Apa itu Konsultasi Bedah Kardiotoraks Anak?

Konsultasi bedah kardiotoraks anak adalah janji temu dengan spesialis bedah untuk membahas prosedur pembedahan yang akan dilakukan pada pasien anak yang memiliki masalah di bagian toraks, seperti paru-paru dan jantung.

Spesialis bedah anak adalah spesialisasi khusus, karena anak-anak dan dewasa muda (individu berusia 21 tahun atau kurang) memiliki kebutuhan dan masalahan kesehatan yang berbeda, jika dibandingkan dengan orang dewasa. Pada kasus kardiotoraks akibat kondisi genetik, lebih umum dialami anak-anak dibandingkan orang dewasa. Meskipun anak-anak dapat sembuh lebih cepat, pemahaman mereka terhadap penyakit sangatlah terbatas. Oleh sebab itu, konsultasi bedah kardiotoraks sangat memperhatikan kebutuhan khusus ini, apalagi pasien akan menjalani prosedur bedah yang beresiko dan dapat mengancam nyawa.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Kardiotoraks Anak & Hasil yang Diharapkan

Konsultasi dengan spesialis bedah kardiotoraks dibutuhkan, jika:

Anak didiagnosa dengan masalah kardiotoraks – Tidak semua masalah kardiotoraks membutuhkan pembedahan. Dalam beberapa kasus, konsumsi obat dan pengobatan jenis lain bekerja dengan efektif mengatasi masalah tersebut. Namun, jika bedah merupakan satu-satunya pilihan untuk mengobati masalah kardiotoraks, maka konsultasi antara pasien dengan spesialis bedah akan dijadwalkan. Saat konsultasi, pasien akan ditemani oleh orang tua atau walinya untuk mendiskusikan prosedur bedah yang akan dijalaninya.

Orang tua yang membutuhkan pendapat lain – Bedah, terutama yang melibatkan anak-anak, sangat menakutkan bagi orang tuanya. Sehingga, wajar jika orang tua merasa khawatir terhadap resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. Kebanyakan orang tua, berusaha mencari pendapat kedua bahkan ketiga dari ahli yang berbeda-beda. Sebab, mereka berharap dokter bisa memberikan diagnosis dan rekomendasi pengobatan yang berbeda pula.

Dokter perlu mempersiapkan pasien dan orang tuanya untuk pembedahan – Konsultasi dilakukan sebelum pembedahan. Ini merupakan waktu, di mana anak dan orang tua dapat bersiap-siap untuk melewati prosedur pembedahan. Ada persiapan khusus yang perlu dilakukan untuk menjamin resiko dan komplikasi yang muncul saat dan setelah pembedahan dapat diminimalisir. Persiapannya mencakup pertemuan dengan ahli anastesi, panduan berpuasa, dan menjalani beragam pemeriksaan.

Konsultasi dapat sangat membantu dalam berbagai aspek. Pertama, membangun hubungan antara spesialis bedah dengan orang tua, dan juga anak. Hubungan tersebut merupakan hal penting. Tidak hanya pada saat pengobatan, tapi juga saat masa penyembuhan singkat maupun jangka panjang.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Kardiotoraks Anak

Konsultasi ini biasanya dilakukan, jika pasien dirujuk oleh dokter anak ke spesialis bedah kardiotoraks, yang terlatih untuk mendiagnosa masalah kesehatan kompleks yang memengaruhi paru-paru dan jantung.

Orang tua akan mengatur jadwal janji temu dengan spesialis bedah kardiotoraks yang direkomendasikan oleh dokter anak atau perusahaan asuransi. Koordinator rumah sakit juga dapat memberikan saran atau pasien dapat mencari sendiri, spesialis bedah yang diinginkan. Lalu, konsultasi pertama akan dijadwalkan, kecuali kondisi pasien sangat mendesak.

Pada saat pertemuan, orang tua disarankan membawa anaknya karena dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik dan lainnya. Dokter akan mengulasi rekam medis pasien, yang dikirimkan oleh dokter anak ke kantor dokter spesialis, sebelum konsultasi dilakukan.

Dokter spesialis akan membuat kesimpulan berdasarkan rekam medis dan pemeriksaan fisik awal, ia dapat meminta pasien menjalankan tes tambahan, agar diagnosis dan rencana pembedahan yang dihasilkan lebih komprehensif.

Pada kunjungan selanjutnya, rencana pembedahan akan dibahas. Pembedahan biasanya dibagi ke dalam tiga fase, pra-bedah, bedah, dan pasca-bedah. Dokter spesialis bedah juga akan membahas soal kunjungan lanjutan yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada komplikasi yang muncul, dan jika muncul, dapat ditangani dengan cepat. Pasien dan orang tuanya juga akan diperkenalkan dengan spesialis lainnya di dalam tim bedah, seperti ahli anastesi, biasanya pasien juga perlu berkonsultasi dengannya.

Selama konsultasi, orang tua pasien dapat menanyakan hal apapun terkait dengan pembedahan. Seperti, biaya, resiko dan komplikasi, hasil yang bisa diharapkan pasca penyembuhan, dan teknik bedah yang digunakan.

Lamanya konsultasi bervariasi. Konsultasi awal dapat memakan waktu 40 menit hingga satu jam.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Kardiotoraks Anak

Seperti yang disebutkan sebelumnya, konsultasi merupakan sarana yang baik untuk membangun hubungan antara pasien, orang tuanya, dan dokter. Namun, hubungan yang baik tidak selalu terbangun. Sehingga, bagi sebagian orang, konsultasi ini menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan bahkan traumatik.

Konsultasi bagi anak-anak bisa menjadi hal yang membosankan atau menakutkan, bahkan bagi balita yang belum dapat memahami secara penuh hal yang terjadi. Mereka juga tidak dapat membicarakan ketakutan dan kekhawatirannya, namun mereka bisa merasakan kecemasan orang tuanya. Persepsi anak pada kunjungan ini, dapat memengaruhi hasilnya.

Rujukan:

  • Chung DH. Paediatric surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 13.

  • Neumayer L, Vargo D. Principles of preoperative and operative surgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 11.

Bagikan informasi ini: