Apa itu Biopsi Endomiokardial?

Biopsi endomiokardial adalah pengambilan sampel jaringan jantung untuk memeriksa adanya tanda kerusakan atau penyakit, yang biasanya dilanjutkan dengan transplantasi jantung. Prosedur ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an, dan sejak saat itu terus dikembangkan dan diperbaiki untuk mendiagnosis beragam penyakit dan kelainan jantung, khususnya penolakan transplantasi allograft jantung. Biopsi ini akan mengevaluasi endokardium atau otot jantung yang berfungsi memompa darah, dan miokardium atau membran tipis yang melapisi ruang jantung.

Pasien dengan kondisi jantung yang sangat rusak perlu menjalani transplantasi jantung untuk diganti dengan jantung donor yang sehat. Jika tubuh merasa asing dengan jantung donor, maka sistem kekebalan tubuh akan mengirim antibodi untuk menyerang dan menolak jantung. Biopsi endomiokardial memudahkan dokter spesialis jantung dalam memantau aktivitas jantung donor di dalam tubuh pasien dan menilai keberhasilan prosedur transplantasi.

Untuk menyelesaikan proses diagnosis, sampel jaringan yang diambil melalui prosedur ini akan diperiksa dengan memanfaatkan beberapa teknik, seperti imunohistokimia dan reaksi berantai polimerase.

Metode dan teknik yang digunakan dalam prosedur biopsi berbeda-beda dan disesuaikan dengan faktor tertentu, termasuk usia pasien dan tingkat keparahan penyakit.

Siapa yang Perlu Menjalani Biopsi Endomiokardial dan Hasil yang Diharapkan

Biopsi endomiokardial sangat direkomendasi untuk:

  • Pasien yang telah menjalani bedah transplantasi jantung – Pasien transplantasi dijadwalkan untuk menjalani biopsi endomiokardial secara rutin, biasanya satu kali seminggu selama bulan pertama pasca transplantasi, dua minggu sekali saat bulan kedua dan ketiga, dan interval akan terus meningkat pada bulan berikutnya.
  • Diagnosis kardiomiopati atau penyakit otot jantung, terutama yang penyebabnya tidak diketahui. Penyakit ini ditandai dengan otot jantung yang membesar, kaku, atau terluka. Jika tidak mendapat pengobatan, bisa menyebabkan aritmia dan gagal jantung.
  • Pasien yang sedang menjalani terapi imunosupresif dan beresiko terkena penyakit otot jantung
  • Pasien yang mengalami radang otot jantung atau miokarditis, yang disebabkan oleh infeksi bakteri, racun, reaksi penolakan terhadap obat-obatan, atau karena sistem kekebalan tubuh tidak seimbang.
  • Pasien dengan kondisi aritmia yang belum terdiagnosis


Penyakit jantung lain yang dapat terdiagnosis oleh biopsi endomiokardial adalah sarkoidosis jantung, tumor jantung, dan amiloidosis.

Walaupun bersifat invasif, biopsi endomiokardial merupakan prosedur diagnostik yang aman dan efektif dengan angka mortalitas dan morbiditas yang sangat kecil. Banyak penelitian yang membuktikan tingkat komplikasi prosedur ini hanya sebesar atau kurang dari 1%, khususnya bila dilakukan oleh dokter yang sangat ahli dan berpengalaman dalam proses ini.

Cara Kerja Biopsi Endomiokardial

Biopsi endomiokardial dimulai dengan memberikan bius lokal. Area penempatan kateter dibersihkan dan dipersiapkan terlebih dahulu, sebelum menusuk vena. Terkadang, sebelum menusuk dan memasukkan kawat dan kateter, dokter menggunakan sonografi untuk menentukan dan mengevaluasi vena jugularis yang tepat. Kemudian, dokter mencari jalan masuk untuk mengarahkan kateter ke jantung dengan menggunakan teknologi pencitraan, seperti fluroskopi atau ekokardiografi. Lalu, sampel otot jantung dikumpulkan dengan sebuah alat penjepit kecil yang disebut bioptome dan disimpan untuk evaluasi histologi. Terakhir, kateter akan diangkat, sedangkan area tusukan ditutup.

Biopsi endomiokardial dapat dilakukan melalui vena subklavia kanan atau kiri, apabila vena jugularis digunakan sebagai saluran vena sentral atau beresiko trombosis. Area lain yang dapat digunakan adalah vena dan arteri femoralis kanan dan kiri.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Biopsi Endomiokardial

Resiko dan kemungkinan komplikasi dari biopsi endomiokardial adalah:

  • Perforasi ventrikular atau sebagian otot ventrikular sobek, yang dapat menyebabkan pendarahan internal
  • Penumpukan cairan di dalam rongga perikardial, dikenal dengan istilah temponade jantung, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan hemodinamik atau aliran darah yang tidak lancar
  • Aritmia ventrikular sementara dan arteri sentral tertusuk
  • Kerusakan katup mitral atau biskupid, sehingga terjadi regurgitasi. Pasien transplantasi jantung lebih beresiko mengalami komplikasi ini, karena mereka rutin menjalani biopsi endomiokardial
  • Pneumotoraks atau emboli udara


Selain hematoma, komplikasi ringan yang harus diantisipasi oleh pasien dan dokter adalah hipotensi, fistula vaskular, kelumpuhan saraf, dan nyeri dada.

Rujukan:

  • Caves PK, Stinson EB, Graham AF, Billingham ME, Grehl TM, Shumway NE.Percutaneous transvenous endomyocardial biopsy. JAMA. 1973; 225:288-29

  • Miller LW, Labovitz AJ, McBride LA, Pennington DG, Kanter K.Echocardiography-guided endomyocardial biopsy: a 5-year experience. Circulation. 1988;78(5 pt 2):III99-III102

Bagikan informasi ini: