Apa itu Konsultasi Bedah Paru-paru?

Konsultasi bedah paru-paru adalah janji temu dengan pulmonologi, onkologi, atau spesialis bedah toraks sebelum melakukan prosedur pembedahan yang melibatkan paru-paru. Paru-paru adalah organ tubuh vital karena mereka bertanggung jawab terhadap pernapasan manusia. Paru-paru menyediakan oksigen yang sangat dibutuhkan untuk darah, yang kemudian dikirim ke berbagai jaringan dan sel melalui pembuluh darah yang dipompa oleh jantung. Oleh karena itu, masalah paru-paru dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan serius termasuk penurunan kualitas hidup secara signifikan dan dalam kasus ekstrim, berakhir pada kematian.

Ada banyak cara untuk mengobati masalah kesehatan pada paru-paru. Beberapa pilihan cara pengobatan yang umum adalah operasi seperti transplantasi paru-paru, lobektomi dan reseksi baji (wedge resection).

Tapi sebelum prosedur ini dapat dilakukan, pasien dijadwalkan untuk konsultasi pra-operasi dengan spesialis sehingga ia hasil yang mungkin didapatkan dari bedah paru-paru, memahami kelebihan dan kelemahan dari prosedur, dan membahas pertanyaan atau kekhawatiran yang pasien karena prosedur yang akan dijalani.

Siapa yang Perlu Menjalani Konsultasi Bedah Paru-paru & Hasil yang Diharapkan

Konsultasi bedah paru-paru sangat tetap untuk dijalani oleh:

  • Pasien yang harus dievaluasi sebelum pembedahan - Evaluasi ini diperlukan untuk menentukan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani pembedahan atau tidak. Faktor-faktor seperti usia lanjut dan kondisi yang sudah ada (seperti masalah jantung yang serius) dapat mencegah pasien menjalani prosedur bedah paru-paru. Pasien hanya diizinkan untuk menjalani bedah invasif jika manfaat lebih besar daripada kemungkinan risiko dan komplikasinya.

  • Pasien yang dijadwalkan untuk pembedahan - Bagi mereka yang memenuhi syarat untuk bedah paru-paru, konsultasi dijadwalkan sehingga dokter dan pasien dapat membahas semua kekhawatiran dan rincian prosedur seperti persiapan pra-bedah, teknik bedah yang akan digunakan dan perawatan lanjutan yang mungkin diperlukan.

  • Mereka yang membutuhkan pendapat lain - Pasien selalu memiliki pilihan untuk mencari pendapat kedua atau bahkan pendapat ketiga sehingga mereka dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang lengkap.

  • Individu yang mungkin mengalami komplikasi - Tidak peduli apa jenis operasi dilakukan: selalu ada risiko yang mengancam. Namun, dalam kasus tertentu, komplikasi dapat menjadi suatu hal yang serius atau mengancam nyawa. Konsultasi diperlukan untuk meminimalisir dampak buruk atau menangani komplikasi ini.

  • Pasien transplantasi –Transplantasi paru-paru adalah prosedur kompleks, dan konsultasi membantu pasien memahami risiko, komplikasi dan manfaatnya.

Cara Kerja Konsultasi Bedah Paru-Paru

Konsultasi bedah paru-paru dilakukan pasien mendapatkan rujukan dari spesialis paru-paru, onkologi, atau toraks ke dokter bedah yang berfokus menangani gangguan dan masalah kesehatan terkait dengan paru-paru.

Konsultasi bedah dibagi menjadi dua tahap. Pertama adalah pra operasi yang di mana spesialis bedah akan:

  • Mendapatkan gambaran umum dari kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan
  • Meminta pasien melakukan tes
  • Mengulas rekam medis pasien
  • Menilai apakah pasien merupakan kandidat yang tepat untuk menjalani pembedahan


Persiapan adalah salah satu kunci keberhasilan bagi bedah peru-paru. Oleh karena itu, spesialis bedah akan memberitahukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebelum, selama dan setelah operasi. Seperti obat yang perlu dikonsumsi, kegiatan yang diperkenankan bagi pasien. Pasien juga harus siap secara emosional dan mental. Jika perlu, spesialis bedah akan merujuk pasien ke layanan konseling atau kelompok pendukung. Kerena pembedahan dilakukan oleh tim dokter, pasien akan diperkenalkan ke seluruh anggota tim. Salah satunya, spesialis anastesi.

Tahap kedua adalah pasca-operasi, yang mencakup perawatan tindak lanjut. Perawatan tindak lanjut sangat penting bagi mereka mengidap [kanker paru-paru] (https://www.docdoc.com/id/id/info/condition/kanker-paru-paru). Karena penyakit tersebut memiliki resiko kambuh hingga dua tahun ke depan. Jarak kunjungan dapat bervariasi. Tapi, untuk pasien dengan kanker, hingga dua tahun ke depan, ia perlu mengunjungi dokter bedah dan onkologi setiap 3 – 4 bulan sekali.

Fase-fase ini tidak dapat diselesaikan dalam satu kunjungan. Konsultasi awal mungkin memakan waktu sekitar satu jam. Sedangkan, setelah pembedahan berhasil konsultasi memakan waktu lebih pendek (sekitar 30 menit).

Jawaban pasien seringkali diperlukan oleh dokter, agar dapat menilai apakah ada masalah kesehatan atau perbaikan sejak kunjungan terakhir.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Konsultasi Bedah Paru-Paru

Konsultasi diyakini merupakan waktu terbaik untuk pasien dan ahli bedah untuk membangun hubungan dan kedekatan, karena keduanya akan bekerja sama selama berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun. Jika keduanya gagal menciptakan hubungan yang baik, masalah mungkin muncul. Pasien mungkin menolak untuk menjalani pengobatan yang direkomendasikan dokter atau kurang antusias untuk bekerja sama, atau mengalami kecemasan yang tinggi. Hal-hal tersebut bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, dan menurunkan peluang untuk mendapatkan hasil bedah yang sukses.

Rujukan:

  • Putnam JB Jr. Lung, chest wall, pleura, and mediastinum. In: Townsend CM Jr., Beauchamp RD, Evers BM, Mattox KL, eds. Sabiston Textbook of Surgery. 19th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier; 2012:chap 58.

  • Tsiouris A, Horst HM, Paone G, Hodari A, Eichenhorn M, Rubinfeld I. Preoperative risk stratification for thoracic surgery using the American College of Surgeons National Surgical Quality Improvement Program data set: Functional status predicts morbidity and mortality. J Surg Res. 2012: epub ahead of print.

  • Wiener-Kronish JP, Shepherd KE, Bapoje SR, Albert RK. Preoperative evaluation. In: Mason RJ, Broaddus C, Martin T, et al, eds. Murray and Nadel's Textbook of Respiratory Medicine. 5th ed. Philadelphia, PA: Saunders Elsevier;2010:chap 26.

Bagikan informasi ini: