Apa itu Konsultasi Alergi?

Konsultasi alergi adalah konsultasi dengan dokter spesialis alergi atau imunolog (ahli imunologi). Bisa dilakukan sebagai konsultasi awal ataupun lanjutan. Konsultasi ini sangat dianjurkan bagi pasien bagi pasien yang mengalami gejala-gejala alergi atau pasien yang berisiko terkena alergi, sehingga membutuhkan perawatan pencegahan.

Sebagian besar manusia memiliki beberapa jenis alergi. Menurut American Academy of Allergy Asthma and Immunology, lebih dari 7% orang yang berusia 18 tahun ke atas mengalami alergi rinitis atau alergi musiman (hay fever). Di seluruh dunia, setidaknya 10% dari populasi penduduk mengalami alergi tersebut. Selain itu, selama lebih dari 50 tahun terakhir, kasus alergi telah meningkat terutama di negara-negara maju. Sementara, jumlah anak-anak yang terkena alergi telah meningkat sebanyak 40% di tahun terakhir.

Alergi dan sistem kekebalan tubuh saling berkaitan. Sebab, sistem ini bertanggung jawab untuk melindungi tubuh melawan infeksi. Sistem imun adalah sebuah jaringan penting yang kompleks, yang diantaranya tersusun dari sumsum tulang, pembuluh limfatik, amandel, pembuluh darah, usus buntu, dan kelenjar gondok. Sistem imun membentuk “tentara” yang disebut antibodi, yang membasmi segala ancaman yang masuk ke tubuh. Akan tetapi, pada beberapa kasus, bakteri atau virus masuk ke tubuh dan menimbulkan gejala. Saat menyerang bakteri jahat tersebut, sistem imun akan membentuk antibodi tertentu. Dengan cara ini, bila tubuh terkena virus atau bakteri yang sama, sistem imun tubuh akan dapat membunuh bakteri tersebut.

Bagi orang yang memiliki alergi, mereka membentuk antibodi imunoglubulin E yang menyerang zat atau objek seperti serbuk sari, bulu, dan debu, yang "tidak berbahaya”. Sebagai contoh, bila seseorang menghirup debu, sistem imun menjadi bereaksi berlebihan dan meningkatkan pelepasan histamin, yang kemudian menyebabkan gejala alergi umum seperti:

  • Ruam
  • Hidung tersumbat
  • Mata berair
  • Sulit bernapas
  • Gatal
  • Sakit perut
  • Rasa tidak nyaman


Pada beberapa kasus alergi yang sangat parah, orang yang terkena akan mengalami syok anafilaktik, dan kondisi tersebut dapat mengancam jiwa.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Alergi & Hasil yang Diharapkan

Konsultasi alergi dianjurkan apabila:

  • Pasien cenderung mengalami syok anafilaktik – Syok anafilaktik adalah reaksi alergi yang sistematis, dan dapat mengakibatkan kesulitan bernapas. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyempitan saluran udara, karena saluran udara membengkak. Jenis reaksi alergi ini dianggap sebagai kondisi darurat medis.
  • Pasien ingin mengurangi frekuensi reaksi alergi. Selama konsultasi, spesialis alergi akan menemukan penyebab alergi, memberikan pengobatan, merubah rencana pengobatan bila diperlukan, dan menganjurkan tindakan yang paling sesuai untuk mencapai tujuan pasien.
  • Pasien ingin mengetahui penyebab reaksi alergi – Langkah pertama untuk menangani segala jenis alergi adalah menemukan penyebabnya. Sehingga, alergi dapat dihindari sebisa mungkin.
  • Pasien memiliki faktor terkena risiko terkait alergi – Hal ini termasuk faktor genetik dan lingkungan. Contohnya, seseorang yang tinggal dengan hewan peliharaan akan lebih mungkin mengalami reaksi alergi, karena adanya bulu hewan. Konsultasi alergi dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi segala tindakan pencegahan, sehingga pasien dapat menghindari gejala alergi sebisa mungkin.
  • Alergi mengganggu kehidupan pasien – Seringkali alergi mudah diatasi. Akan tetapi pada kasus parah, alergi dapat dengan signifikan membatasi fungsi tubuh pasien, sehingga sangat mempengaruhi kualitas hidup pasien.


Konsultasi dengan spesialis alergi atau imunolog dapat memberikan hasil seperti berikut:

  • Pemahaman yang lebih mendalam tentang alergi secara umum dan alergi tertentu yang dimiliki pasien
  • Rencana pengobatan yang disesuaikan untuk menghilangkan atau mengurangi kemunculan alergi
  • Diagnosis kemungkinan adanya kelainan sistem imun atau kondisi lainnya, yang meningkatkan risiko alergi
  • Mengikuti perkembangan alergi dan efektifitas pengobatan
  • Meningkatkan kualitas hidup dan pergerakan seseorang

Cara Kerja Konsultasi Alergi

Seringkali orang yang memiliki alergi, mengunjungi spesialis alergi atau imunolog setelah dirujuk oleh dokter umum mereka. Dokter umum biasanya memberikan catatan kesehatan pasien kepada spesialis yang dipilih.

Saat konsultasi awal, dokter akan melakukan tanya-jawab seperti berikut:

  • Keluhan utama pasien
  • Adanya gejala alergi tertentu dan apakah mereka ringan atau parah
  • Apakah gejalanya muncul pada waktu atau aktivitas tertentu
  • Apakah pasien memiliki anggota keluarga atau saudara dengan alergi yang sama
  • Kapan alergi muncul
  • Apakah pasien sedang menderita suatu penyakit, terutama yang mempengaruhi darah atau sistem imun
  • Apakah pasien sedang mengkonsumsi obat-obatan untuk mengobati alergi atau tidak
  • Apakah gejala yang dialami pasien semakin memburuk
  • Apakah ada faktor yang meningkatkan kemungkinan terkena alergi


Pemeriksaan yang berbeda mungkin akan dilakukan untuk menentukan penyebab alergi tertentu, seperti tes cukit. Pada pemeriksaan ini, kulit, yang biasanya pada lengan, diberikan setetes pemicu alergi. Kemudian kulit ditusuk, dan dokter spesialis alergi akan mengamati reaksinya. Apabila muncul benjolan seperti digigit nyamuk pada kulit yang ditusuk, orang tersebut kemungkinan besar alergi terhadap zat yang telah diteteskan.

Bagi mereka yang memiliki alergi makanan, pengaturan pola makan eliminasi pun dianjurkan. Hal ini berarti, pasien harus menghindari makanan yang mungkin menyebabkan alergi selama waktu tertentu. Setelah itu, pasien mengkonsumsi kembali makanan yang dihindari. Bila pasien terkena alergi, kemungkinan besar makanan yang dihindari tersebut adalah penyebab alergi.

Apabila hasil pemeriksaan lainnya tidak meyakinkan, pemeriksaan darah mungkin dilakukan untuk menemukan antigen tertentu yang dihasilkan oleh tubuh.

Tergantung pada hasil pemeriksaan dan tanya-jawab, dokter spesialis alergi kan memberikan pengobatan seperti vaksin atau desensitizer (untuk mengurangi sensitivitas), yang semuanya memerlukan konsultasi lanjutan rutin.

Kemungkinan Komplikasi & Resiko Konsultasi Alergi

Hanya karena seseorang bereaksi terhadap penyebab alergi tertentu saat pemeriksaan, tidak pasti berarti ia sebelumnya sudah alergi dengan penyebab alergi tersebut. Dengan demikian, salah satu risiko konsultasi alergi adalah, pemeriksaan yang dilakukan tidak menjamin bahwa penyebab utama alergi dapat ditemukan hanya dalam satu kunjungan. Hal ini juga berlaku untuk rencana pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan banyak kunjungan ke spesialis alergi. Akan tetapi, hal ini dapat membuat pasien menjadi frustasi, dan memaksanya berhenti mencari pengobatan atau bantuan lebih jauh.

Rujukan:

  • Allergy and Asthma Network Mothers of Asthmatics | www.aanma.org
  • American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology | www.aaaai.org
  • American Academy of Pediatrics | www.aap.org
  • American Lung Association | www.lungusa.org
Bagikan informasi ini: