Apa itu Konsultasi Bedah Mulut?

Konsultasi bedah mulut dianjurkan untuk pasien yang akan menjalani operasi mulut baik kecil maupun besar. Seperti, pencabutan gigi, perbaikan bibir sumbing & langit-langit mulut, serta pemasangan implan gigi. Operasi-operasi ini dilakukan oleh ahli bedah maksilofasial – dokter gigi yang telah menjalani pendidikan pascasarjana dalam bidang bedah gigi dan mulut, serta telah menyelesaikan masa residensi untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam mendiagnosa dan mengobati beragam penyakit, gangguan, dan cedera pada mulut.

Konsultasi ini dapat dilakukan di rumah sakit atau ruang kerja dokter gigi swasta, dan tidak memerlukan waktu lama. Kecuali, Anda diharuskan menjadi pemeriksaan diagnostik dan pemindaian gigi.

Kondisi akan didiagnosa dan semua jenis pengobatan yang tersedia akan didiskusikan antara dokter dan pasien, saat konsultasi. Kemungkinan resiko dan komplikasi, serta kelebihan dan kekurangan rencana mengobatan yang direkomendasikan akan dibahas secara rinci.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Mulut & Hasil yang Diharapkan

Ahli bedah maksilofasial melakukan berbagai macam prosedur gigi, seperti [pencabutan gigi] sederhana atau kompleks (http://www.docdoc.com/info/procedure/tooth-extraction), penyisipan gigi palsu, dan pengobatan masalah gigi anak. Mereka juga mengkhususkan diri dalam pengobatan kasus yang lebih kompleks seperti rekonstruksi rahang, manajemen rasa sakit pada wajah dan pengobatan infeksi yang mempengaruhi kepala dan kanker mulut.

Ahli bedah maksilofasial dapat melakukan berbagai macam prosedur pengobatan maupun perawatan gigi. Seperti pencabutan gigi, pemasangan implan gigi, dan pengobatan masalah gigi anak. Mereka juga dapat mengobati kasus yang sangat kompleksi seperti rekonstrukturisasi rahang, pengendalian nyeri wajah, dan pengobatan infeksi yang memengaruhi kepala, serta kanker mulut.

Dokter bedah biasanya memulai konsultasi dengan wawancara singkat. Pertanyaan tentang kesehatan pasien, gaya hidup, riwayat kesehatan, dan riwayat penyakit keluarga akan dibahas agar dapat menghasilkan diagnosis akurat.

Hasil yang diharapkan adalah mendapatkan diagnosis kondisi pasien dan daftar semua pilihan pengobatan yang tersedia. Jika penyelidikan awal tidak cukup untuk membuat diagnosis, serangkaian tes dan pemindaian gigi akan diperlukan.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Mulut

Konsultasi bedah mulut biasanya dimulai dengan wawancara singkat tentang gejala-gejala yang dialami pasien atau tujuan estestika yang hendak dicapai (jika mereka berniat untuk menjalani prosedur bedah kosmetik). Wawancara biasanya diikuti dengan pemeriksaan fisik di mana mulut, gigi, dan tulang rahang pasien diperiksa secara menyeluruh untuk mencari tanda-tanda yang jelas, misalnya infeksi. Tergantung pada hasil pemeriksaan fisik awal dan jenis operasi yang akan dilakukan, tes tambahan atau pemindaian mungkin diperlukan.

Setelah dokter bedah mendapatkan semua informasi yang diperlukan, ia akan mendiskusikan temuannya dengan pasien. Dokter bedah akan mencoba menjelaskan kondisi dan prosedur bedah secara rinci. Pasien boleh mengajukan pertanyaan untuk memahami rencana pengobatan yang dianjurkan, bagaimana prosedur akan dilakukan, apa yang diharapkan selama pemulihan, serta kemungkinan resiko dan komplikasi dari prosedur.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Mulut

Konsultasi bedah mulut bukanlah tindakan berisiko, sehingga biasanya tidak memiliki kemungkinan risiko atau komplikasi. Tapi, saat menjalani tes tambahan, seperti rontgen atau scan memiliki resiko tersendiri. Misalnya, rontgen memancarkan radiasi yang berbahaya bagi wanita hamil. Selain itu, pemakaian bius yang digunakan dalam bedah mulut, juga dapat memberikan efek negatif.

Rujukan:

  • American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons: "The Oral and Maxillofacial Surgeon."
Bagikan informasi ini: