Apa itu Konseling Perceraian?

Konseling perceraian adalah sebuah bentuk terapi hubungan yang dirancang untuk pasangan menikah yang berada diambang atau menghadapi masa setelah perceraian. Perceraian adalah tindakan hukum serius yang tidak hanya memengaruhi pasangan yang berpisah, tapi juga anggota keluarga yang lain. Perceraian cukup lazim di berbagai belahan dunia, namun tidak banyak pasangan menjalani proses yang tepat untuk perpisahan secara emosional, mental, bahkan kesehatan fisik. Di Amerika Serikat sendiri, separuh dari pasangan yang menikah berakhir pada perceraian, dengan angka signifikan mereka bercerai pada lima tahun pertama pernikahan.

Meskipun, perceraian biasanya menyebabkan banyak tekanan – bukan hanya karena pasangan tersebut harus mempertimbangkan faktor emosional, mental, legal, dan finansial, namun juga karena hidup mereka akan berubah secara drastis setelah proses perceraian selesai. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan dan diatasi, dan banyak orang gagal memahami besar dan beratnya situasi yang mereka hadapi setelah membuat keputusan.

Banyak profesional menawarkan pelayanan bagi pasangan yang sedang atau telah bercerai, tidak hanya aspek hukum dan logistik dalam proses, namun lebih kepada aspek pribadi dan psikologis.

Konseling perceraian dapat dilakukan sebelum atau sesudah prosedur hukum, dan dapat membantu orang-orang yang terlibat untuk melanjutkan kehidupan pribadi dan profesionalnya setelah tinta pada surat perceraian mereka, kering. Konseling ini juga dapat meringankan dampak dari perceraian terhadap anak dan anggota keluarga lainnya, membantu mereka melewati trauma emosional dan psikologis atau beban yang ditimbulkan oleh kejadian ini.

Tujuan dari konseling perceraian membantu individu untuk menyesuaikan pada kehidupan baru, dan memproses efek negatif yang muncul setelah perceraian terhadap semua aspek dalam kehidupan mereka. Konseling perceraian tidak dibutuhkan oleh semua pasangan yang sedang bercerai, namun dapat sangat membantu untuk mencegah pikiran atau perilaku yang merusak diri sendiri.

Siapa yang Perlu Menjalani Konseling Perceraian & Hasil yang Diharapkan

Pasangan yang sedang atau telah berpisah bisa mendapatkan manfaat dari konsultasi dengan terapis perceraian. Jika ada anak-anak yang terlibat, yang paling baik adalah bekerja sama dengan terapis yang memiliki latar belakang psikologi anak. Konseling pra-perceraian termasuk membantu semua pihak yang terlibat untuk berkomunikasi dengan cara yang baik dan efektif untuk mempercepat prosesnya. Konseling jenis ini juga menyiapkan anak-anak dari efek signifikan yang diakibatkan perceraian. Beberapa konselor pra-perceraian juga menawarkan bantuan kekhawatiran orang tua, terutama di mana orang tua belum memberi tahu berpisahan yang akan terjadi.

Di sisi lain, sesi konseling pasca perceraian cenderung berurusan dengan kekhawatiran jangka panjang individu tentang perceraian. Mereka akan dibimbing untuk memproses perasaan sedih, duka, tertekan, dan merubah emosi negatif menjadi positif, sehingga mereka dapat menjalani hidup dengan baik setelah perceraian. Konselor pasca perceraian dapat membantu individu untuk melewati proses bersedih, juga bermanfaat untuk memulihkan aspek psikologis orang-orang yang terlibat.

Namun seperti yang disampaikan sebelumnya, tidak semua orang memerlukan konseling pernikahan, karena beberapa perpisahan berjalan dengan baik dan bahkan damai. Namun, saat salah satu pihak merasa kehidupan sehari-harinya terganggu dengan pikiran dan emosi negatif yang disebabkan oleh perceraian atau saat seseorang terobsesi dengan segala hal kecil terkait proses perceraian, atau terburu-buru dalam membuat rencana masa depan yang serius, konseling perceraian sangat direkomendasikan.

Seseorang yang merasa tenggelam dalam depresi selama proses perceraian perlu menjalani konseling perceraian. Selain itu, juga orang-orang yang memiliki pikiran atau perilaku yang penuh amarah, melawati jalur yang merusak diri sendiri, memiliki pikiran untuk menyakiti diri atau bahkan bunuh diri, atau kecanduan alkohol dan obat. Individu yang menderita gangguan makan dan tidur selama perceraian. Orang-orang ini bisa mendapatkan keuntungan dari konseling perceraian.

Hasil yang diharapkan dari konseling perceraian adalah peningkatan emosional dan psikologis pasangan yang sedang atau telah berpisah, juga membawa dampak positif pada hubungan mereka dengan keluarga. Sikap terhadap kejadian yang merubah hidup ini, juga dapat meningkat.

Sebagian individu kembali ke sesi konseling untuk lebih memahami dan mengekspresikan perasaan mereka dan mencari dukungan saat mereka merasa sendirian. Pasien yang berhasil menyelesaikan sesi konseling perceraian dapat berharap mampu mengatasi situasi denga lebih baik dan menjalani proses perceraian yang lancar.

Cara Kerja Konseling Perceraian

Tindakan ini tergantung pada pelatihan dan ideologi yang dimiliki konselor perceraian, namun biasanya melibatkan beberapa komponen.

Salah satu dari berbagai hal awal yang akan dibantu oleh konselor adalah proses berduka. Individu harus melewati proses alami, sebab banyak investasi yang dilakukan pada sebuah hubungan sebelum berpisah; baik finansial, mental, fisik, dan lainnya. Sebuah perceraian secara esensial adalah kehilangan, sebab tidak ada seorang pun memikirkan perpisahan saat memulai hubungan, terutama pernikahan. Seseorang dapat merasa sangat sedih dan menyesal sebelum dan setelah perceraian, dan konselor dapat membantu mengatasi perasaan negatif dan mengubahnya jadi positif.

Konselor juga akan membantu pasangan, sehingga mereka dapat mengatasi beban emosional yang ada karena hubungan yang gagal, secara efektif. Langkah ini sangat penting dalam membantu seseorang menghadapi kehidupan pasca perceraian. Tergantung pada pendekatan konselor, individu mungkin didorong untuk mengkomunikasikan perasaanya dan berpartisipasi dalam aktivitas yang dapat dinikmatinya.

Sebab ada banyak perasaan egosentris negatif yang dirasakan seseorang saat menjalani perceraian, konselor akan membantu menemukan aspek yang baru dalam kepribadian orang tersebut dan mencegahnya menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.

Konselor juga dapat membantu individu untuk mengembalikan rasa percaya diri untuk menghadapi kehidupannya sebagai lajang, dan menawarkan dukungan bagi anggota keluarga yang terpengaruh perceraian.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konseling Pernikahan

Tindakan ini biasanya dimulai dengan konsultasi bersama tenaga medis profesional seperti psikolog, tidak memiliki resiko serius atau komplikasi, selain fakta bahwa kedua pihak mungkin merasa malu dan tidak nyaman mendiskusikan masalah pribadinya dengan pihak ketiga.

Rujukan:

  • Florence Falk, PhD, MSW, psychotherapist in private practice in New York; author, On My Own: The Art of Being a Woman Alone.

  • Robert Alberti, PhD, psychologist; author, Rebuilding: When Your Relationship Ends, San Luis Obispo, Calif.

Bagikan informasi ini: