Apa itu High Intensity Focused Ultrasound (HIFU)

Gelombang ultrasonik intensitas tinggi (HIFU/high intensity focused ultrasound) adalah terapi non-invasif untuk menghilangkan tumor. Saat ini, berkat kemajuan teknologi ultrasound, gelombang ultrasonik intensitas tinggi dapat dimanfaatkan untuk perawatan karena mampu menghilangkan jaringan dan hemostasis. Padahal, sebelumnya hanya bisa dimanfaatkan untuk pencitraan diagnostik. Sebagai suatu bentuk perawatan baru, keefektifan teknik ini dalam menangani tumor primer dan metastasis dan juga mempercepat proses hemostasis dalam cedera traumatis masih terus berkembang. Kemampuan ultrasonik dalam menjangkau jaringan dalam pada tubuh membuat teknik non-bedah ini, unik. Selain itu, kemampuannya untuk membunuh sel secara cepat dan tepat melalui nekrosis koagulasi membuatnya memiliki potensi besar sebagai pengobatan kanker.

Penggunaan teknologi ultrasonik sebagai perawatan telah dipelajari sejak tahun 1954. Pada tahun 1980-an, ESWL atau extracorporeal shockwave lithotripsy telah dikembangkan sebagai bentuk gelombang ultrasonik intensitas tinggi yang pertama. Sejak itu, teknologi ini semakin dikembangkan pada tahun 1990-an. Akan tetapi, dengan semua kecanggihannya, teknologi ini masih memiliki beberapa kekurangan yang siginifikan yang perlu dipertimbangkan oleh pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani HIFU dan Hasil yang Diharapkab

Pasien yang dapat memanfaatkan gelombang ultrasonik intensitas tinggi adalah mereka yang menderita penyakit:

  • Tumor padat ganas primer di berbagai bagian tubuh
  • Tumor metastasis
  • Cedera traumatis
  • Fibroid rahim
  • Sarkoma jaringan lunak


HIFU telah digunakan untuk perawatan tumor pada:

  • Pankreas
  • Hati
  • Prostat
  • Payudara


Saat ini, perawatan kanker seperti bedah terbuka, radioterapi, dan kemoterapi tidak mampu untuk menyamai keunggulan HIFU, termasuk:

  • Tanpa sayatan
  • Non-ionisasi
  • Rasa sakit minimal
  • Tanpa bekas luka
  • Resiko komplikasi dan efek samping lebih kecil
  • Waktu penyembuhan lebih cepat (jika dibandingkan dengan metode operasi)
  • Masa menginap di rumah sakit lebih singkat
  • Resiko merusak jaringan sekitar lebih kecil, seperti pembuluh darah yang dekat dengan jaringan yang sakit (sangat beresiko dalam reseksi bedah)
  • Sedikit pendarahan (ultrasonik dapat menghentikan pendarahan apabila terjadi)
  • Mengurangi kadar racun (dibandingkan teknik ablasi lain, seperti krioterapi)
  • Batas ukuran pengobatan tumor yang lebih besar, dengan diameter 3 hingga 4 cm (jika dibandingkan dengan perawatan minim invasif yang lain)
  • Tidak ada batas dosis (yang berarti perawatan dapat dilakukan berulang jika diperlukan)


Terapi ini dilakukan dengan mengirimkan tingkatan atau intensitas energi yang diperlukan untuk memanaskan jaringan hingga tingkat sitotoksik untuk menghancurkan jaringan yang terjangkit kanker. Gelombang ultrasonik intensitas tinggi dapat dengan mudah menembus kulit dan jaringan yang sehat tanpa menyebabkan kerusakan yang tidak perlu. Energi ini dilepaskan ketika ultrasonik ini difokuskan secara khusus dan tepat terhadap tumor, seberapa pun letak kedalamannya. Teknologi ini juga dapat membantu memasukkan obat langsung ke jaringan, serta untuk oklusi pembuluh darah dan erosi jaringan lunak atau histotripsy.

Dengan adanya efek samping neurotoksik dari kemoterapi dan terapi kanker lainnya, penggunaan gelombang ultrasonik intensitas tinggi yang lebih tidak membahayakan pasien ini dapat sangat memajukan pengobatan kanker.

Sejauh ini, teknologi ini telah digunakan di lebih dari seratus ribu kasus di seluruh dunia dengan hasil yang positif.

Cara Kerja HIFU

Gelombang ultrasonik intensitas tinggi dapat dilakukan secara rawat jalan tanpa penggunaan obat penenang maupun segala jenis obat bius. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan probe ultrasonik ke dalam rektum dan memfokuskan energi sinar ultrasonik intensitas tinggi ke jaringan yang terjangkit kanker.

Kemudian, jaringan kanker dipanaskan dengan energi ultrasonik hingga 60 derajat Celcius atau lebih. Proses ini akan langsung menyebabkan nekrosis koagulasi, walaupun baru dilakukan selama satu detik. Karena energi hanya difokuskan pada jaringan terjangkit, kerusakan akibat panas pada jaringan terdekat dan jaringan di antara transduser dan jaringan yang menjadi sasaran dapat dihindari.

Penggunaan energi dengan intensitas tinggi juga dapat menimbulkan pengaruh yang tidak ditimbulkan oleh energi dengan intensitas rendah. Hal ini termasuk:

  • Terbentuknya rongga kosong pada tubuh (kavitasi)
  • Microstreaming
  • Gelombang radiasi


Setelah prosedur dilakukan, pasien tidak akan mengalami sakit akibat sayatan atau efek samping lain seperti yang dirasakan setelah kemoterapi. Maka dari itu, kebanyakan pasien dapat langsung pulang pada hari yang sama.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko HIFU

Penelitian menunjukkan bahwa meskipun HIFU efektif dalam menanggulangi kanker, akan tetapi tidak dapat mencegah tumbuhnya kanker di kemudian hari. Penelitian yang tidak dipublikasikan menyebutkan bahwa satu dari tiga pasien kanker prostat yang diobati dengan HIFU nantinya kembali memiliki kanker dalam dua tahun setelah perawatan.

Walaupun lebih aman dibandingkan dengan pilihan perawatan kanker lain, HIFU juga memiliki beberapa resiko. Beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat prosedur ini adalah:


Beberapa kekurangan dari terapi ultrasonik seperti refraksi, gema, dan bayangan akustik juga dapat terjadi pada HIFU.

Walaupun segala kekurangan yang ada tidak dapat membantah fakta bahwa teknologi HIFU memang efektif, tetapi hal tersebut juga membuat prosedur ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa kanker tidak akan tumbuh lagi setelah diobati dengan gelombang ultrasonik intensitas tinggi.

Rujukan:

  • Dubinsky TJ, Cuevas C, Dighe MK, Kolokythas O, Hwang JH. “High-intensity focused ultrasound: Current potential and oncologic applications.” American Journal of Roentgenology. 2008. January; 190(1). http://www.ajronline.org/doi/full/10.2214/AJR.07.2671

  • Schieszer J. “Caution urged with high intensity focused ultrasound therapy in prostate cancer.” 2015 December 30. http://www.cancertherapyadvisor.com/prostate-cancer/prostate-cancer-pca-high-intensity-focused-ultrasound-therapy/article/462389/

Bagikan informasi ini: