Apa itu Konsultasi Bedah Cacat Jantung?

Konsultasi bedah malformasi atau cacat jantung adalah janji temu dengan dokter bedah yang memiliki spesialisasi dalam bidang prosedur pembedahan penyakit jantung bawaan. Janji temu ini dapat berlangsung atas permintaan atau dengan inisiatif pasien maupun keluarga. Tujuan konsultasi adalah untuk mengetahui pilihan prosedur pembedahan yang tersedia bagi pasien.

Konsultasi ini merupakan langkah penting untuk mencari informasi mengenai prosedur pembedahan yang akan dijalani pasien dengan cacat atau penyakit jantung bawaan. Konsultasi sangatlah penting, karena terkadang satu-satunya metode yang dapat memberikan solusi jangka panjang atas penyakit pasien adalah pembedahan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Cacat Jantung

Konsultasi bedah cacat jantung dapat bermanfaat bagi pasien yang menderita cacat jantung bawaan, dengan kondisi sebagai berikut:

  • Cacat septum atau terdapat lubang pada jantung
  • Penyempitan katup jantung
  • Stenosis katup pulmonal
  • Hipertrofi ventrikel kanan


Terkecuali jika kondisi di atas didiagnosis sebagai penyakit bawaan, pasien dapat menemui dokter jantung atau dokter bedah jantung saat pasien mengalami tanda serta gejala cacat jantung berikut:

  • Bernapas cepat dan pendek
  • Kelelahan, bahkan ketika melakukan kegiatan ringan
  • Sirkulasi darah memburuk
  • Sianosis
  • Sesak napas


Cacat jantung ini dapat terjadi pada berbagai bagian jantung, mulai dari dinding dalam katup jantung yang menghubungkan beragam bilik jantung hingga arteri dan vena yang menghubungkan jantung ke seluruh tubuh. Cacat bawaan ini dapat menyebabkan beberapa gangguan pada kinerja jantung, misalnya cara jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Maka dari itu, kondisi ini dapat menyebabkan dampak kesehatan yang serius apabila tidak segera ditangani.

Kasus cacat jantung bawaan berkisar antara kasus sederhana, yang dapat menyebabkan gejala ringan, hingga kasus yang lebih rumit, yang dapat menyebabkan hidup pasien terancam kecuali pasien segera menjalani pembedahan. Pasien yang menderita kondisi ini dapat menjalani konsultasi bedah untuk mendapatkan informasi mengenai jenis prosedur pembedahan yang tersedia sesuai dengan kondisinya. Selain itu, konsultasi bedah dapat membuat pasien lebih tenang, yakin, dan percaya diri untuk menjalani prosedur pembedahan setelah mendapatkan informasi yang cukup dari dokter.

Tujuan dari konsultasi bedah cacat jantung adalah untuk:

  • Memberitahu pasien mengenai pilihan prosedur pembedahan yang ada
  • Menjelaskan dan membantu pasien membandingkan berbagai pilihan, sehingga pasien dapat menentukan pilihannya
  • Memberitahu pasien resiko yang terjadi jika pasien tidak menjalani prosedur pembedahan


Di akhir konsultasi, pasien akan mendapatkan semua informasi pilihan prosedur pembedahan yang dapat digunakan untuk mengobati masalah jantung bawaan dan seluruh informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Selain menjelaskan tentang kondisi dan pilihan pengobatan yang tersedia, dokter bedah juga dapat menilai kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan dan memutuskan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani atau mampu bertahan dari kemungkinan komplikasi maupun resiko prosedur pembedahan.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Cacat Jantung

Konsultasi bedah cacat jantung dapat dilakukan atas permintaan pasien atau ketika dokter ahli jantung memberikan rujukan kepada dokter bedah jantung. Konsultasi ini dapat dilakukan di klinik atau kantor dokter bedah, dan dapat berlangsung hingga 1 jam, atau mungkin lebih lama jika pasien memiliki pertanyaan mengenai prosedur pembedahan yang dapat mengobati penyakitnya.

Selama konsultasi berlangsung, dokter bedah akan menilai kondisi pasien dengan menanyakan gejala yang mungkin dialami serta melihat catatan medis dan hasil tes sebelumnya. Setelah memastikan jenis cacat jantung yang diderita pasien, dokter bedah akan membahas prosedur pembedahan yang ada, termasuk manfaat dan efek sampingnya. Beberapa contoh prosedur pembedahan jantung yang mungkin dibahas meliputi:

  • Prosedur pembedahan dengan kateter atau bedah jantung minimal invasif
  • Bedah jantung terbuka


Di akhir konsultasi, dokter bedah dapat memberikan saran berdasarkan pengalaman dan keahliannya untuk membantu pasien mengambil keputusan yang terbaik dan sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Sementara itu, jika dokter bedah memerlukan informasi tambahan untuk menentukan prosedur pembedahan terbaik atau apakah prosedur yang akan dilakukan aman bagi pasien, dokter dapat meminta pasien untuk menjalani tes laboratorium (seperti elektrokardiogram dan ekokardiogram) atau tes pencitraan setelah konsultasi selesai.

Pada kasus di mana pasien didiagnosis dengan penyakit jantung bawaan yang parah, dengan gejala serius, seperti perdarahan dan penumpukan cairan pada paru-paru, telapak kaki, kaki, dan pergelangan kaki, dokter bedah akan menganjurkan pasien untuk menjalani prosedur pembedahan sesegera mungkin. Jika pasien memutuskan untuk menjalani pembedahan, pasien akan dijadwalkan untuk menjalani serangkaian konsultasi dan pengobatan pra-operasi selama seminggu menjelang prosedur.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Cacat Jantung

Seperti prosedur bedah lainnya, bedah cacat jantung memiliki resiko dengan tingkatan tertentu. Resiko ini tetap ada meskipun terdapat penemuan teknologi maupun metode terbaru dalam bidang ini. Setidaknya, pasien mungkin mengalami resiko berikut:

  • Pembekuan darah
  • Kehilangan darah
  • Hilang ingatan
  • Nyeri dada
  • Demam
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kerusakan atau kegagalan organ
  • Infeksi luka pada dada, yaitu kondisi yang jarang terjadi pada pasien sehat namun sangat umum ditemukan pada pasien yang menderita obesitas atau diabetes


Meskipun terdapat beberapa resiko, dokter jantung tetap lebih menyarankan pasien untuk menjalani bedah jantung karena resiko memiliki cacat jantung yang tidak diobati dapat lebih membahayakan hidup pasien. Bahkan, pasien yang tidak melakukan prosedur pembedahan dapat menyebabkan munculnya resiko gangguan kesehatan seperti:

  • Aritmia
  • Gagal jantung kongestif
  • Endokarditis berinfeksi
  • Hipertensi paru
    Rujukan:

  • Webb GD, Smallhorn JF, Therrien J, Redington AN. Congenital heart disease. In: Mann DL, Zipes DP, Libby P, Bonow RO, Braunwald E, eds. Braunwald's Heart Disease: A Textbook of Cardiovascular Medicine. 10th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2015:chap 62.

Bagikan informasi ini: