Apa itu Konsultasi Bedah Kepala?

Kepala adalah salah satu bagian yang paling penting dari tubuh manusia. Tidak hanya terdiri dari otak, yang berfungsi sebagai pusat yang mengkoordinasikan seluruh kegiatan, gerakan dan fungsi tubuh, tetapi juga reseptor utama dari indera manusia, seperti sebagai mata, hidung, telinga dan lidah. Seperti, prosedur bedah lainnya yang melibatkan kepala biasanya berisiko dan rumit. Oleh sebab itu, sangat penting bagi pasien untuk menjalani sesi konsultasi sebelum pembedahan dilakukan.

Dokter layanan primer atau dokter keluarga umumnya merujuk pasien ke dokter spesialis sebelum pengobatan untuk setiap penyakit atau gangguan di kepala atau otak dapat diresepkan. Hal yang sama berlaku untuk pasien yang ingin menjalani prosedur bedah kosmetik, terutama mereka yang ingin menjalani manipulasi tulang dan jaringan.

Konsultasi sebelum bedah kepala melibatkan diskusi tentang manfaat, keuntungan, risiko dan kemungkinan komplikasi dari tindakan yang akan dilakukan. Selain itu, teknik anestesi dan bedah juga dijelaskan saat konsultasi. Untuk menentukan pendekatan yang tepat, pasien mungkin akan diminta menjalani tes dan tindakan pencitraan.

Konsultasi juga mencakup pedoman perawatan pra-operasi dan pasca-operasi untuk memastikan keberhasilan pengobatan serta meredakan kecemasan, juga rasa takut pasien sebelum menjalani pembedahan. Konsultasi bisa memakan waktu beberapa menit hingga satu jam, tergantung pada jenis bedah kepala dan tes yang akan dilakukan.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Kepala dan Hasil yang Diharapkan

Siapapun yang hendak menjalani prosedur pembedahan di bagian kepala, termasuk otak, wajah, mata, mulut, hidung, telinga, dan bahkan tenggorokan dan leher

perlu menjalani konsultasi bedah kepala dengan tenaga medis ahli. Di antaranya, dokter umum, spesialis kepala dan leher, juga dokter bedah yang akan melakukan tindakan. Pasien mungkin perlu menemui spesialis anestesi di klinik atau rumah sakit di mana bedah akan dilakukan.

Pasien dengan kondisi berikut yang menunggu pembedahan harus menjalani konsultasi bedah kepala:

  • Pembuluh darah abnormal di otak
  • Cacat otak sejak lahir
  • Pendarahan otak
  • Gumpalan darah di otak
  • Abses otak
  • Aneurisma otak
  • Kerusakan otak
  • Tekanan otak akibat cedera
  • Tumor otak, jinak atau ganas
  • Cacat atau luka di kepala, wajah dan leher yang membutuhkan bedah rekonstruksi
  • Epilepsi
  • Fraktur tengkorak
  • Kerusakan sedang hingga parah pada dura, atau jaringan pelindung otak
  • Kanker mulut
  • Kerusakan saraf otak
  • [Penyakit Parkinson] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/penyakit-parkinson)
  • Stroke
  • Kanker tenggorokan


Hasil yang diharapkan dari konsultasi bedah kepala adalah sebagai berikut:

  • Pasien memiliki pemahaman lebih baik dan pengetahuan tentang prosedur pembedahan akan ia menjalani
  • Pasien akan memahami risiko dan kemungkinan komplikasi yang mungkin muncul selama dan setelah prosedur bedah
  • Dokter dapat menentukan kebugaran pasien dan kemungkinan keberhasilan pembedahan.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Kepala

Konsultasi bedah kepala biasanya bisa dilakukan dengan membuat janji temu dengan dokter spesialis atau dokter bedah.

Saat konsultasi akan dimulai dokter akan mengajukan pertanyaan umum tentang kesehatan pasien. Pasien juga dapat bertanya tentang prosedur yang ia akan menjalani secara spesifik.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan umum yang akan meliputi:

  • Mendengarkan murmur jantung, pasien yang menjalani bedah non-darurat harus memiliki tanda-tanda vital normal sebelum prosedur
  • Mendengarkan pola napas yang abnormal
  • Memeriksa malformasi atau gangguan dalam sistem muskuloskeletal, yang dapat memengaruhi keberhasilan prosedur
  • Menilai kelancaran jalan napas pasien


Pasien mungkin diminta untuk menjalani tes laboratorium untuk menentukan hal-hal berikut:

  • Apakah pasien menderita anemia? Anemia atau kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, dapat meningkatkan risiko hipoksia atau disfungsi jantung selama prosedur pembedahan. Kondisi ini juga dapat mengganggu kemampuan pasien untuk sembuh setelah operasi. Pasien penderita anemia mungkin memerlukan perawatan pra-operasi dan pengobatan anemia sebelum operasi dilakukan, terutama jika risiko kehilangan darah selama prosedur cukup besar.

  • Apakah pasien menderita defisiensi ginjal? Kondisi ini mungkin memerlukan pertimbangan khusus terkait obat dan bius yang akan digunakan selama prosedur berjalan.

  • Apakah pasien mengalami menderita kekurangan gizi? Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dapat memengaruhi kesembuhan pasien.

  • Apakah pembekuan darah pasien berjalan dengan semestinya?

Hasil pemeriksaan umum dan tes laboratorium akan dievaluasi sebelum pasien diberi izin untuk menjalani prosedur bedah.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Kepala

Konsultasi bedah kepala adalah tindakan yang aman dan tidak melibatkan prosedur bedah atau teknik invasif. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan spesialis, dokter layanan primer, atau spesialis bedah sebelum prosedur dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan pasien serta meminimalkan kemungkinan resiko dan komplikasi.

Rujukan:

  • Gasco J, Mohanty A, Hanbali F, Patterson JT. Neurosurgery. In: Townsend CM, Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2012:chap 68.
Bagikan informasi ini: