Apa Itu Layanan Konsultasi Orangtua?

Layanan konsultasi orangtua adalah jenis layanan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan, peralatan, bimbingan, dan terutama dukungan yang diperlukan untuk orang tua tanpa prasangka atau menggurui. Dengan cara ini, mereka menjadi lebih terbekali untuk mengurus anak-anak mereka.

Selain menyenangkan, menjadi orangtua merupakan hal yang sangat menantang. Tanggung jawab yang harus dipenuhi orangtua terhitung besar. Mereka diwajibkan untuk:

  • Membesarkan anak yang baik yang dapat berkontribusi kepada masyarakat
  • Menyediakan rumah yang penuh kasih, mendukung, dan peduli
  • Memenuhi semua kebutuhan anak-anak mereka seperti rumah, pendidikan, makanan, kesehatan, dan pendidikan
  • Menjaga kehormatan pasangannya
  • Mendukung masyarakat dalam menciptakan tempat yang aman dan produktif bagi keluarga mereka
  • Memberikan keluarga mereka kehidupan yang nyaman

Orangtua perlu melakukan semua ini bersamaan dengan memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan mengatasi persoalan pribadi.

Orangtua yang rentan terhadap berbagai jenis masalah sangat mempengaruhi bagaimana mereka mengurus atau mengelola keluarga mereka, terutama dalam cara membimbing dan membesarkan anak-anak mereka.

Menurut Parenting NI, sebuah organisasi terkemuka yang menyediakan dukungan untuk orang tua selama 30 tahun terakhir, beberapa masalah yang paling umum yang dihadapi oleh orangtua meliputi:

  • Perpisahan atau perceraian
  • Perilaku anak dan pengembangan
  • Agresi atau kekerasan
  • Ketegangan dalam keluarga
  • Keyakinan atau harga diri
  • Penyalahgunaan zat
  • Masalah yang dihadapi para remaja
  • Kesehatan mental

Layanan konsultasi orangtua menawarkan modalitas atau terapi yang membantu orangtua mendapatkan pemahaman yang lebih baik dalam gaya pengasuhan mereka, menghadapi dan menaklukkan masalah pribadi mereka, dan bahkan memulihkan keluarga, membawa kembali harmoni dan kedamaian dalam rumah tangga.

Siapa Yang Harus Menjalani Terapi Ini

dan Hasil Yang diharapkan

Konseling orangtua dianjurkan untuk semua orangtua. Namun, lebih disarankan bagi mereka yang:

  • Mengalami masalah perkawinan - Masalah dalam pernikahan seperti keuangan dan perselingkuhan memiliki dampak besar pada pernikahan dan anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa perselingkuhan dalam perkawinan dapat mengakibatkan rasa rendah diri dan perasaan ditinggalkan pada anak-anak. Akibatnya, anak juga dapat mengembangkan persepsi negatif tentang cinta dan pernikahan.

  • Menderita masalah kesehatan - masalah kesehatan, termasuk masalah kesehatan mental, dapat mencegah orangtua berkumpul dengan keluarga, terutama dengan anak-anak, sesering yang mereka suka.

  • Dalam proses perpisahan atau perceraian - Perpisahan atau perceraian berdampak pada anak-anak, seperti pada orangtua. Sementara orangtua harus mengatasi masalah ini dengan menjadi independen setelah bertahun-tahun bergantung dengan pasangan, anak-anak harus berurusan dengan ketidakstabilan hubungan keluarga ketika mereka berpindah dari satu orangtua, ke orangtua yang lain. Beberapa orangtua mungkin memutuskan diri dari kehidupan anak-anak mereka, ini dapat meningkatkan ketidakstabilan karena anak kadang bisa mencari sosok orangtua yang hilang pada orang lain. Perceraian atau perpisahan juga memperkenalkan perjuangan dan [stres] (http://www.docdoc.com/info/condition/stress) yang datang dengan menjadi orangtua tunggal. Orangtua tunggal yang juga menjadi kepala keluarga mungkin menemukan diri mereka menghabiskan waktu kurang signifikan untuk diri mereka sendiri dan anak-anaknya.

  • Mengalami pelecehan atau agresi - Setiap kekerasan diderita orangtua dapat membangun ketegangan, ketakutan, dan agresi berlebih dalam rumah tangga. Anak-anak dapat tumbuh dengan kemarahan, ketidakpedulian, dan benci. Beberapa anak juga bisa menjadi agresor.

  • Mengatasi rasa kehilangan - Hilangnya anggota keluarga seperti pasangan atau anak, pekerjaan, atau pernikahan tidak hanya mengganggu orangtua, tetapi juga anak-anak, karena mantan pasangan mungkin tidak bisa melaksanakan tanggungjawabnya untuk anak-anak.

  • Menangani masalah anak-anak - Anak-anak juga dapat menjadi sumber stres dan masalah bagi orang tua, terutama karena perilaku remaja berubah dari waktu ke waktu. Dalam salah satu studi baru-baru ini, terlihat bahwa orang tua yang paling prihatin dengan penyalahgunaan zat terlarang pada remaja. Sebaliknya, remaja justru paling khawatir tentang masalah kesehatan mental dan intimidasi, hal yang sering terlewat oleh orang tua mereka.

  • Menyalahgunakan zat ilegal seperti narkoba dan alkohol - Penyalahgunaan zat terlarang dapat mempengaruhi banyak aspek keluarga, termasuk stabilitas keuangan dan hubungan perkawinan. Hal ini juga meningkatkan risiko penyakit kesehatan mental dan penyalahgunaan.

Layanan konsultasi orangtua adalah pendekatan yang rumit dan multi- proses. Hasilnya tidak bisa segera terlihat, meskipun beberapa orangtua memiliki respon baik program ini dalam beberapa hari atau minggu. Layanan konsultasi ini juga tidak menawarkan jaminan, tapi spesialis yang menanganinya, bisa menjadi psikolog, pekerja sosial, dan [dokter umum] (http://www.docdoc.com/info/specialty/general-practitioners) yang terlatih dalam jenis konseling, akan mencatat kemajuan yang didapat sehingga perubahan pengobatan dapat dilaksanakan sesegera mungkin.

Cara Kerja Layanan Konsultasi Orangtua?

Ada dua cara bagaimana seseorang dapat menjalani layanan konsultasi orangtua. Pertama, orangtua dapat dirujuk langsung oleh dokternya, psikolog, tokoh masyarakat, sekolah, atau bahkan di tempat kerja. Kedua, orang tua secara pribadi mencari bantuan profesional.

Apapun caranya, konselor orangtua akan menemui orangtua pada waktu yang ditentukan. Ia melakukan wawancara mendalam untuk mengidentifikasi masalah utama, mendapatkan pemahaman masalah yang lebih baik, dan menilai perilaku saat ini dan keadaan orang tua. Dari sana, konselor dapat menyarankan berbagai program yang meliputi:

  • Konsultasi co-parenting
  • Konseling Pasangan
  • Terapi penyesuaian Perceraian
  • Manajemen mengatasi marah
  • Rehabilitasi penyalahgunaan zat terlarang dan konseling

Pada awalnya, konselor orangtua bekerja dengan kedua orangtua atau salah satu orang tua dengan masalah terbesar. Saat orangtua menanggapi intervensi ini, anggota lain dari keluarga seperti anak-anak dapat diundang untuk berpartisipasi. Dalam kasus tertentu, orangtua diperkenalkan kepada grup yang memiliki masalah seperti mereka, sehingga dapat belajar dari orangtua yang memiliki pengalaman yang sama seperti yang mereka lakukan.

Konselor diharapkan untuk bekerja dengan profesional lain selama program termasuk dokter.

Risiko dan Kemungkinan Komplikasi

Sama seperti dalam konseling apapun, orangtua mungkin terpaksa untuk menghidupkan kembali kenangan atau masalah yang menyakitkan. Mereka mungkin awalnya menjadi tidak nyaman dan tidak ingin berbagi soal ini. Beberapa dapat mengalami kepanikan atau [depresi] (http://www.docdoc.com/info/condition/depression).

Ada juga orang lain yang mungkin frustrasi atau merasa putus asa, terutama jika hasil dari program konseling tidak segera tercapai. Perasaan ini akhirnya dapat memaksa mereka untuk menghindari program sama sekali, kehilangan kepercayaan pada konselor, atau tidak memperlakukan program atau terapi secara serius.

Referensi:

  • http://www.parentingni.org/about/
Bagikan informasi ini: