Apa itu Pemeriksaan Mata?

Pemeriksaan mata adalah istilah umum yang merujuk pada rangkaian pemeriksaan untuk menilai kesehatan mata. Pemeriksaan dimulai dari yang paling sederhana, seperti membaca grafik huruf standar, hingga tes yang jauh lebih rumit dengan menggunakan lensa bertenaga tinggi dan mesin untuk mengamati struktur internal mata.

Pemeriksaan mata rutin sangatlah penting, terlepas dari usia dan kesehatan fisik. Tidak hanya untuk membuat resep lensa kontak atau kacamata, tapi juga untuk memeriksa kehadiran penyakit dan menilai kesehatan mata sebagai indikator kesehatan. Selain itu, melalui prosedur ini, dokter spesialis mata akan mampu mengenali dan mendiagnosis penyakit sistemik kronis.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Mata dan Hasil yang Diharapkan

Pemeriksaan mata rutin sangat direkomendasi bagi siapa saja sebagai pemeriksaan pemeliharaan kesehatan rutin. Orang dewasa harus menjalani pemeriksaan ini untuk mengikuti perkembangan resep lensa dan tanda-tanda penyakit mata. Di sisi lain, anak-anak pun harus memeriksakan mata ke dokter untuk menjaga perkembangan penglihatan yang normal, memastikan ketajaman dan kecakapan mata untuk aktivitas pembelajaran. Idealnya, pemeriksaan mata dilakukan satu kali dalam setahun.

Namun, ada beberapa kasus yang mengharuskan pemeriksaan mata. Ciri dan kondisi umum yang segera memerlukan pemeriksaan ini, antara lain:

  • Mata tampak merah atau kering, atau tiba-tiba terasa sangat gatal
  • Melihat kilatan cahaya, titik hitam atau floater
  • Orang-orang yang mengidap diabetes atau penyakit lain yang mengganggu kesehatan mata
  • Kesulitan mengemudi atau melihat di kegelapan atau saat malam hari
  • Orang-orang yang merasa sakit kepala, penglihatan kabur, mengalami penurunan penglihatan atau pening selama beberapa saat setelah menggunakan komputer atau perangkat serupa
  • Orang-orang yang merasa pening, mabuk, atau sulit mengikuti objek bergerak
  • Membaca buku dari jarak agak jauh atau sangat dekat agar dapat terbaca dengan jelas
  • Perubahan pada penglihatan
  • Mengalami trauma di bagian kepala yang membuat perubahan pada penglihatan
    Pasien dengan riwayat keluarga yang mengidap penyakit glaukoma atau diabetes (retinopati diabetik), khususnya yang menginjak usia 50 tahun atau lebih, memerlukan lebih banyak pemeriksaan mata. Pemeriksaan ini pun sangat penting untuk mengenali dan mendiagnosis penyakit, seperti degenerasi makula akibat penuaan dan katarak.

Cara Kerja Pemeriksaan Mata

Dalam pemeriksaan mata, dokter spesialis mata memeriksa ketajaman penglihatan untuk menentukan resep lensa kontak atau kacamata. Dokter pun akan memeriksa kemungkinan penyakit atau masalah mata yang memicu penurunan atau kehilangan fungsi penglihatan. Langkah-langkah pemeriksaan mata biasanya terdiri dari:

  • Bagi pasien yang baru pertama kali menjalani pemeriksaan mata, dokter biasanya bertanya mengenai riwayat penyakit atau gejala penurunan penglihatan yang sedang dirasakan.
  • Dokter akan melakukan uji ketajaman penglihatan untuk menentukan resep lensa kontak atau kacamata agar dapat meningkatkan kemampuan melihat.
  • Dengan bantuan cahaya,dokter akan mengevaluasi permukaan dan bagian dalam mata. Kemungkinan, dokter akan memberi obat tetes mata untuk memperbesar mata atau mengukur tekanan mata.

Jenis-jenis tes yang akan direkomendasi atau dilakukan oleh dokter berdasarkan gejala yang dirasakan pasien, antara lain:

  • Tes otot mata - Dilakukan untuk memeriksa kesehatan otot yang mengatur gerakan mata, serta mengevaluasitanda-tanda kemunduran otot atau kordinasi.

  • Tes ketajaman penglihatan - Tes standar untuk mengukur ketajaman penglihatan, biasanya dilakukan dengan cara membaca grafik huruf dalam berbagai ukuran.

  • Pemeriksaan refraksi - Seringkali dilakukan menggunakan komputer refraktor atau dengan retinoskopi untuk mengukur resep lensa kontak dan kacamata. Pada pemeriksaan ini biasanya dilakukan penyetelan dengan menggunakan sebuah perangkat yang dilengkapi dengan beberapa lensa untuk mendapatkan kombinasi yang memberikan penglihatan paling jelas.

  • Pemeriksaan lapang pandang (Perimetri) - Pemeriksaan yang menentukan jangkauan penglihatan. Kehilangan lapang penglihatan merupakan ciri penyakit mata.

  • Tes buta warna - Tes ini menilai kekurangan dan menentukan kebutaan warna.

  • Pemeriksaan slit-lamp - Mikroskop slit-lamp atau lampu celah digunakan untuk memeriksan struktur di dalam mata. Cairan flourescein yang digunakan untuk mewarnai selaput air mata, dapat membantu menampakkan sel-sel yang rusak.

  • Pemeriksaan retina (Oftalmoskopi/Funduskopi) - Pemeriksaan yang dilakukan pada struktur belakang mata, termasuk retina, untuk memeriksa kemungkinan penyakit mata.

  • Pemeriksaan glaukoma (Tonometri) - Pengukuran tekanan (intraocular) mata untuk mengenali kehadiran glaukoma, kondisi yang merusak saraf optik. Pemeriksaan ini dapat dilakukan tanpa mesin (non-kontak) atau menggunakan tonometer slit-lamp (tonometri aplanasi).

  • Uji ketebalan retina: Pemeriksaan ini direkomendasi bila tekanan mata lebih tinggi dari tekanan normal. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan perangkat yang memanfaatkan gelombang suara untuk mengukur ketebalan retina. Uji ketebalan retina berlangsung selama beberapa detik dengan bantuan anestesi tetes mata.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemeriksaan Mata

Pemeriksaan mata hanya membutuhkan beberapa menit atau kurang dari satu jam. Pemeriksaan rutin yang sangat sederhana dan singkat ini, biasanya tidak menyebabkan komplikasi atau resiko apapun. Namun, jenis pemeriksaan tertentu yang memerlukan tetesan anestesi atau fluorescein dapat membuat mata menjadi buram selama beberapa saat dan kembali normal dalam beberapa jam.

Rujukan

  • Emmett T. Cunningham; Paul Riordan-Eva. Vaughan & Asbury's general ophthalmology. (18th ed.). McGraw-Hill Medical.
Bagikan informasi ini: