Apa itu Konsultasi Bedah Kardiotoraks?

Bedah kardiotoraks melibatkan jantung, pembuluh darah, tenggorokan, dan paru-paru. Prosedur ini biasanya rumit dan berisiko tinggi. Oleh sebab itu, konsultasi pra-bedah perlu dilakukan oleh pasien dengan dokter bedahnya, agar dapat memahami prosedur yang dijalaninya, risiko serta komplikasi yang mungkin muncul, cara kerja, serta hasilnya.

Karena banyaknya komplikasi yang terkait dengan prosedur ini, dokter bedah kardiotoraks perlu menjalani pelatihan mendalam, keahlian dan pengalaman yang tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikannya selama 4 tahun di sekolah kedokteran, mereka harus melanjutkan 5 tahun residensi dan diikuti dengan beasiswa pelatihan kardiotoraks selama 2 – 3 tahun. Semua dokter bedah kardiotoraks tersertifikasi, meskipun persyaratannya berbeda-bedah di setiap negara.

Dokter bedah kardiotoraks juga dapat memperdalam subspesialisasinya. Misal, berfokus pada bedah kardiotoraks anak atau orang tua atau spesialisasi dalam menangani cacat lahir atau transplantasi organ.

Karena bidang kardiotoraks sendiri terus tumbuh dan berkembang, dokter bedah kardiotoraks terus memperkaya pengetahuannya dan mempertajam keahliannya. Sehingga, teknik bedah yang ditawarkan makin maju, serta meningkatknya kualitas rekomendasi, pelayanan, serta pengobatan bagi pasien.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Kardiotoraks dan Hasil yang Diharapkan

Bedah kardiotoraks direkomendasi bagi pasien, jika: * Pengobatan atau perawatan awalnya tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Bisa jadi karena pasien alergi atau memang tidak menunjukkan respon apapun, atau parahnya efek samping yang dialami pasien * Kondisinya bawaan lahir * Penyakit telah berkembang dan makin parah * Masalah kesehatan telah mengancam nyawa. Misalnya, tersumbatnya pembuluh darah akibat penumpukan plak, sehingga pasien berisiko terkana infark miokard atau serangan jantung. * Semua pengobatan non-bedah telah dicoba, namun gagal * Tersedianya proseduryang bedah lebih aman, dapat diandalkan, dan cepat karena kemajuan teknologi. (Misal, bedah dengan bantuan robot)


Konsultasi bedah kardiotoraks juga diperuntukkan bagi pasien yang mencoba mencari pendapat lain, dari diagnosa dan rekomendasi yang diberikan dokter yang pertama kali dikunjunginya. Karena risiko terkait bedah ini, wajar jika pasien berusaha memastikan diagnosa dan rekomendasi dokter pertama ke dokter lainnya.

Tujuan dari konsultasi adalah:

  • Menilai, jika pasien merupakan kandidat ideal untuk menjalani operasi
  • Menentukan, apakah tersedia pilihan pengobatan lain yang bisa dipertimbangkan selain pembedahan
  • Merencanakan pembedahan, termasuk membantu pasien memilih prosedur palin sesuai
  • Membangun hubungan dengan pasien
  • Mempersiapkan pasien untuk pembedahan
  • Memberikan konseling pada keluarga pasien bagaimana cara merawat sebelum dan setelah pembedahan

    Cara Kerja Konsultasi Bedah Kardiotoraks

Pasien dapat menemui dokter bedah kardiotoraks berdasarkan rujukan dari dokter yang sebelumnya menangani pasien. Misalnya, pasien dengan penyempitan pembuluh darah jantung biasanya memeriksakan diri ke spesialis jantung. Jika menurut dokter, bedah adalah cara terbaik untuk menyembuhkan pasien, ia akan merujuknya ke dokter bedah kardiotoraks.

Selama konsultasi, dokter bedah kardiotoraks akan melihat seluruh rekam medis pasien dan menanyakan kenapa pasien dirujuk. Lalu, ia akan menilai apakah keputusan rujukan sudah tepat, dengan cara:

  • Melakukan wawancara lengkap untuk mendapatkan informasi tentang rekam medis pribadi dan keluarga, gaya hidup, obat dan suplemen yang sedang dikonsumsi, penyakit yang pernah dialami, dan gangguan turunan.
  • Meminta pasien menjalani tes diagnostik seperti angiografi jantung, uji ketahanan di treadmill, dan Holter monitor.


Jika dokter bedah kardiotoraks merasa pasien memang membutuhkan pembedahan, ia akan membuat perencanaan prosedur. Dan mendiskusikan rinciannya dengan pasien, di antaranya:

  • Waktu dan tempat pelaksanaan bedah
  • Teknik bedah yang akan digunakan
  • Risiko dan komplikasi
  • Tim bedah seperti spesialis anastesi
  • Masa penyembuhan
  • Manajemen bedah
  • Biaya, asuransi, atau sistem pembiayaan


Konsultasi bedah kardiotoraks biasanya berlangsung selama 30 menit. Pasien disarankan untuk memberitahukan kekhawatiran dan bertanya selama konsultasi.

Kemungkinan Komplikasi dan Risiko Konsultasi Bedah Kardiotoraks

Konsultasi ini dilakukan untuk menilai kesehatan pasien secara keseluruhan dan apakah mereka kandidat yang tepat untuk menjalani pembedahan. Oleh karena itu, pasien diminta menjalani beberapa pengujian. Beberapa uji tertentu memiliki resiko terkait. Risiko lainnya adalah gagalnya dokter dan pasien membangun hubungan baik, sehingga pasien merasa tidak nyaman untuk bertanya dan menyatakan kekhawatirannya. Dalam prosedur berisiko tinggi seperti bedah kardiotoraks keengganan bertanya dapat menyebabkan komplikasi besar.

Rujukan:

  • Gopaldas RR, Chu, D, Bakaeen FG, et al. Acquired heart disease: coronary insufficiency. In: Townsend CM Jr, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 60.
Bagikan informasi ini: