Apa itu Pemasangan Implan Rekaman Jantung?

Pemasangan implan rekaman jantung (implantable loop recorder/ILR) adalah prosedur untuk memasukkan alat monitor elektrokardio ke dada untuk mendiagnosis kelainan detak jantung, yang ditunjukkan dengan gejala seperti jantung berdebar atau pingsan. Alat ini dapat mencatat irama jantung pasien hingga dua tahun. Prosedur ini umumnya aman dan hanya memiliki kemungkinan resiko ringan, biasanya berkaitan dengan sayatan yang dibuat.

Siapa yang Perlu Menjalani Pemasangan Implan Rekaman Jantung dan Hasil yang Diharapkan

Prosedur ini dapat disarankan bagi pasien yang diduga mengalami kelainan detak jantung dan merasakan gejala, yaitu:

  • Berkunang-kunang
  • Pusing
  • Jantung berdebar
  • Hilang kesadaran atau pingsan
  • Kejang


Implan rekaman jantung sangat bermanfaat, terutama bagi pasien yang gejalanya tidak terlalu sering sehingga belum perlu direkam dengan alat monitor jantung eksternal 24 jam atau 30 hari. Alat ini dapat memonitor irama jantung tanpa henti selama 2 tahun. Irama yang terisolasi pun dapat direkam dengan alat ini.

Setelah prosedur, alat akan mulai merekam aktivitas listrik jantung. Tujuannya adalah mengidentifikasi kelainan untuk memastikan apakah gejala yang dirasakan memang berhubungan atau disebabkan oleh kelainan detak jantung. Misalnya, fibrilasi atrium, infark miokard, dan kelainan genetik pada jantung.

Pasien perlu melakukan konsultasi rutin dengan spesialis jantung untuk memeriksa informasi yang direkam. Jika pasien mengalami gejala serius, pasien hanya perlu menelepon dokter mereka dan mengaktifkan alat untuk merekam detak jantung. Dengan begitu, dokter dapat mengatur agar informasi ini dapat segera diambil dan dianalisis.

Setelah dokter mendapatkan cukup informasi untuk membuat diagnosis, implan rekaman jantung dapat dilepas.

Cara Kerja Pemasangan Implan Rekaman Jantung

Pemasangan implan rekaman jantung adalah prosedur rawat jalan yang dilakukan oleh elektrofisiologis, seorang dokter spesialis sistem kelistrikan jantung. Pertama, posisi terbaik untuk implan akan ditentukan dengan EKG. Kemudian, alat perekam akan dimasukkan ke bawah kulit, biasanya di area parasternal kiri. Lalu, alat akan diprogram dengan radiofrequency, sebelum sayatan ditutup dengan jahitan yang dapat diserap tubuh. Prosedur ini dapat dilakukan dengan anestesi lokal dan membutuhkan waktu 15 hingga 20 menit. Pasien akan diberi antibiotik untuk mencegah infeksi.

Setelah prosedur, pasien akan diberitahu cara menggunakan alat dan kapan alat perlu digunakan. Untuk menangkap dan merekam aktivitas jantung tertentu, pasien perlu meletakkan aktivator genggam di area dada di mana implan ditanam. Proses ini dapat dilakukan setiap kali pasien mengalami gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

Implan ini dapat menyimpan hingga 3 rekaman, yang berarti pada aktivasi alat yang ketiga, rekaman yang sebelumnya akan terhapus.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Pemasangan Implan Rekaman Jantung

Walaupun cukup sederhana, namun pemasangan implan rekaman jantung tetap beresiko. Di antaranya adalah resiko umum dari prosedur medis yang memerlukan sayatan atau menyebabkan luka, seperti:

  • Bekas luka
  • Pendarahan
  • Infeksi



Rujukan:

  • Sosin MD., Cadigan PJ., Connolly DL. “Should you remove an implantable loop recorder after the diagnosis is made?” Heart. 2003 Sep; 89(9): 1013. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1767828/

  • Lammey ML., Jackson R., Ely JJ., Lee DR., Sleeper MM. “Use of an implantable loop recorder in the investigation of arrhythmias in adult captive chimpanzees.” Comp Med. 2011 Feb; 61(1): 71-75. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3060426/

  • Roebuck A., Mercer C., Denman J., Houghton AR. “Experiences from a non-medical, non-catheter laboratory implantable loop recorder ILR service.” Br J Cardiol 2015 February; 22:36. https://bjcardio.co.uk/2015/02/experiences-from-a-non-medical-non-catheter-laboratory-implantable-loop-recorder-ilr-service/

Bagikan informasi ini: