Apa itu Penghilangan Rambut dengan Elektrolisis?

Penghilangan rambut dengan elektrolisis adalah proses menghilangkan rambut secara permanen dari berbagai bagian tubuh dengan menggunakan aliran listrik untuk menghancurkan akar folikel rambut. Metode ini telah disetujui oleh BPOM Amerika Serikat dan terbukti lebih efektif dibandingkan prosedur penghilangan rambut lainnya.

Elektrolisis akan menyerang folikel rambut dan bukan pigmen rambut, sehingga prosedur ini sangat fleksibel dan bisa dilakukan pada semua jenis rambut dan kulit. Prosedur ini menjadi pilihan yang lebih baik bagi mereka yang tidak dapat menjalani penghilangan rambut dengan laser.

Siapa yang Perlu Menjalani Penghilangan Rambut dengan Elektrolisis dan Hasil yang Diharapkan

Prosedur ini dianjurkan bagi mereka yang ingin menghilangkan rambut secara permanen atau untuk jangka panjang. Prosedur ini dapat sangat membantu pengidap hirsutisme, suatu kondisi yang menyebabkan pertumbuhan rambut berlebihan.

Penghilangan rambut dengan elektrolisis dilakukan dengan menggunakan probe logam berbentuk jarum halus untuk mengalirkan energi listrik langsung ke pusat pertumbuhan rambut, yaitu akarnya. Elektrolisis dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Elektrolisis termolisis – Prosedur ini menggunakan frekuensi radio gelombang pendek, yang menghasilkan panas dengan memicu molekul air rambut untuk bergetar dengan sangat cepat.
  • Elektrolisis galvanic – Prosedur ini menggunakan arus searah untuk menciptakan perubahan senyawa kimia di folikel, sehingga akar rambut akan hancur. Dikenal sebagai metode penghilangan rambut dengan elektrolisis yang pertama.
  • Elektrolisis blend – Jenis ini merupakan gabungan antara elektrolisis termolisis dan galvanic. Jika ternyata ada rambut yang tidak dapat dihancurkan dengan termolisis, maka metode galvanic akan digunakan, begitu juga sebaliknya.

Berbeda dari metode laser, yang hanya disarankan bagi orang berkulit cerah karena laser cenderung menyebabkan perubahan pigmen kulit, elektrolisis lebih fleksibel dan dapat dilakukan pada semua jenis rambut dan kulit. Elektrolisis dapat menghilangkan rambut tanpa menyerang pigmen, namun langsung menghancurkan folikel rambut. Prosedur ini aman dilakukan di semua bagian tubuh, termasuk wajah, alis, perut, paha, payudara, dan kaki.

Cara Kerja Penghilangan Rambut dengan Elektrolisis

Pada sesi penghilangan rambut dengan elektrolisis, pasien akan diminta berbaring di meja perawatan. Jika dirasa perlu atau diminta oleh pasien, obat bius topikal dapat dioleskan. Teknisi elektrolisis (elektrologis) akan mengawali prosedur dengan menempelkan probe berbentuk jarum pada kulit. Alat ini akan mengeluarkan filamen kawat, yang langsung menuju ke folikel rambut. Filamen akan mengalirkan arus listrik yang lemah untuk menghancurkan akar rambut. Proses ini terus diulangi hingga semua folikel rambut sudah dihancurkan.

Setiap rambut di tubuh kita memiliki kecepatan tumbuh yang berbeda. Ada rambut yang sedang dalam proses tumbuh, istirahat, atau rontok. Tahapan ini disebut sebagai masa pertumbuhan, istirahat, dan penggantian rambut. Untuk memastikan semua rambut telah dihentikan pertumbuhannya, pasien harus menjalani beberapa kali perawatan. Total perawatan yang dilakukan berkisar antara 15-30 sesi. Setiap sesi membutuhkan waktu sekitar 15 menit-1 jam. Seluruh proses ini memakan banyak waktu, sehingga pasien harus berkomitmen penuh untuk mendapatkan hasil optimal.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Penghilangan Rambut dengan Elektrolisis

Tidak seperti penghilangan rambut dengan laser, elektrolisis tidak memiliki efek samping permanen, misalnya perubahan warna kulit permanen. Elektrolisis juga tidak akan menyebabkan rambut tumbuh dalam kulit dan iritasi kulit – dua komplikasi yang biasa terjadi karena metode penghilangan rambut lainnya, seperti waxing, threading, dicabut dengan pinset, dan penggunaan krim perontok rambut. Sejauh ini, satu-satunya efek samping elektrolisis adalah kulit menjadi agak kemerahan, yang akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Sedangkan untuk nyeri, pasien hanya akan merasakan sensasi ditusuk jarum saat folikel rambut dihancurkan. Karena banyaknya jumlah folikel yang ditargetkan, mungkin pasien akan merasa sakit. Untungnya, metode elektrosis modern dapat mengurangi rasa sakit yang dirasakan. Kebanyakan pasien hanya merasa seperti digelitik. Bagi orang yang tingkat toleransi nyerinya rendah, krim anestesi dapat dioleskan di kulit sebelum elektrolisis dilakukan.

Salah satu kesulitan yang dihadapi adalah folikel rambut harus lurus atau memiliki bentuk yang tepat, agar jarum lebih mudah menghancurkan akar rambut. Sayangnya, folikel rambut dapat bengkok atau bentuknya tidak wajar, biasanya karena sering dicabut dengan pinset atau waxing. Bila hal ini terjadi, folikel rambut akan sulit untuk langsung dihancurkan.

Rujukan

  • Dover JS reviewing Gorgu M at al. “Hair Removal: Laser vs. Electrolysis.” Dermatol Surg. 2000 Jan. http://www.jwatch.org/jd200002010000001/2000/02/01/hair-removal-laser-vs-electrolysis

  • Wagner R., Tornich J., Grande D. “Electrolysis and thermolysis for permanent hair removal.” Journal of the American Academy of Dermatology. http://www.jaad.org/article/S0190-9622(85)70062-X/abstract

  • Wagner R. “Medical and technical issues in office electrolysis and thermolysis.” American Society for Dermatology Surgery Inc. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1524-4725.1993.tb00391.x/abstract;jsessionid=AD3E09DBA8C5706006B83E7F4B0279EB.f01t03?userIsAuthenticated=false&deniedAccessCustomisedMessage=

Bagikan informasi ini: