Apa itu Konsultasi Bedah Dinding Dada?

Pasien dengan masalah pada dinding dada dan organ lainnya di dalam rongga dada dapat menjalani bedah dinding dada, yang juga dikenal sebagai prosedur pembedahan toraks. Sebelum menjalani pembedahan, pasien perlu melakukan konsultasi dengan dokter bedah untuk mengetahui resiko, manfaat, hasil prosedur, dan rincian lainnya yang akan menjadi pertimbangan untuk memutuskan apakah pasien akan menjalani pembedahan atau tidak.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Dinding Dada dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah dinding dada merupakan langkah awal untuk mengobati masalah atau penyakit dada. Contoh dari pengobatan untuk penyakit dada adalah:

  • Reseksi dinding dada
  • Rekonstruksi dinding dada
  • Transplantasi paru-paru


Sementara itu, pasien yang perlu menjalani pembedahan adalah pasien yang menderita:

  • Tumor primer dan sekunder pada dinding dada atau sternum
  • Kanker paru-paru
  • Trauma pada rongga dada
  • Radionecrosis atau kondisi matinya jaringan


Di akhir konsultasi, pasien akan mengetahui tentang:

  • Berbagai jenis prosedur pengobatan dinding dada
  • Prosedur yang terbaik untuk mengobati kondisi pasien
  • Cara kerja prosedur
  • Manfaat yang diharapkan dari prosedur pembedahan
  • Resiko tiap prosedur

Cara Kerja Konsultasi Bedah Dinding Dada

Konsultasi bedah dinding dada melibatkan:

  • Pemeriksaan catatan kesehatan pasien
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan lebih lanjut, bila perlu
  • Rekomendasi pengobatan


Pada awal konsultasi, dokter bedah akan memeriksa catatan kesehatan pasien untuk mengetahui kondisi kesehatan terkini, pertimbangan kesehatan (seperti alergi dan riwayat bedah), serta penyakitnya (seperti ukuran tumor, lokasi, dan lainnya).

Kemudian, dokter bedah akan melakukan pemeriksaan fisik rutin untuk mengetahui apakah tubuh pasien cukup kuat untuk menjalani pembedahan.

Untuk mengetahui apakah bedah dinding dada bermanfaat bagi pasien, pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan. Pada kasus tumor ganas, tes yang dilakukan meliputi MRI dan CT scan. Kedua pemindaian ini bertujuan untuk mengetahui posisi dan tingkat keparahan tumor, sebuah informasi yang akan menjadi pertimbangan perencanaan pengobatan. Pemindaian ini terkadang digabung dengan uji fungsi paru dan biopsi. Pemeriksaan pasien perlu dilakukan dengan teliti dan tepat agar dokter dapat mengetahui apakah pasien dapat diobati dengan pembedahan dan resikonya bisa dikurangi.

Jika hasil tes belum tersedia dan tes tidak dapat dilakukan pada hari yang sama, dokter akan mengakhiri konsultasi dengan meminta pasien untuk menjalani tes yang diperlukan atau kembali lagi apabila hasil tes sudah tersedia.

Jika pasien memutuskan untuk menjalani pembedahan, dokter bedah akan membuatkan jadwal dan membahas rencana pengobatan supaya pasien dapat mempersiapkan dirinya.

Namun, pasien tidak diwajibkan untuk menjalani prosedur yang dianjurkan oleh dokter bedah dan diberikan kebebasan untuk mencari opini kedua dari dokter ahli yang berbeda.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Dinding Dada

Konsultasi bedah dinding dada adalah kunjungan antara dokter bedah dengan pasien yang aman untuk dilakukan dan tidak menimbulkan resiko apapun terkecuali dokter melakukan pemeriksaan pada pasien. Beberapa tes seperti CT dan MRI scan serta uji fungsi paru memiliki kemungkinan resiko tertentu.

  • MRI scan – Pasien yang memiliki perangkat dari logam seperti alat pacu jantung atau kaki/tangan palsu perlu memberitahukan staf rumah sakit sebelum prosedur ini dilakukan karena alat logam dapat memengaruhi hasil tes. Beberapa pasien seperti pasien dengan katup jantung buatan atau pompa insulin bahkan tidak diperbolehkan untuk menjalani MRI karena magnet dari alat tersebut dapat mengganggu prosedur. Selain itu, tes pemindaian ini juga mungkin terasa kurang nyaman bagi pasien yang memiliki klaustrapobia karena tes ini dilakukan dalam alat tertutup.

  • CT scan – pemindaian tomografi terkomputerisasi atau CT scan menggunakan radiasi, meskipun dalam jumlah yang sangat kecil.

  • Uji fungsi paru – Tes ini tidak boleh dilakukan pada pasien yang baru saja menderita serangan jantung, infeksi pernapasan parah, dan penyakit jantung. Selain itu, tes ini juga tidak diperbolehkan bagi pasien yang baru saja menjalani bedah dada, bedah perut, dan bedah mata. Bahkan pada pasien yang sehat, tes ini dapat menyebabkan kepala pusing dan pening, sedangkan serangan asma dapat muncul pada pasien dengan riwayat asma.

Selain resiko dari tes diagnostik yang disarankan dokter, pasien juga harus mempertimbangkan resiko dari prosedur bedah dinding dada. Reseksi dinding dada dan bedah toraks lainnya merupakan prosedur yang rumit dan sering dikaitkan dengan:

  • Gagal napas
  • Ketidakstabilan dinding dada
  • Reaksi alergi terhadap obat bius
    Rujukan:

  • Mason, R. Murray and Nadel's Textbook of Respiratory Medicine, 5th edition, Saunders, 2010.

  • Johnson DH, Blot WJ, Carbone DP, et al. Cancer of the lung: non-small cell lung cancer and small cell lung cancer. In: Abeloff MD, Armitage JO, Niederhuber JE, et al, eds. Abeloff's Clinical Oncology. 4th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Churchill Livingstone; 2008:chap 76.

Bagikan informasi ini: