Apa itu Konsultasi Bedah Diafragma?

Sebelum seseorang menjalani bedah diafragma, ia akan dijadwalkan untuk mengikuti konsultasi dengan dokter bedah untuk mengetahui manfaat dari pembedahan.

Prosedur pembedahan dapat dilakukan sebagai bagian dari pengobatan untuk penyakit dan cedera traumatik yang merusak diafragma. Diafragma adalah jaringan otot besar yang berbentuk kubah. Diafragma terletak tepat di bawah paru-paru serta di antara dada dan perut. Juga dikenal sebagai diafragma toraks karena merupakan bagian dari rongga dada, diafragma merupakan komponen sistem pernapasan yang sangat penting. Terbagi menjadi dua bagian, yaitu otot periferal dan aponeurotic pusat, diafragma akan berkontraksi dan mengembang setiap kali seseorang menarik dan menghembuskan napas. Sehingga, diafragma dikenal sebagai otot utama yang mengendalikan aspirasi atau inhalasi.

Seperti bagian tubuh lainnya, diafragma juga dapat terserang penyakit dan cedera, yang beberapa diantaranya dapat ditangani dengan pembedahan. Dalam kasus seperti itu, pasien harus berkonsultasi dengan dokter bedah sebelum pembedahan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Diafragma dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah diafragma adalah langkah pertama dalam mencari pengobatan untuk penyakit dan cedera pada diafragma. Jumlah penyakit diafragma tidak terlalu banyak, namun terkadang diafragma dapat mengalami gangguan akibat penyakit lain, misalnya:


Selain itu, seseorang juga dapat menderita kelainan bawaan, pertumbuhan yang tidak sempurna, trauma, atau cedera akibat benda tumpul yang dapat merusak diafragma. Diafragma juga dapat dipengaruhi oleh resiko kesehatan lain, seperti infeksi, paparan radiasi, gizi buruk, dan sebagainya.

Seseorang yang diafragmanya bermasalah dapat mengalami gejala berikut:

  • Kesulitan bernapas
  • Nyeri saat bernapas
  • Mengeluarkan suara napas yang lebih sedikit dari normal
  • Nyeri dada
  • Nyeri bahu
  • Nyeri perut
  • Hipoksemia, atau berkurangnya oksigen dalam darah


Kelainan, penyakit dan cedera pada diafragma biasanya ditangani dengan obat-obatan. Namun, ada kasus tertentu di mana obat tidak bekerja atau menimbulkan efek samping yang parah. Jika hal ini terjadi, pembedahan akan menjadi pilihan pengobatan yang lebih memungkinkan dan efektif. Calon yang ideal untuk bedah diafragma akan dijadwalkan untuk konsultasi, supaya mereka memahami prosedur ini dan dapat memutuskan apakah mereka bersedia menjalani pembedahan.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Diafragma

Konsultasi bedah diafragma dilakukan di klinik atau kantor dokter bedah dan membutuhkan waktu setidaknya satu jam, tergantung apakah perlu dilakukan tes tertentu. Selama konsultasi, dokter bedah akan meninjau riwayat kesehatan pasien serta menilai keluhan dan gejalanya. Dalam kasus tertentu, konsultasi ini dilakukan dengan rujukan dari dokter lain, sehingga kemungkinan dokter bedah sudah memiliki hasil tes dan informasi diagnostik. Maka dari itu, dokter bedah hanya perlu mendengarkan detak jantung dan pernapasan pasien untuk menyarankan metode pengobatan yang akurat.

Apabila dokter bedah belum memiliki hasil tes atau membutuhkan informasi tambahan, maka pasien akan diminta menjalani beberapa tes saat konsultasi atau pada waktu lain. Tes yang dapat membantu mendiagnosis gangguan diafragma adalah:

  • Rontgen dada
  • Fluoroskopi
  • Pengukuran tekanan transdiafragmatik
  • Studi konduksi saraf
  • Tes fungsi paru
  • Tes gas darah arteri


Untuk mengakhiri konsultasi bedah diafragma, dokter bedah akan memberitahu pasien apakah pembedahan merupakan metode pengobatan yang terbaik, apa yang dapat diharapkan dari pembedahan dan jenis teknik bedah yang akan digunakan. Resiko dan keterbatasan dari pembedahan juga akan dibicarakan.

Kemungkinan Resiko dan Komplikasi Konsultasi Bedah Diafragma

Seseorang yang menderita gejala gangguan diafragma harus berkonsultasi dengan dokter spesialis, terutama jika gejalanya parah, gangguannya serius, atau tidak dapat ditangani dengan obat-obatan. Dengan mengikuti konsultasi ini, pasien dapat mengetahui semua pilihan pengobatan yang dapat mencegah timbulnya resiko kesehatan yang serius. Pada kasus yang parah, gangguan diafragma dapat menyebabkan kelumpuhan, walaupun hal ini cukup jarang terjadi.

Bedah diafragma merupakan prosedur pembedahan besar yang dapat dilakukan dengan melipat otot, memperbaiki kerusakan fisik, atau mengangkat bagian diafragma atau jaringan yang abnormal. Pembedahan ini tidak bebas resiko, sehingga dokter dapat menggunakan teknik yang modern, seperti membuat sayatan yang lebih kecil untuk mengendalikan resiko dan mempercepat waktu pemulihan.

Rujukan:

  • Keller RL, Guevara-Gallard S, Farmer DL. Surgical disorders of the chest and airways In: Gleason CA, Devaskar SU, eds. Avery's diseases of the newborn. 9th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 49.

  • Tsao KJ, Lally KP. Congenital diaphragmatic hernia and eventration In: Holcomb GW, Murphy JP, Ostlie DJ, eds. Ashcraft's Pediatric Surgery. 6th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2014:chap 24.

Bagikan informasi ini: