Apa itu Konsultasi Bedah Leher?

Pasien yang akan menjalani semua jenis bedah leher harus berkonsultasi dengan dokter bedah terlebih dahulu. Konsultasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah pasien dapat menjalani pembedahan, memberikan opini kedua, atau menyiapkan pasien sebelum pembedahan. Konsultasi ini bukan dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pada leher.

Selain memiliki banyak jenis, bedah leher juga dapat bersifat terbuka atau invasif, atau minim invasif. Dua jenis bedah terbuka yang paling umum adalah laringektomi (pengangkatan laring) dan laminoplasty (pengubahan bentuk lamina untuk memperbesar ruang bagi akar saraf, dilakukan untuk mengatasi gangguan tulang belakang).

Beberapa jenis bedah leher dapat dilakukan dengan teknik minim invasif, yang hanya menggunakan sayatan kecil. Seringkali, dokter bedah akan menggunakan scope yang dilengkapi dengan cahaya dan kamera untuk memandu selama pembedahan. Sedangkan pembedahan akan dilakukan dengan menggunakan alat bedah yang kecil. Manfaat terbesar dari jenis pembedahan ini adalah mempercepat pemulihan, mengurangi resiko dan komplikasi, serta mengurangi kerusakan pada organ dan jaringan di sekitar leher.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Leher dan Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah leher dapat dijalani oleh pasien yang mengalami gangguan pada leher dan tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan non-bedah.

Pasien yang mengalami gangguan pada area leher atau cervical akibat gangguan tulang belakang tidak wajib menjalani pembedahan. Pengobatan utama untuk kondisi tersebut adalah perbaikan atau manipulasi secara manual, pemberian obat, pijat, terapi dan yoga, dan lain-lain. Selain itu, pembedahan sebaiknya tidak dilakukan kecuali penyebab masalah atau nyeri telah diketahui. Maka dari itu, tujuan dari pembedahan bukanlah untuk mencari letak penyebab nyeri.

Namun, ada juga situasi di mana bedah leher merupakan pilihan pertama dan satu-satunya. Contohnya adalah pasien yang didiagnosis terkena kanker leher atau tenggorokan. Pembedahan harus dilakukan untuk mengangkat kanker dan mencegah penyebaran kanker. Bedah leher juga merupakan pilihan pertama dalam kasus cedera traumatik, seperti luka bakar atau patah tulang pada leher atau tulang belakang yang parah.

Konsultasi juga dianjurkan bagi pasien yang ingin menjalani operasi pengencangan leher, suatu prosedur kecantikan yang bertujuan untuk mengencangkan kulit pada leher. Dengan mengikuti konsultasi, pasien dapat mengetahui manfaat serta kemungkinan resiko dan komplikasi dari pembedahan. Konsultasi juga dapat membantu dokter bedah menentukan apakah pasien layak menjalani pembedahan.

Apabila pasien meragukan hasil dari konsultasi awal, ia dapat menemui dokter bedah lain untuk mendapatkan opini kedua.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Leher

Pasien yang membutuhkan bedah leher biasanya akan dirujuk oleh dokter primer mereka, yaitu spesialis kanker, ahli kiropraktik atau spesialis tulang belakang lainnya (bagi pasien yang tulang belakangnya bermasalah) dan spesialis THT, ke dokter bedah leher.

Karena pasien telah dirujuk, maka seharusnya pasien sudah pernah mengikuti tes diagnostik dan memiliki rekam medis. Rekam medis biasanya akan dikirimkan ke klinik dokter bedah satu atau dua hari sebelum konsultasi awal.

Saat konsultasi, dokter bedah akan:

  • Memeriksa rekam medis
  • Menanyakan tentang riwayat kesehatan pasien dan keluarganya (misalnya, apakah ada anggota keluarga yang menderita artritis atau gangguan leher lainnya)
  • Menanyakan tentang pengobatan serta obat yang pernah dicoba dan hasilnya


Pasien juga harus memberitahu dokter tentang kondisi fisiknya yang sekarang dan pendapatnya tentang diagnosis dan bedah leher.

Tergantung pada hasil analisis, dokter bedah dapat menyarankan tes tambahan sebelum memutuskan apakah pasien membutuhkan pembedahan. Apabila dibutuhkan tes tambahan, dokter akan memilih prosedur yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Konsultasi pertama biasanya merupakan konsultasi yang paling lama, paling tidak satu jam. Seiring mendekatnya saat pembedahan, konsultasi akan semakin sering dilakukan, namun biasanya lebih singkat (sekitar 30 menit).

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Leher

Ada kemungkinan pasien memutuskan untuk tidak melakukan pembedahan. Walaupun keputusan akhir selalu ada di tangan pasien, namun memutuskan untuk tidak melakukan pembedahan justru bisa membahayakan kesehatannya, memperburuk kondisinya atau mengancam nyawanya.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan pasien menolak pembedahan, namun kebanyakan penyebabnya dapat diatasi oleh dokter bedah. Sebagai contoh, pasien harus sepenuhnya memahami pembedahan, misalnya manfaat, resiko, biaya dan metode pembedahan. Pasien juga harus mengetahui bahwa dokter bedah mereka mampu melakukan pembedahan dan menangani semua masalah. Jika sebelum pembedahan pasien merasa tidak yakin dengan kemampuan dokter bedah, ia cenderung akan tidak mau bekerjasama.

Rujukan:

  • Pfaff JA, Moore GP. Otolaryngology. In: Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, eds. Rosen's Emergency Medicine. 8th ed. Philadelphia, PA: Elsevier Saunders; 2014:chap 72.
Bagikan informasi ini: