Apa itu Pemecahan Batu Ginjal?

Batu ginjal adalah massa keras yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ini terbuat dari mineral yang terkandung dalam urin. Ada dua alasan terbentuknya batu ini. Pertama, dehidrasi. Kedua, saat urin kekurangan zat tertentu yang mencegah mineral menempel dengan satu sama lain.

Ginjal adalah organ dalam penting yang berfungsi menyaring darah untuk menghasilkan urin. Organ ini merupakan bagian dari saluran kemih. Urin dari ginjal akan mengalir melalui ureter, yaitu organ seperti tabung yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Kandung kemih akan menyimpan urin tersebut hingga penuh. Di kala penuh, otak akan mengirimkan sinyal ke otot untuk berkontraksi. Saat itulah, seseorang bisa buang air kecil.

Batu yang terbentuk di ginjal dapat berpindah ke bagian lain di saluran urin. Ukuran batu ini bervariasi, ada yang kecil dan ada juga yang besar. Jika terlalu besar dan tidak dapat keluar dengan sendirinya, orang yang memiliki batu ginjal akan sulit buang air kecil. Oleh karena itu, ada pilihan pengobatan di mana batu ginjal dapat dipecah menjadi potongan yang lebih kecil. Prosedurnya dikenal dengan nama Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL).

ESWL merupakan prosedur rawat jalan. Sehingga, setelah prosedur selesai, pasien dapat langsung pulang ke rumah.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemecahan Batu Ginjal dan Hasil yang Diharapkan

ESWL adalah prosedur untuk menghancurkan batu ginjal menggunakan gelombang tekanan dari luar tubuh. Umumnya, ESWL bisa dilaksanakan pada batu ginjal dengan diameter 4 – 2 mm. Namun, jika batunya sangat besar, prosedur ini tidak dapat dilakukan.

Selain ESWL, ada beberapa cara untuk mengobati batu ginjal. Salah satunya konsumsi obat yang membuat otot ureter lebih relaks. Selain itu, batu ginjal juga dapat dikeluarkan dengan memasukkan tabung kecil yang ringan ke saluran kemih. Namun, dalam kasus yang parah, biasanya dokter mempertimbangkan bedah terbuka.

Pilihan untuk melaksanakan ESWL atau tidak, tergantung dari ukuran dan bentuk batu ginjal serta mempertimbangkan apakah batu menyumbat saluran kemih atau tidak. Selain itu, kondisi kesehatan pasien dan ginjal secara umum juga akan dilihat. ESWL umumnya tidak menjadi pilihan bagi orang penderita obesitas morbid dan ibu hamil. Prosedur ini juga tidak diperuntukkan bagi pasien yang menderita infeksi, gangguan perdarahan, serta masalah tulang dan otot yang parah. Penderita infeksi ginjal kronis dan jaringan parut di ureter, bukan kandidat yang tepat untuk ESWL. Karena infeksi dan jaringan parut dapat menghalangi pecahan batu ginjal untuk keluar.

Jika kondisi dianggap darurat, dokter bisa mencari prosedur lain. Umumnya pada kasus di mana pasien hanya memiliki satu ginjal atau telah menjalani operasi transplantasi. Karena risiko komplikasi yang tinggi, dokter memilih untuk melaksanakan bedah guna mengeluarkan batu dengan segera.

Hasil yang diharapkan dari ESWL adalah pasien bisa mengeluarkan pecahan batu ginjal dalam hitungan hari atau minggu pasca prosedur. Untuk mempercepat proses, pasien disarankan untuk meningkatkan konsumsi air harian. Pada pasien yang tepat, ESWL sangat efektif. Tingkat kesuksesannya di atas 90%. Biasanya pasien akan terbebas dari batu ginjal selama dua tahun.

Cara Kerja Pemecahan Batu Ginjal

Pasien yang dicurigai memiliki batu ginjal akan dirujuk ke dokter spesialis ginjal atau spesialis nefrologi. Sebelum prosedur dilaksanakan, pasien diminat menjalani tes urin dan darah. Hasil tes akan digunakan untuk menilai kondisi ginjal. Jika ada abnormalitas yang terlihat di hasil tes, maka akan dikonfirmasi dengan tes pencitraan. Biasanya dokter meminta pasien menjalani rontgen perut sederhana. Melalui prosedur tersebut, ukuran batu ginjal dapat terlihat. Kadang, CT scan juga dilaksanakan untuk mendeteksi batu ginjal ukuran kecil dengan lebih rinci.

Dalam banyak kasus, batu ginjal dapat diobati tanpa pembedahan, terutama jika batu berukuran kecil. Sebab, batu ginjal kecil tidak begitu menimbulkan atau bahkan tidak menimbulkan gejala. Cukup dengan konsumsi obat untuk membuat otot ureter relaks, maka batu ginjal dapat keluar melalui saluran urin dengan mudah.

ESWL baru dipertimbangkan apabila batu ginjal tidak merespon obat-obatan. Pada prosedur ini, pasien akan diminta berbaring di tempat tidur pemeriksaan di atas bantal yang berisi air. Mesin rontgen akan digunakan untuk mengidentifikasi lokasi batu ginjal dengan tepat. Setelah itu, sedatif atau anastesia akan diberikan. Pilihan antara keduanya tergantung jenis batu dan keinginan pasien. Meskipun prosedur ini tidak membutuhkan sayatan, kebanyakan pasien mengaku bahwa prosedur ESWL tidak nyaman dan menyakitkan. Antibiotik juga akan diberikan kepada pasien untuk mencegah infeksi. Kemudian, gelombang kejut akan diarahkan ke ginjal. Gelombang ini akan memecah batu menjadi pecahan yang sangat kecil. Prosedur ini biasanya berlangsung selama satu jam.

Pasca prosedur, dokter akan memonitor apakah pasien mengalami efek samping. Jika tidak ada efek samping dan efek sedatif atau anastesi telah hilang, pasien diperbolehkan pulang. Tapi sebelumnya, beberapa arahan akan diberikan. Di antaranya, perlu meminum air putih lebih banyak, dan disarankan mengonsumsi antibiotik dan pereda nyeri.

Dalam beberapa kasus, pasien disarankan untuk menyaring urin dan kembali ke dokter dengan pecahan batu yang keluar.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Pemecahan Batu Ginjal

ESWL lebih disukai dibandingkan metode pengobatan lain, karena tidak invasif. Ini berarti tidak membutuhkan sayatan yang meningkatkan risiko perdarahan atau terbentuknya jaringan parut. Namun, prosedur ini juga memiliki kekurangan. Dalam beberapa kasus, batu ginjal tetap berada di saluran kecil dalam hitungan bulan bahkan tahun pasca operasi. Selain itu, ada risiko cedera pada ginjal dan kemungkinan pecahan batu tersangkut di saluran kemih.

Rujukan:

  • Goldman L, et al., eds. Nephrolithiasis. In: Goldman-Cecil Medicine. 25th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2016. http://www.clinicalkey.com. Accessed Jan. 21, 2017.

  • Melmed S, et al. Kidney stones. In: Williams Textbook of Endocrinology. 12th ed. Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier; 2011. https://www.clinicalkey.com.

  • Kidney stones. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/kidney-stones. Accessed December. 03, 2017.

Bagikan informasi ini: