Apa itu Penutup Fisur Gigi?

Fissure sealant, atau penutup pit dan fisur, adalah perawatan gigi yang bertujuan untuk mencegah karies gigi.

Penutup ini dipasang di bagian atas gigi, terutama di lekukan atau celah di gigi belakang (yang lebih besar dan akarnya lebih banyak) serta lubang cingulum di gigi depan, yang lebih rentan menjadi berlubang karena sisa makanan. Lekukan dan lubang gigi ini akan lebih sulit dibersihkan hanya dengan menyikat gigi, terutama bagi anak-anak.

Gigi berlubang atau karies gigi adalah kerusakan bertahap yang dialami manusia. Kondisi ini seringkali terjadi karena bakteri dalam mulut pasien. Gigi yang terkena karies akan terlihat berwarna kuning atau hitam, tergantung pada keparahannya. Gigi pasien dapat terasa sangat sakit, sehingga pasien kesulitan makan. Dampak lain yang dapat dirasakan adalah nyeri dan pembengkakan pada jaringan di sekitar gigi, gigi tanggal, infeksi serius (ditandai dengan demam dan gejala lain), serta timbulnya abses di gusi.

Bakteri dapat menghancurkan jaringan keras pada gigi, yaitu enamel, dentin, dan sementum. Ketiga jaringan ini akan melemah saat terkena asam dari gula dan sisa makanan. Bakteri yang menyebabkan karies akan memanfaatkan gula dalam makanan sebagai sumber energi. Maka dari itu, seseorang yang sering makan banyak gula akan lebih beresiko terkena karies gigi. Pasien yang menderita diabetes mellitus dan sindrom Sjogren, atau mengonsumsi obat tertentu (seperti antihistamin dan antidepresan) juga lebih rentan terkena karies gigi.

Siapa yang Memerlukan Penutup Fisur Gigi dan Hasil yang Diharapkan

Dokter gigi biasanya akan memberikan penutup fisur pada pasien anak, terutama mereka yang giginya lebih rentan terhadap karies. Biasanya, prosedur penutupan ini langsung dilakukan setelah gigi geraham permanen (atau dewasa) tumbuh. Gigi geraham memiliki permukaan yang lebar dan sedikit cekung. Walaupun cocok untuk mengunyah, namun bentuk ini menyebabkan geraham tidak dapat dilindungi sepenuhnya oleh komponen pencegah karies yang terdapat di air liur atau fluorida di pasta gigi dan air minum.

Fissure sealant terbuat dari bahan plastik transparan yang melindung gigi dari karies. Pelapis gigi ini dianggap lebih efektif untuk mencegah karies pada anak, dibandingkan melarang anak makan makanan tertentu. Sealant akan membentuk pelindung keras pada gigi, sehingga sisa makanan dan bakteri tidak akan menempel di sela-sela gigi. Umumnya, karies terjadi pada gigi belakang anak, di mana sisa makanan dan bakteri lebih sulit dibersihkan dengan sikat gigi.

Fissure sealant merupakan cara efektif untuk mencegah karies pada anak, asalkan pelindung gigi ini masih menempel di gigi. Biasanya, sealant akan bertahan selama lima tahun atau lebih, walaupun sering terkena tekanan saat mengunyah. Bahkan, ada beberapa pasien anak yang sealant-nya bertahan hingga dewasa.

Namun, jika sealant tidak diaplikasikan dengan baik, lapisan ini dapat hancur lebih cepat karena terkontaminasi air liur pasien.

Cara Kerja Penutup Fisur Gigi

Prosedur untuk melapisi gigi dengan fissure sealant sebenarnya cukup sederhana. Pasien harus datang ke klinik gigi untuk ditangani oleh dokter gigi ahli. Karena tidak membutuhkan perencanaan yang rumit, pasien biasanya dapat langsung datang, tanpa membuat janji.

Apabila pasien masih anak-anak, dokter gigi mungkin perlu menjelaskan apa yang akan terjadi selama prosedur.

Lalu, seorang spesialis kebersihan gigi akan membersihkan gigi pasien (menghilangkan plak dan sisa makanan) sebelum dokter gigi dapat memeriksa kondisi gigi. Kemudian, dokter gigi akan melapisi gigi dengan larutan khusus, dan menunggu beberapa menit hingga larutan ini kering. Biasanya, larutan ini tidak perlu dikeringkan dengan bantuan alat – pasien hanya perlu membuka mulutnya sebentar.

Langkah selanjutnya adalah mengoleskan sealant ke gigi. Sealant akan ditempelkan dengan sinar laser (curing light). Ada beberapa jenis fissure sealant resin yang dapat digunakan untuk pasien anak. Di antaranya adalah sealant yang memerlukan sinar laser UV, material autopolimer, jenis yang hanya membutuhkan sinar laser ambient, dan sealant yang diperkuat dengan fluorida untuk menambah perlindungan gigi.

Saat ini, semakin banyak dokter gigi yang menggunakan sealant ionomer kaca, yang mengandung fluorida dan lebih tidak sensitif jika terkena cairan. Jenis penutup fisur ini juga dapat mencegah karies dalam jangka panjang – bahkan setelah sealant terlepas – karena mampu mengeluarkan fluorida.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Penutup Fisur Gigi

Penutupan fisur gigi merupakan prosedur yang aman dan tidak ada resiko maupun komplikasi pada pasien.

Rujukan:

  • American Dental Association
Bagikan informasi ini: