Apa itu Konseling Bayi Tabung

Konseling bayi tabung sangat disarankan dalam proses pelaksanaan in vitro fertilization atau yang dikenal dengan bayi tabung. Melalui keseluruhan prosesnya dapat sangat menantang baik secara fisik maupun emosinal, dan konseling dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh pasangan. Sesi konseling ini ditawarkan oleh klinik kesuburan yang sama dengan yang menawarkan tindakan, jadi akan sangat mudah bagi pasangan yang hendak melakukan tindakan bayi tabung untuk mengaksesnya.

Klinik kesuburan menawarkan tindakan konseling awal wajib sebagai bagian dari tindakan serta menyediakan pula konseling pilihan selama dan setelah proses. Hal ini sesuai dengan hukum sehubungan dengan Assisted Reproductive Treatments (ART - Pengobatan Reproduksi Berbantu) yang mengharuskan setiap orang dan pasangan untuk melakukan setidaknya satu sesi konseling sebelum memulai tindakan.

Siapa yang Harus Melakukan Konseling Bayi Tabung dan Hasil yang Diharapkan

Berdasarkan pada organisasi bayi tabung, setiap pasangan harus ditawarkan konseling sebelum, selama, dan setelah tindakan bayi tabung dan tindakan reproduksi berbantuan lainnya. Hal ini dianggap menguntungkan tidak hanya bagi pasangan yang telah melalui tindakan yang gagal, namun juga bagi pasangan yang sedang melakukan tindakan, serta mereka yang telah berhasil dalam melakukan tindakan bayi tabung dan sedang menanti kelahiran anak mereka atau menyesuaikan peran baru mereka sebagai orang tua.

Memulai langkah ini membuat pasangan rentan terhadap serangan dari perbedaan emosi yang terkadang bertentangan. Di sisi lain, tindakan ini mungkin terasa menarik dan mungkin memenuhi pasangan dengan suatu harapan karena mereka mempersiapkan kehadiran tambahan anggota keluarga. Di lain pihak, mereka juga mungkin dipenuhi dengan kegugupan dan kekhawatiran, ketakutan, dan ketidak yakinan selama tindakan berlangsung. Konseling dapat membantu dalam menjaga pasien tetap pada jalurnya dna berfokus pada tindakan sambil meredakan seluruh perasaan tersebut. Situasi/skenario berikut biasanya ditujukan selama konseling bayi tabung.

  • Implikasi dari tindakan. Peranan yang paling penting dari konseling bayi tabung adalah membantu pasangan memahami dan mengatasi akibat dan implikasi dari apa yang mereka lakukan.

  • Tindakan bayi tabung yang gagal. Pasien harus diberikan kesadaran bahwa tindakan ini tidak selalu berhasil. Salah satu tujuan terpenting dari konseling ini adalah untuk mempersiapkan mereka untuk hasil apapun, termasuk satu percobaan yang gagal atau bahkan beberapa kegagalan. Kegagalan dari siklus bayi tabung dapat memicu perasaan frustrasi, sakit, dan kekecewaan, keputus asaan, [depresi] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/depresi), dan rasa takut pada pasangan. Konseling dapat membantu mereka melalui perasaan-perasaan tersebut dan membantu mereka untuk memutuskan apakah mereka ingin untuk mencoba kembali.

  • Percobaan yang berhasil setelah tindakan yang gagal. Konselor bayi tabung biasanya menyarankan pasangan untuk mencoba beberapa bulan setelah kegagalan tindakan terjadi sebelum mencoba tindakan baru. Langkah ini diambil untuk memberikan waktu bagi pasangan untuk pulih dari stres yang diakibatkan oleh kegagalan tindakan. Kesempatan ini juga dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk berdiskusi dengan dokter bayi tabung mereka sehubungan dengan kemungkinan mengapa tindakan yang mereka lakukan gagal sehingga tambahan usaha dan penyempurnaan dapat dilakukan untuk meningkatkan kesempatan keberhasilan mereka jika mereka memutuskan untuk melakukan tindakan itu kembali.

  • Tindakan bayi tabung dan kelahiran yang berhasil. Sehubungan dengan tindakan bayi tabung yang berhasil, konseling masih juga diperlukan untuk membantu pasangan beradaptasi dengan peran baru mereka sebagai orang tua. Karena ini merupakan perubahan besar dalam kehidupan pasien, konselor bayi tabung dapat menyediakan dukungan yang berharga sehubungan dengan tantangan baru mereka.

  • Keguguran. Terdapat pula kasus dimana tindakan bayi tabung berhasil, namun sayangnya berakhir pada keguguran. Ini juga merupakan kemungkinan skenario yang harus dipersiapkan pasangan dan dapat dibantu melalui sesi konseling.

  • Mengatasi berbagai reaksi dari luar. Setiap orang cenderung bereaksi berbeda sehubungan dengan bayi tabung; beberapa orang dapat mendukung sementara beberapa yang lain tidak dapat menerima tindakan tersebut. Konseling bayi tabung juga membantu pasangan untuk berurusan dengan setiap reaksi yang mungkin mereka peroleh.

  • Mempertimbangkan pilihan-pilihan lain. Konseling juga dapat membantu pasangan untuk mempertimbangkan pilihan lain yang tersedia untuk memastikan bahwa mereka bersungguh-sungguh dengan tindakan bayi tabung atau membatalkan dan mencoba usaha lainnya. Selama konseling, pasien dapat memikirkan tentang adopsi, perwalian, atau donasi sperma/sel telur.

Cara Kerja Konseling Bayi Tabung

Konseling merupakan jenis terapi yang paling umum digunakan untuk memberikan dukungan emosional dan psikologis bagi seseorang yang sedang menghadapi tantangan, kesulitan, atau pengalaman hidup tertentu. Tujuannya adalah untuk menyediakan lingkungan yang rahasia dan terpercaya dimana mereka dapat dengan bebas berbicara tentang pemikiran dan perasaan mereka. Lingkungan ini disediakan oleh konselor yang telah memperoleh pelatihan spesialisasi dan tugasnya adalah mendengarkan pasien, memberikan empati, dan biasanya membantu pasien berurusan dengan situasi apapun yang sedang mereka hadapi.

Dalam hal ini, konseling bagi pasangan bayi tabung difasilitasi oleh konselor yang memperoleh pelatihan khusus untuk berurusan dengan implikasi psikologis dan emosional dari proses bayi tabung. Tujuannya adalah untuk membantu pasangan mengerti seluruh proses, berurusan dengan tantangan yang mungkin terjadi, dan memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh pasangan khususnya pada titik-titik tertentu dalam proses tersebut. Konseling bayi tabung akan sangat membantu ketika tindakan yang diambil tidak berhasil.

Dalam banyak kasus, pasangan hanya melakukan sesi konseling wajib sebelum mereka melakukan tindakan. Namun, pasangan juga dapat memilih untuk terus datang pada sesi konseling selama tindakan dilakukan bahkan setelah tindakan selesai, apapun hasilnya.

Beberapa klinik juga menawarkan konseling dan konsultasi via telepon sebagai tambahan keuntungan bagi pasien jika memang alasan yang menghalangi mereka adalah kesulitan untuk datang ke klinik.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko

Konseling bayi tabung tidak ditujukan untuk memberikan pasangan saran-saran terhadap keadaan mereka. Konselor tidak seharusnya mencampuri keputusan pasangan atau berusaha mempengaruhi mereka dengan cara apapun. Oleh karena itulah konselor biasanya hanya memperbolahkan pasien membagi pemikiran dan perasaan mereka sambil mendengarkan tanpa memberikan saran apapun.

Terdapat pula risiko di mana pasangan akan lebih fokus pada implikasi dari tindakan ini terhadap hubungan mereka atau perasaan salah satu pihak pasangan dibandingkan pihak yang lainnya, and kemudian lupa menujukan bagaimana perasaan mereka masing-masing terhadap tindakan ini. Satu sesi konseling harus mengundang kedua pasangan untuk saling terbuka satu sama lain terhadap perasaan mereka masing-masing.

Rujukan:

  • Goldberg JM. In vitro fertilization update. Cleve Clin J Med. May 2007; 74(5): 329-38.

  • The Practice Committee of the Society for Assisted Reproductive Technology and the Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine. Criteria for number of embryos to transfer: a committee opinion. Fertil Steril. Jan 2013;99 (1):44-46.

Bagikan informasi ini: