Apa itu Iridotomi?

Iridotomi adalah prosedur bedah berbasis laser untuk mengobati glaukoma sudut tertutup, kondisi mata langka di mana peredaran cairan mata tersumbat. Nama lain iridotomi adalah iridotomi laser atau iridotomi laser perifer. Karena glaukoma jenis ini, selaput pelangi atau iris menghambat trabecular meshwork atau wilayah drainase mata, sehingga tekanan pada ruang depan mata meningkat. Kondisi ini akan membuat iris tidak dapat membuka dengan sempurna.

Penyakit yang juga disebut sebagai glaukoma akut atau glaukoma sudut menyempit ini dapat memicu beberapa macam gejala, termasuk sakit kepala terulang, wilayah mata terasa nyeri, penglihatan kabur, dan mual. Beberapa pasien bahkan melaporkan tampak melihat pelangi bila menatap cahaya di malam hari.

Prosedur ini dapat dilakukan dengan menggunakan laser argon atau laser Nd:YAG atau keduanya. Tujuannya adalah untuk menciptakan tekanan yang sama besar di antara ruang anterior dan posterior mata. Artinya, prosedur ini mampu mengurangi tekanan intraokular (IOP) untuk mencegah kerusakan saraf optik dan retina.

Siapa yang Perlu Menjalani Iridotomi dan Hasil yang Diharapkan

Prosedur ini sangat direkomendasi bagi pasien yang menderita glaukoma sudut tertutup. Berdasarkan penelitian, kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita lanjut usia serta orang-orang keturunan Asia dan Eskimo. Iridotomi dapat membantu mereka yang:

  • Pasien rabun dekat yang cenderung menderita glaukoma sudut tertutup
  • Pasien Aphakia, atau yang tidak memiliki lensa intraokular
  • Pasien yang terdiagnosis glaukoma fakomorfik, sindrom iris plateau, cairan aqueous salah arah, sindrom dispersi pigmen, dan nanophthalmos


Iridotomi dilakukan sebagai tindakan pencegahan pada pasien dengan kondisi:

  • Sudut menyempit sehingga tidak berkembang menjadi sudut tertutup menyempit
  • Dispersi pigmen, kondisi yang ditandai dengan pigmen iris mengelupas dan menyebar di sepanjang ruang anterior mata. Bila tidak diperiksa dan diobati, kondisi ini dapat berujung pada glaukoma pigmentasi.


Iridotomi dilakukan dengan mengurangi tekanan intraokular, sehingga penyempitan pupil menjadi normal. Pengawasan terhadap tekanan intraokular diperlukan selama beberapa jam pasca iridotomi dan pasien perlu diberikan suntikan kortikosteroid untuk mencegah peradangan mata. Pasien akan diminta menjalani pemeriksaan lapang pandang untuk mengenali kerusakan pada saraf optik dan bagian-bagian lain di sekitar mata. Prosedur ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan hampir seluruh pasien akan selamat dari kebutaan parsial maupun total.

Cara Kerja Iridotomi

Iridotomi tidak langsung dilaksanakan pada pasien yang terdiagnosis sudut tertutup akut. Pertama, pembengkakan kornea harus disembuhkan dan dokter perlu memastikan bahwa tekanan intraokular telah benar-benar berkurang sebelum pasien menjalani prosedur ini. Sebelum operasi, pupil akan diolesi dengan obat topikal agar mengerut dan menipiskan selaput pelangi.

Selama menjalani prosedur ini, lensa kontak iridotomi diletakkan di permukaan mata agar memudahkan dokter dalam memberi sinar laser dengan akurat. Getaran laser diberikan pada iris hingga tercipta lubang kecil untuk mengeluarkan sel iris serta cairan aqueous. Lubang ini biasanya terbentuk di bagian atas iris yang tertutup oleh kelopak mata.

Jenis laser akan dipilih dengan mempertimbangkan faktor-faktor tertentu. Laser Nd:YAG biasanya untuk pasien dengan selaput pelangi berwarna biru atau hijau, sedangkan pasien yang memiliki selaput pelangi coklat tua menggunakan laser argon sebelum laser Nd:YAG. Laser akan menipiskan stroma iris, yang biasanya akan menebal pada pasien ini.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Iridotomi

Iridotomi beresiko menyebabkan berbagai macam komplikasi, termasuk:

  • Tekanan intraokular mendadak naik dalam beberapa jam pasca iridotomi. Oleh karena itu, setelah operasi, pasien perlu dipantau untuk mengantisipasi komplikasi ini.
  • Radang bilik anterior mata atau anterior uveitis. Kondisi ini harus ditangani dengan steroid. Jika peradangan tidak kian mereda, iris dapat menempel pada lensa mata. Kondisi ini disebut synechia posterior.
  • Pendarahan, terutama bila menggunakan laser Nd:YAG
  • Hifema, kondisi yang ditandai dengan adanya genangan darah di dalam bilik anterior mata, sehingga berujung pada kebutaan parsial. Bagian mata lainnya, termasuk retina, juga akan mengalami pendarahan.
  • Lensa keruh - penggunaan laser dapat menyebabkan lensa menjadi keruh, ini dapat berujung pada katarak.
  • Edema kornea
  • Penglihatan kabur
  • Penglihatan ganda
  • Gangguan mata silau

    Rujukan:

  • Rosenberg LF, Krupin T, Ruderman J, et al. Apraclonidine and anterior segment laser surgery. Comparison of 0.5% versus 1.0% apraclonidine for prevention of postoperative intraocular pressure rise. Ophthalmology. 1995 Sep. 102(9):1312-8.

  • Robin AL, Pollack IP, deFaller JM. Effects of topical ALO 2145 (p-aminoclonidine hydrochloride) on the acute intraocular pressure rise after argon laser iridotomy. Arch Ophthalmol. 1987 Sep. 105(9):1208-11.

Bagikan informasi ini: