Apa itu Evaluasi Fisik Anak?

Evaluasi fisik anak adalah pemeriksaan fisik sebelum keikutsertaannya dalam cabang olahraga tertentu. Biasanya, evaluasi ini merupakan syarat yang dipenuhi oleh anak-anak dan remaja yang ingin bergabung. Prosedur ini rutin dilaksanakan sebelum musim tanding untuk memastikan anak dalam kondisi prima saat melakukan olahraga berat. Dengan mengikuti prosedur ini, anak akan terjaga dari gangguan kesehatan atau cedera yang dapat memicu komplikasi karena diperburuk oleh aktivitas fisik.

Siapa yang Perlu Menjalani Evaluasi Fisik Anak & Hasil yang Diharapkan

Semua anak yang akan bergabung dengan klub olahraga harus melewati evaluasi fisik untuk mendapatkan izin mengikuti pertandingan. Prosedur ini mirip dengan evaluasi fisik yang dijalani oleh para atlet. Namun, prosedur ini disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anak serta remaja yang ingin berkecimpung dalam dunia olahraga, baik dengan klub olahraga khusus maupun klub olahraga sekolah.

Manfaat dari prosedur ini adalah:

  • Memastikan bahwa kekuatan fisik anak mampu mengikuti pelatihan dan pertandingan.
  • Mengenali potensi risiko kesehatan yang mengancam nyawa dan keselamatan anak saat mengikuti kegiatan olahraga.
  • Membantu mengurangi risiko menderita kerusakan akibat aktivitas olahraga.

Hasil akhir dari evaluasi umumnya berupa:

  • Anak akan diberikan izin untuk bertanding – Ketika anak dinyatakan layak untuk mengikuti kegiatan olahraga, ia akan diizinkan untuk bertanding tanpa ada campur tangan medis.

  • Anak akan diberitahu cara untuk meningkatkan kesehatan pada bagian tubuh tertentu – Jika ditemukan masalah potensial, seperti gangguan kesehatan atau adanya luka yang akan mengganggu kekuatan fisik anak, dokter akan memberi anjuran perawatan dan terapi untuk menjaga kondisi kesehatan sebelum musim tanding dimulai. Jika sudah tidak ada waktu, ia mungkin tidak diperbolehkan bermain selama musim tanding (atau menjadi bagian dari cadangan) hingga ia selesai menjalani perawatan yang telah direkomendasikan.

  • Anak akan dilarang ikut bertanding – Jika ditemui gangguan kesehatan serius yang berisiko tehadap kegiatan olahraga dan mengancam nyawa anak, ia tidak akan diizinkan untuk bermain. Namun, kasus ini termasuk jarang dan hanya terjadi sebanyak 2% dari seluruh evaluasi olahraga anak. Pada kebanyakan kasus, dan seringkali, pertama-tama anak akan diberi rencana rehabilitasi sebelum didiskualifikasi dari klub.

  • Anak akan diizinkan bertanding dengan syarat tertentu – Pada kondisi tertentu, anak akan diizinkan bermain dalam pertandingan selama ia menghindari aktivitas dan jenis olahraga tertentu. Rincian perizinan tergantung pada kondisi/gangguan kesehatan yang diderita anak, contohnya anak dengan epilepsi terkendali termasuk layak untuk bertanding, namun demi keamanan dirinya dan rekan atlet maupun lawan, ia tidak diperbolehkan untuk terlibat kontak atau bentrokan fisik.

    Cara Kerja Evaluasi Fisik Anak

Evaluasi fisik untuk anak umumnya dilakukan atas permintaan sekolah atau klub olahraga yang ingin diikuti anak. Prosedur ini bertujuan melengkapi syarat umum bagi atlet muda dan dilakukan oleh dokter olahraga atau sekolah, klinik swasta, atau klinik sekolah. Pelatih atlet akan hadir selama evaluasi berlangsung.

Evaluasi biasanya mengabiskan waktu hingga satu jam bahkan lebih, dan sebaiknya dilakukan selambat-lambatnya enam minggu sebelum musim tanding. Dengan begitu, akan ada cukup waktu untuk menyelesaikan perawatan dan rehabilitasi jika terdapat gangguan kesehatan.

Evaluasi fisik anak terdiri dari dua bagian utama, evaluasi riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik.

Lingkup evaluasi riwayat kesehatan meliputi:

  • Status imunisasi
  • Perubahan berat badan (perubahan berat badan drastis menandai adanya masalah pola makan atau gangguan makan
  • Riwayat penyakit sebelumnya
  • Alergi
  • Riwayat kesehatan keluarga yang mempunyai penyakit kronis
  • Riwayat pingsan atau pusing akibat aktivitas berat
  • Riwayat luka seperti patah (tulang) dan gegar (otak)
  • Riwayat haid (bagi atlet perempuan)
  • Riwayat kesehatan gigi, i.e. Seperti penggunaan kawat gigi atau alat penunjang kesehatan gigi lainnya
  • Konsumsi obat-obatan, alkohol, dan suplemen makanan
  • Pemakaian steroid atau obat penambah stamina


Semantara itu, lingkup pemeriksaan fisik pasien meliputi:

  • Mata, seperti memutuskan apakah pasien harus memakai lensa kontak selama pertandingan
  • Kepala dan leher
  • Paru-paru
  • Jantung
  • Tanda-tanda vital (suhu tubuh, denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah)
  • Laju pernapasan
  • Indeks berat badan
  • Tekanan darah
  • Alat kelamin
  • Perut
  • Kondisi muskiloskeletal, di antaranya:
  • Postur tubuh
  • Gaya berjalan
  • Fungsi lengan dan kaki
  • Kekuatan gerakan sendi
  • Kelenturan lutut
  • Kelenturan
  • Keseimbangan


Apabila anak diwajibkan mengikuti beberapa tes khusus, dokter akan meminta tes laboratorium tambahan, seperti echo-kardiografi, jika ditemukan masalah pada jantung.

Jika dokter menemukan adanya gangguan, ia akan membuat rencana perawatan dan rehabilitasi. Rencana perawatan yang sesuai akan dirundingkan dengan pelatih dan orangtua/wali anak.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Evaluasi Fisik Anak

Evaluasi fisik anak akan melibatkan beberapa tes, namun semuanya dinyatakan aman untuk anak-anak dan dirancang sesuai dengan usia anak. Tidak ada risiko pada pemeriksaan fisik. Malahan, prosedur ini akan melindungi anak dari risiko aktivitas fisik, seperti:

  • Cedera karena kecelakaan
  • Cedera parah (atau patah tulang)
  • Gegar otak
  • Dehidrasi
  • Penyakit panas – Kondisi yang wajar terjadi pada aktivitas olahraga anak dan menyebabkan kelelahan karena panas, kram otot, pingsan, pusing, dan struk panas akibat latihan atau pertandingan yang terlalu lama.
  • Gangguan makan – tTrdapat kecenderungan pada atlet mengalami gangguan makan Kondisi ini biasa ditemui diantara atlet yang bergabung dengan cabang olahraga di mana berat badan adalah faktor penting. Misalnya, gulat dan senam.
  • Kematian karena olahraga – Penyebab utama kematian karena olahraga adalah jantung tiba-tiba berhenti, penyakit panas, dan gegar otak parah.


Satu-satunya risiko yang timbul akibat prosedur ini adalah diskualifikasi, tetapi dengan catatan, risiko ini terjadi bila kondisi sangat parah dan ditak dapat disembuhkan hingga membahayakan anak jika ia tetap mengikuti kegiatan olahraga tersebut. Sebagian besar kasus diskualifikasi disebabkan oleh masalah pada kondisi jantung, seperti:

  • Stenosis pulmonal
  • Penyakit vaskular paru
  • Stenosis katup aorta
  • Stenosis katup mitral
  • Kardiomiopati
  • Perikarditis akut
  • Miokarditis akut

    Rujukan

  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). School health guidelines to promote healthy eating and physical activity. MMWR Recomm Rep. 2011; 6;60(RR-5):1-76. PMID: 21918496 www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21918496.

Bagikan informasi ini: