klinik, atau rumah sakit. Jika pasien tidak dapat pergi karena lumpuh, tindakan dapat dilakukan di samping tempat tidur rumah sakit. Sebelum tindakan dimulai, pasien disarankan untuk menanggalkan pakaian, perhiasan, dan aksesoris lainnya di atas pinggang, yang dapat mengganggu gelombang suara.

Tergantung pada jenis ekokardiogramnya, transduser dapat digunakan dan dipindahkan di sekitar dada pasien atau dinding perut. Dalam kasus kardiogram transesofageal, struktur dan rincian internal jantung akan diamati melalui alat pemeriksaan, yang dimasukkan ke dalam tenggorokan pasien.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Ekokardiogram

Secara umum, ekokardiogram aman dilakukan karena sebagian besar bersifat non risiko dan hanya menggunakan gelombang suara yang aman untuk melihat struktur dan kinerja jantung. Namun, beberapa jenis ekokardiogram menggunakan zat pewarna, yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.

Ekokardiogram transesofageal lebih berisiko daripada jenis lainnya dalam kategori tindakan diagnostik ini. Pasien yang baru saja menjalani radioterapi ke dada atau leher tidak diperbolehkan menjalani tindakan ini, serta pasien yang memiliki masalah dengan kerongkongan mereka (memiliki kelainan tenggorokan sempit, pembuluh darah membesar, atau artritis leher yang parah). Beberapa pasien mungkin juga mengalami kesulitan menelan setelah tindakan. Komplikasi atau efek samping TEE yang diketahui termasuk pendarahan kecil pada tenggorokan atau mulut, rasa tidak nyaman, mual, kesulitan bernafas (yang disebabkan alat pemeriksaan yang dimasukkan ke tenggorokan), dan detak jantung lambat atau tidak teratur. Alat pemeriksaan juga dapat merobek kerongkongan, namun kejadian ini sangat langka.

Ekokardiogram tekanan melibatkan kegiatan atau obat tertentu yang dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan keras. Hal ini berarti baik pasien dan dokter harus mencari kemungkinan komplikasi seperti tekanan darah rendah, pusing, mual, sesak napas, denyut jantung tidak teratur, atau bahkan serangan jantung.

Rujukan:

  • Connolly HM, Oh JK. Echocardiography. In: Bonow RO, Mann DL, Zipes DP, Libby P, eds. Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 9th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2011:chap 15.
Bagikan informasi ini: