Apa itu Operasi Pembentukan Rahang?

Operasi pembentukan rahang atau kontur rahang adalah proses mengangkat bagian tulang rahang bawah agar wajah bagian bawah terlihat lebih kecil. Prosedur kecantikan elektif ini dilakukan dengan mengecilkan otot mandibula dan mengikis bagian samping tulang rahang. Banyak wanita dengan rahang bawah yang berbentuk kotak yang menjalani prosedur ini agar wajahnya terlihat lebih lembut dan feminin.

Siapa yang Perlu Menjalani Operasi Pembentukan Rahang dan Hasil yang Diharapkan

Kontur rahang merupakan prosedur elektif yang dapat membantu:

  • Wanita yang rahangnya berbentuk kotak dan ingin memiliki rahang bawah yang berbentuk V
  • Pria yang menjalani operasi penggantian kelamin. Mengangkat bagian rahang merupakan salah satu proses yang harus dilakukan untuk terlihat lebih feminin dan menyerupai wanita


Semua pasien yang hendak menjalani kontur atau pengecilan rahang harus sudah cukup umur dan tidak ada penyakit serius. Mereka juga harus memiliki kondisi psikis dan jiwa yang baik untuk menjalani prosedur yang radikal ini, karena proses ini dapat memengaruhi beberapa aspek kehidupan mereka.

Prosedur ini relatif aman dan tingkat kepuasannya juga tinggi. Sebagian besar pasien berhasil mendapatkan fitur wajah feminin yang mereka inginkan. Efek prosedur dapat terlihat setelah 4 – 6 bulan. Pasien berusia lanjut mungkin perlu menjalani pengencangan wajah setelah beberapa bulan untuk menghilangkan kelebihan kulit di area bedah.

Cara Kerja Operasi Pembentukan Rahang

Setelah pasien diberi bius total, dokter bedah akan membuat sayatan di dalam mulut, di antara pipi dan gusi. Kemudian, dokter bedah menjangkau mandibula dan mengubah bentuknya dengan bor khusus. Proses ini terus dilakukan hingga sudut tulang berbentuk bulat dan ukurannya mengecil. Pada beberapa kasus, bagian otot mandibula yang bernama otot masseter, juga akan diangkat atau dikecilkan. Setelah mendapatkan ukuran dan bentuk rahang yang diinginkan, sayatan akan dijahit dan tabung drainase dipasang di area bedah agar tidak terjadi penumpukan cairan.

Operasi pembentukan rahang juga dapat dilakukan di luar mulut. Dokter bedah akan membuat sayatan (sekitar 5 cm) di sudut luar garis rahang untuk menjangkau dan memotong otot di sekitar mandibula. Kemudian, bagian tulang dipotong dengan gergaji medis dan bagian otot masseter juga diangkat. Seperti kontur rahang di dalam mulut, sayatan akan dijahit dan tabung drainase dipasang selama beberapa hari.

Setelah menjalani operasi pembentukan rahang, pasien harus mempersiapkan diri akan hal berikut:

  • Menginap di rumah sakit selama beberapa hari untuk pengawasan
  • Konsultasi lanjutan dengan dokter untuk melepas tabung drainase dan mengevaluasi hasil prosedur
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengatasi nyeri dan ketidaknyamanan yang dirasakan selama beberapa hari
  • Menghindari aktivitas fisik yang berat

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Operasi Pembentukan Rahang

Seperti prosedur bedah lainnya, pasien yang menjalani operasi pembentukan rahang juga beresiko mengalami reaksi penolakan terhadap obat bius dan infeksi. Kedua komplikasi ini dapat terjadi saat pembedahan atau setelahnya. Komplikasi umum lainnya adalah nyeri, pembengkakan, dan memar pada area bedah selama beberapa hari.

Pada beberapa kasus, rahang pasien menjadi tidak simetris karena salah satu sisi rahang terlihat lebih besar. Kondisi ini dapat membuat pasien tertekan dan perlu menjalani operasi tambahan untuk membuat rahang terlihat simetris dan seimbang.

Pendarahan juga dapat terjadi dan pada kasus langka, dapat menyebabkan penggumpalan darah. Ini adalah salah satu komplikasi yang dapat dicegah dengan menggunakan tabung drainase.

Pasien juga beresiko mengalami cedera atau kerusakan saraf wajah, terutama jika sayatan dibuat di bagian luar mulut. Walaupun jarang terjadi, kondisi ini dapat membuat rahang mati rasa dan kerusakan yang parah dapat mengakibatkan kelumpuhan sementara atau permanen.

References:

  • Morris DE, Moaveni Z, Lo LJ (2007). "Aesthetic facial skeletal contouring in the Asian patient". Clin Plast Surg 34 (3): 547–56. doi:10.1016/j.cps.2007.05.005. PMID 17692710.

  • Jump up ^ To EW, Ahuja AT, Ho WS, et al. (2001). "A prospective study of the effect of botulinum toxin A on masseteric muscle hypertrophy with ultrasonographic and electromyographic measurement". Br J Plast Surg 54 (3): 197–200. doi:10.1054/bjps.2000.3526. PMID 11254408.

  • Jump up ^ Jin H (2005). "Misconceptions about mandible reduction procedures". Aesthetic Plast Surg 29 (4): 317–24. doi:10.1007/s00266-004-0111-8. PMID 15959692.

Bagikan informasi ini: