Apa itu Pencitraan Jantung dengan Tomografi Emisi Positron?

Pencitraan jantung dengan tomografi emisi positron adalah salah satu bentuk tes pencitraan. Prosedur yang juga dikenal sebagai pemindaian PET jantung ini, digunakan untuk memeriksa seberapa baik jantung bekerja. Prosedur ini melibatkan penyuntikkan larutan glukosa ke dalam vena yang berada di lengan, lalu ditandai di bawah pemindai PET. Citra yang dihasilkan dapat menunjukkan seberapa lancar aliran darah ke jantung. Ini pun dapat membantu dokter untuk mengukur penggunaan oksigen dan seberapa baik tubuh memakai oksigen (sel-sel yang rusak memerlukan lebih banyak glukosa dibandingkan dengan sel-sel normal).

Informasi seperti itu adalah kunci untuk mendiagnosis sejumlah penyakit jantung.Ini pin dapat membantu dokter memutuskan apakah prosedur jantung tertentu akan menguntungkan bagi pasien. Tes pencitraan ini sering kali dilakukan sebelum pasien menjalani angioplasty atau bedah bypass jantung. Pemindaian PET dapat menunjukkan sel-sel atau jaringan-jaringan jantung yang masih dapat diselamatkan. Jika masih berfungsi, pasien dapat menjalani prosedur medis tertentu.

PET jantung adalah prosedur rawat jalan. Artinya, pasien diperbolehkan pulang di hari yang sama.

Siapa yang Perlu Menjalani Jantung dengan Tomografi Emisi Positron dan Hasil yang Diharapkan

Pencitraan PET jantung adalah salah satu tes diagnostik yang digunakan dokter untuk mendiagnosis pasien yang memperlihatkan tanda-tanda gangguan jantung. Tanda yang dimaksud termasuk nyeri dada, aritmia, sulit bernapas, letih, dan lesu.

Sebelum prosedur pencitraan dilakukan, pasien perlu menjalani sejumlah tes. Ini termasuk pemeriksaan fisik, tes yang merekam sinyal kelistrikan jantung (ECG), dan tes stres jantung. Apabila hasil dari tes pertama menunjukkan adanya abnormalitas, dokter akan melakukan tes pencitraan. Selain PET, tes lain seperti pemindaian tomografi komputer (CT) dan pencitraan resonansi magnetik (MRI) juga dapat dilakukan.

Sedangkan untuk hasil yang diharapkan, dokter akan mendapatkan informasi penting untuk menentukan diagnosis. Gambar yang dihasilkan oleh PET dapat membantu dokter mengidentifikasi area jantung yang rusak atau mengandung jaringan parut. Gambar ini juga mengidentifikasi area jantung yang tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup.

Pencitraan PET dapat membantu mendiagnosis penyakit arteri koroner (CAD) dan gagal jantung. CAD adalah kondisi saat arteri yang mengangkut darah menuju jantung, menyempit atau tersumbat. Kondisi seperti ini diobati dengan cara memperlebar pembuluh darah melalui prosedur seperti angioplasty atau operasi bypass jantung. Sedangkan gagal jantung berarti jantung tidak mampu memompa secara efisien. Hasilnya, tubuh tidak mendapat pasokan oksigen dan zat gizi yang cukup. Ini dapat disebabkan oleh serangan jantung dan penyakit katup jantung.

Cara Kerja Pencitraan Jantung dengan Tomografi Emisi Positron

Sebelum menjalani tes ini, pasien dianjurkan untuk membuat persiapan yang diperlukan. Mereka harus menyerahkan daftar obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Dokter akan meninjau daftar tersebut untuk memastikan tidak ada obat-obatan yang memengaruhi hasil pemindaian. Pasien dengan diabetes harus berkonsultasi dengan dokter spesialis endokrinologi mereka, khususnya jika pasien sedang dalam terapi insulin. Dosis insulin kemungkinan akan disesuaikan sebelum menjalani tes. Pasien tidak diperbolehkan makan apa pun selama empat sampai enam jam sebelumnya.

Kemudian, materi radioaktif disuntikkan ke vena pasien. Dokter akan menunggu sampai pelacak mencapai otot jantung sebelum pasien dimasukkan ke pemindai PET. Pelacak ditandai oleh pemindai PET. Lalu, informasi ini diubah menjadi gambar jantung yang sedang berfungsi.

Tes ini dilakukan secara rawat jalan. Artinya, pasien diperbolehkan pulang setelah menjalaninya. Mereka disarankan meningkatkan asupan air. Sebab, air membantu mengeluarkan materi radioaktif dari tubuh. Setelah itu, pasien dijadwalkan untuk kembali dalam beberapa hari saat dokter akan menjelaskan hasil tes dan langkah yang perlu diambil selanjutnya.

Kemungkinan Risiko dan Komplikasi Pencitraan Jantung dengan Tomografi Emisi Positron

Pemindaian PET adalah tes pencitraan nuklir yang memanfaatkan materi radioaktif untuk menciptakan citra organ tubuh. Jumlah materi radioaktif yang digunakan sangatlah sedikit dan pasien terkena paparan radiasi dengan kadar rendah selama tes berlangsung. Risiko komplikasi sangatlah kecil. Manfaat dari tes ini pun jauh melampaui risikonya.

Beberapa kemungkinan efek samping adalah perdarahan di area penyuntikkan materi radioaktif, serta reaksi alergi terhadap pelacak. Penting untuk diingat bahwa risiko seperti ini sangat jarang terjadi.

Rujukan:

  • The American Heart Association.http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/HeartAttack/DiagnosingaHeartAttack/Positron-Emission-Tomography-PET_UCM_446359_Article.jsp#.WiXqM7T1VE4

  • Positron emission tomography — Computed tomography (PET/CT). Radiological Society of North America. http://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=PET.

  • About nuclear medicine and molecular imaging.Society of Nuclear Medicine and Molecular Imaging. http://www.snmmi.org/AboutSNMMI/Content.aspx?ItemNumber=6433&navItemNumber=756.

Bagikan informasi ini: